Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
55. Pria itu merindukannya


__ADS_3

Menunggu jam makan siang, ponsel Vierra tiba-tiba bergetar memperlihatkan sebuah pesan dari Rangga yang mengajaknya untuk makan siang bersama sembari membahas masalah proyek yang ditangani Vierra.


Tentu saja Vierra merasa sangat senang jadi dia langsung mengiyakan permintaan pria itu.


"Wah,, ada yang sedang berada dalam suasana hati yang baik." Tiba-tiba komentar Gali saat melihat Vierra bermain ponsel dengan senyum merona.


Vierra mengangkat wajahnya, "Eh,," perempuan itu tersenyum menyengir, "aku hanya senang untuk sebuah hal kecil." Katanya.


Mercy yang berada di samping Vierra langsung mendekati perempuan itu dan merebut ponsel Vierra, "Benarkah?!! Biar ku lihat!!" Katanya melihat layar ponsel Vierra.


Hal itu membuat Vierra panik jadi dia segera mengulurkan tangannya untuk merebut kembali ponselnya.


Tetapi terlambat karena Mercy telah melihat sebuah pesan yang baru saja masuk.


"Sialan!!! Jadi kau sebenarnya menyukai Satya?!!" Ucap Melcy memperlihatkan pesan dari Satya yang kebetulan baru saja masuk.


*Apakah siang ini kau ada waktu untuk makan bersama? Aku akan mentraktirmu makanan yang lezat!!*


Vierra membaca pesan itu lalu menghela nafas dengan lega.


Untunglah pesan itu masuk tepat pada waktunya, jika tidak maka Melcy akan membaca pesannya dengan Rangga lalu rahasianya akan terbongkar!!


"Ahhh,, Aku hendak menolak ajakan itu karena hari ini aku akan membahas masalah kerjasama dengan klien." Ucap Vierra mengambil ponselnya dari Melcy.

__ADS_1


Perempuan itu kemudian membalas pesan dari Satya disaksikan oleh Mercy yang ingin memastikan bahwa apa yang dikatakan Vierra adalah kebenaran.


"Hah,, sayang sekali,, Kenapa juga client mu harus mengadakan pertemuan di saat Satya menawarkan makan siang? Kalau tidak begitu kan aku bisa ikut bersamamu!!!" Mercy menghela nafas.


"Sabar....!" Vierra menepuk-nepuk bahu Mercy melihat perempuan itu sangat kecewa.


"Tapi kamu janji kan akan mengenalkanku pada saat ya dan kau benar-benar tidak punya perasaan pada pria itu?!" Melcy bertanya dengan wajah penuh harap.


"Kapan aku membohongimu?? Aku sama sekali tidak ada perasaan pada Satya!!" Kata Vierra.


Mendengar ucapan Virgo mah mercy langsung tersenyum lalu memeluk lengan Vierra, "Baguslah!! Kau memang temanku!!!" Kata perempuan itu dengan senyum terukir indah di bibirnya.


Akhirnya pada jam makan siang Vierra meninggalkan kantor ke sebuah restoran yang sudah diberitahukan Rangga padanya.


"Ada yang bisa saya bantu?" Resepsionis yang merupakan perempuan muda bertanya pada Vierra saat melihat perempuan itu tampak hati-hati mendekat ke arahnya.


"Saya Vierra," ucap Vierra langsung diangguki oleh sang resepsionis.


Resepsionis itu sudah mendapat perintah untuk mengantar Vierra ke sebuah ruangan VIP saat perempuan itu tiba.


Jadi, dengan segera dia menyuruh salah seorang pelayan mengantar Vierra ke ruangan yang telah di reservasi oleh Rangga.


"Nona, ini ruangannya," ucap pelayan itu ketika mereka tiba di depan pintu lalu Vierra segera memasuki ruangan.

__ADS_1


Dilihatnya Rangga duduk di salah satu kursi sembari tersenyum ke arahnya.


Deg!


Deg!


Vierra merasa bahwa apa yang terjadi hari ini adalah sebuah kemustahilan.


'Tenanglah Vierra, pertemuan ini hanya membahas masalah pekerjaan bukan masalah lainnya.' Vierra berusaha menenangkan diri lalu perempuan itu mendekat ke arah Rangga.


Baru saja dia akan duduk di kursi yang agak jauh dari Rangga saat pria itu sudah berdiri dan menariknya duduk di samping Rangga.


"Bagaimana PRmu?" Langsung tanya Rangga membuat Vierra terdiam.


Beberapa saat terpaku, perempuan itu lalu tersadar, "PR apa?" Tanyanya.


"Kau lupa? Mau ku ingat kan?" Tanya Rangga sembari mengulurkan tangannya memeluk Vierra dan mendekatkan bibirnya ke telinga perempuan itu.


Vierra kalangkabut, dia berusaha menghindar tetapi pelukan Rangga semakin erat.


"Sebentar saja, aku sangat merindukanmu,," tiba-tiba suara serak Rangga di dekat telinga Vierra membuat perempuan itu akhirnya berhenti meronta ronta dan terdiam memikirkan ucapan Rangga.


Pria itu merindukannya??

__ADS_1


Vierra bertanya-tanya dalam hatinya.


__ADS_2