
Di dalam toilet kantor Edward grup, Satya baru saja menekan tombol reject setelah selesai menelpon dengan Vierra.
Pria itu hendak berbalik meninggalkan toilet saat terkejut melihat kakaknya kini berdiri di ambang pintu toilet. ..
"Astaga Kak!! Kau mengejutkanku!!" Gerutu Satya memegangi jantungnya karena dia sama sekali tidak mendengar langkah kaki seorang pria dan tiba-tiba kakaknya berdiri di depannya.
"Ayo pergi makan siang bersama," kata Rangga lalu berbalik meninggalkan Satya yang kini terpaku di tempatnya.
Dia baru saja merencanakan untuk makan berdua dengan Vierra agar mereka berdua lebih dekat, tapi sekarang seekor lalat pengganggu ingin ikut bersamanya??
Tidak bisa dibiarkan!!!
Satya langsung mengejar kakaknya dan berkata, "Kakak, aku sudah membuat janji dengan seseorang untuk makan siang bersama, jadi hari ini aku tidak bisa makan siang bersama kakak."
Rangga menghentikan langkahnya dan tersenyum kearah adiknya, "Kalau begitu kita bisa makan siang bersama-sama, aku yakin orang yang kau undang untuk makan siang tidak akan keberatan jika aku ikut bersamamu."
Melihat kekeras kepalaan kakaknya, Satya kemudian berkata,,"Astaga!! Ini adalah kencanku dengan seorang perempuan, apakah Kakak masih harus mengawasiku saat berusaha menaklukkan hati seorang perempuan?"
__ADS_1
Tetap berdiri di tempatnya tanpa menunjukkan reaksi apapun, Rangga kembali menjawab, "Ah, kalau begitu aku akan berkenalan dengan calon adik iparku."
Setelah berkata demikian, Rangga melangkahkan kakinya ke dalam lift diikuti Satya yang kini panas dingin di tempatnya. .
Dia tidak mungkin mengatakan pada Rangga bahwa perempuan yang ia maksud untuk dikencani adalah Vierra.
Bagaimana kalau pria itu membocorkannya pada Vierra dan akhirnya,,,, Tidak!! Tidak boleh!!
Kalau Vierra sampai mengetahui bahwa dia berusaha mendekatinya maka jangan-jangan perempuan itu akan menjadi jijik dan berusaha menghindarinya.
"Kakak,, Sepertinya kita memang harus makan siang bersama, aku akan membatalkan janjiku dengan teman kencan ku dan mengajak Vierra dan Kak Claudia untuk makan bersama kita saja." Ucap Satya.
Mendengar ucapan kakaknya, Satya bernafas dengan lega, "Aku akan mengirim pesan pada Vierra sementara Kakak menghubungi kakak ipar," kata Satya berpura-pura mengirim pesan singkat pada Vierra.
Dari tempatnya, Rangga terlihat menatap datar ke dinding, tetapi sebenarnya dari sudut matanya ia memperhatikan gerakan-gerakan kecil yang dibuat Satya pada layar ponselnya.
Dalam hatinya, Rangga tersenyum 'Kau pikir aku akan membiarkanmu mendekati Vierra?? Dia adalah istri pertamaku jadi tidak ada yang boleh menyentuhnya selain aku!!!'
__ADS_1
Ketika dia berada di ambang pintu toilet, dia sudah mendengar pembicaraan Satya dengan Vierra Jadi dia langsung memutuskan untuk berpura-pura mengajak adiknya makan siang untuk mencegah pria itu hanya berduaan dengan Vierra.
Ting!
Mereka akhirnya tiba di lobby lalu Satya segera berjalan ke mobilnya.
"Ayo!!" Teriak Satya ketika dia sudah mengendarai mobilnya dan menghentikan mobilnya di depan Rangga.
Melangkahkan kakinya ke mobil, Rangga lalu duduk di kursi penumpang depan. .
Satya memperhatikan kakaknya yang selesai memasang sabuk pengaman lalu pria itu menjalankan mobilnya sembari bertanya, "Apakah kakak sudah menghubungi kakak ipar?"
Tidak melirik ke arah pria yang berbicara, Rangga terus melihat ke depan, "Dia tidak bisa datang," jawabnya.
Mendengar jawaban kakaknya, dalam hatinya Satya merasa kecewa.
Awalnya dia pikir jika Claudia ikut makan siang bersama mereka, dia akan mencari cara untuk berduaan saja dengan Vierra.
__ADS_1
Misalnya beralasan bahwa sepasang pengantin harus makan berdua saja lalu dia akan mengajak Vierra ke tempat lain,, tapi sekarang...... Sudah tidak ada kesempatan!!!