
Mobil yang dikendarai Satya berbelok ke gedung perusahaan Faraday lalu berhenti di depan seorang perempuan yang sudah menunggu mereka.
Satya sebagai laki-laki jantan langsung keluar membukakan pintu untuk Vierra, "Silahkan," katanya.
Vierra tersenyum memasuki mobil, "Terima kasih," katanya.
Dia menahan kebingungannya sebab pria itu malah membukakan pintu belakang untuknya dan bukannya pintu depan.
Tetapi ketika dia sudah masuk ke dalam mobil, perempuan itu baru mengerti mengapa dia duduk di belakang.
Deg!
Ternyata,, Satya tidak datang sendiri saja, pria itu membawa serta Rangga untuk makan bersama mereka.
Akhirnya suasana hati Vierra menjadi lebih baik lagi dan dia tersenyum sepanjang perjalanan menuju restoran yang telah dipesan oleh Satya.
Begitu turun dari mobil, Satya langsung berkata, "Aku buru-buru memesan restoran jadi aku tidak memesan ruang VIP. Kakak tidak keberatan bukan duduk di--"
"Kapan aku keberatan?" Tanya Rangga dengan suara yang ditekan.
__ADS_1
Beraninya adik satu-satunya itu menjelek-jelekkan nya di depan seorang perempuan yang ia cintai!!
Mencari mati?!!
"Ah,, baik," jawab Satya kebingungan.
Rangga terkenal sebagai pria yang tidak suka berbaur dengan tempat yang ramai dan berisik, jadi setiap kali pria itu makan di restoran dia pasti akan memesan ruang privat.
Tapi karena kakaknya sudah berbicara seperti itu, Satya tidak berani membantah lagi, jadi pria itu menoleh ke arah Vierra, "Apa kau sudah pernah makan di restoran ini?"
Satya memilih restoran dekat kantor Vierra Jadi dia berpikir Vierra pasti sudah pernah menjelajahi seluruh restoran yang dekat dengan kantornya.
"Apa?!!" Satya sangat terkejut sampai pria itu menghentikan langkahnya selama beberapa detik sebelum mengejar Vierra dan Rangga yang berjalan meninggalkannya.
"Bagaimana bisa kau tidak pernah makan di restoran ini? Restoran ini sangat dekat dengan kantormu, juga restoran ini sangat terkenal di gemari oleh kalangan anak muda." Satya berbicara sembari memperhatikan Vierra yang melangkah dengan tenang.
"Ya,, aku selalu makan di kantin perusahaan, kecuali jika aku ditugaskan untuk bertemu seorang klien,," jawab Vierra membuat satya lebih tercengang lagi.
Semua orang tahu kalau makanan di perusahaan memang enak, tapi memakan menu yang sama selama bertahun-tahun secara terus-menerus, Bukankah itu akan membosankan?
__ADS_1
"Astaga,, kalau begitu mulai sekarang aku akan membuatmu berkeliling kota ini menikmati makan siang di restoran restoran terbaik. Beritahu padaku Apakah kau punya makanan yang ingin kau coba?" Tanya Satya bersemangat.
"Ah,, aku tidak pernah memikirkan makanan yang ingin kucoba. Aku biasanya memakan apapun yang disediakan," jawab Vierra dengan jujur.
"Begitu ya,, kalau begitu besok,, bagaimana kalau kita makan di restoran yang dekat perusahaanku? Katanya Di sana ada menu seafood yang sangat enak..." Ucap Satya.
"Hm,," Vierra tampak berpikir, kalau besok Satya masih mengajak Rangga maka dia tentu akan pergi, tetapi jika tidak dia malas menghabiskan waktunya berduaan saja dengan pria itu.
Jadi Vierra kembali berkata, "Aku akan melihatnya besok, kalau pekerjaanku tidak banyak aku mungkin bisa keluar bersamamu."
"Ok, kabari aku," ucap Satya.
"Baik," jawab Vierra.
Meski Rangga hanya terlihat berjalan biasa saja dan tidak memperdulikan percakapan dua orang itu, namun dia menyimpan kata-kata Vierra dalam hatinya.
Pokoknya besok dia akan membuat Vierra makan siang berduaan saja dengan nya sembari beralasan membicarakan proyek yang berhubungan dengan perusahaan mereka.
Vierra dan Satya tidak boleh dekat-dekat!!
__ADS_1