Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
79. Naik perahu bebek


__ADS_3

Setelah makan siang, Vierra merasa lebih baik, mereka menaiki beberapa wahana ringan lainnya sampai sore menjelang Vierra merasa lelah.


"Apakah sekarang kita sudah boleh pulang?" Tanya Rangga saat melihat perempuan itu menguap.


Bagaimanapun, dia juga merasa sangat lelah dan mengantuk karena kemarin malam dia tidak bisa tidur sebab kasur Vierra yang terlalu keras hingga punggungnya terasa begitu sakit.


"Ya,, ini sudah hampir malam." Kata Vierra menatap langit lalu mereka kemudian mengikuti arah peta untuk meninggalkan taman hiburan tersebut.


Di tengah perjalanan untuk meninggalkan taman hiburan, Viera tiba-tiba melihat danau dan perahu bebek yang menarik perhatiannya.


"Sayang,," kata Vierra pada Rangga sembari menunjuk ke arah danau.


Rangga mengikuti arah telunjuk Viera lalu menghela nafas, "Apa kau tidak lelah?" Tanyanya.


"Tidak!! Ayo kita bermain sebentar, lagi pula naik perahu tidak membutuhkan terlalu banyak energi. Hm?!!" Vierra membujuk Rangga dengan mata berbinar-binarnya sebab dari dalam hatinya dia merasakan dorongan yang sangat besar untuk menaiki perahu bebek.


Melihat Vierra tampak sangat ingin mencoba wahana itu, Rangga akhirnya tak punya pilihan lain selain menyetujuinya.

__ADS_1


Mereka lalu pergi ke danau dan menyewa satu perahu bebek.


"Wah,,, air danau ini sangat jernih." Vierra memperhatikan air danau yang ada di bawah mereka.


Sementara Rangga, pria itu bertugas meroda dan menyetir perahu bebek mereka hingga mereka semakin jauh meninggalkan pinggir danau.


Meski danau tersebut danau buatan, namun di beberapa titik di tengah danau tersebut terdapat tumpukan bebatuan yang ditumbuhi pohon-pohon jadi ketika mereka lewat di bawah pohon, suasana menjadi lebih gelap.


"Sayang,, aku mengantuk," ucap Vierra sembari menguap.


Vierra tersenyum memeluk lengan Rangga sembari memejamkan matanya untuk tidur.


Rangga terus meroda perahu bebek mereka hingga beberapa menit kemudian pria itu menghentikannya dan hanya duduk memainkan tangan Vierra.


Karena dia juga lelah dan mengantuk maka beberapa menit saja dia terdiam menggenggam tangan Vierra, pria itu langsung dicuri oleh kantuknya.


Keduanya tertidur dalam perahu dengan posisi saling bersandar.

__ADS_1


Beberapa pengunjung yang juga menikmati wahana melihat dua orang itu dan tersenyum.


"Mereka pasti pengantin baru. Mereka sangat romantis di atas perahu bebek."


"Lihat topi mereka yang berpasangan, Mereka terlihat seperti pasangan yang sempurna." Beberapa pengunjung memberi pendapat untuk kedua orang itu namun mereka tidak mengganggu Rangga dan Vierra.


Entah berapa lama perahu bebek mereka terus mengapung di atas air, namun saat itu satu persatu orang telah meninggalkan taman hiburan karena hari semakin gelap.


Di pinggir danau, seorang pria yang bertugas menjaga wahana tersebut bertanya pada bawahannya, "Apa kau sudah menghitung semua perahu?"


Sang bawahan yang merupakan pria tua yang sudah lama bekerja di tempat itu menganggukkan kepalanya, "Iya, semuanya sudah genap," Jawab pria itu.


"Kau yakin? Jangan sampai kejadian beberapa hari yang lalu terulang lagi, kau salah menghitung dan mengakibatkan beberapa pengunjung terkunci di tempat ini." Ucap pria yang bertubuh gemuk.


Pria paruh tua itu menggaruk kepalanya sembari berkata, "Kalau Tuan tidak percaya, saya akan menghitungnya lagi."


"Ah tidak usah,, sebentar lagi akan turun hujan, kita sebaiknya bergegas." Kata pria bertubuh gemuk lalu mereka semua meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2