
Karena memegang kartu VIP, jadi Rangga dan Vierra mendapat tempat duduk untuk menunggu.
Seorang staff bahkan membawakan mereka minuman segar.
"Terima kasih," kata Vierra menerima 2 kaleng minuman segar lalu memberikan satu kaleng untuk Rangga.
Vierra membuka tutup kaleng dan hendak meminumnya ketika dia merasa mual mencium aroma minuman tersebut.
"Huekkk!!!" Vierra seolah ingin muntah tetapi tidak ada apapun yang keluar dari mulutnya.
Rangga langsung memegangnya Vierra lalu bertanya, "Ada apa? Haruskah kita ke rumah sakit?" Tanya Rangga.
Vierra menggeleng, "Aku baik-baik saja setelah beristirahat sebentar." Ucap Vierra meletakkan minuman kalengnya.
"Kau yakin baik-baik saja?" Tanya Rangga memperhatikan wajah Vierra yang tampak sedikit pucat.
"Aku yakin," Vierra melihat ke arah roller coaster yang sudah berhenti dan sedang menurunkan penumpang.
Perempuan itu menghela nafas dengan panjang lalu berdiri menarik Rangga, "Sekarang giliran kita." Ucap Vierra.
Melihat perempuan berwajah pucat yang tampak sangat semangat untuk menaiki roller coaster, Rangga merasa tidak yakin kalau perempuan itu akan baik-baik saja.
Namun karena Vierra terlalu bersemangat maka Rangga tidak mengatakan apapun.
Mereka kini duduk berdampingan di kereta roller coaster, keduanya dibantu oleh sang petugas memasang sabuk pengaman.
"Kau yakin kan baik-baik saja?" Tanya Rangga yang masih merasa cemas dengan perempuan itu.
"Aku yakin," jawab Vierra.
Akhirnya, kereta mereka perlahan-lahan meluncur meninggalkan titik start.
__ADS_1
"Ah..!!!!"
"Aaa!!!!"
Teriakan orang-orang langsung terdengar di peluncuran pertama mereka.
Vierra juga tak kalah antusias, dia berteriak sangat kencang sembari mengangkat tangannya melayang-layang di udara.
Sementara Rangga, pria itu duduk dengan tenang, tatapannya tak pernah lepas dari perempuan di sampingnya, dia cemas pada Vierra, jadi dia tidak terlalu terganggu dengan laju kereta yang memacu adrenalin.
Kereta mereka meluncur di titik perputaran pertama hingga tubuh mereka terbanting lalu dengan cepat berputar.
"Ah..!!!"
Viera berteriak sangat kencang, terutama ketika mereka memasuki tikungan tajam.
"Hu.....!!!"
Rangga menghela nafas melihat Vierra yang tampak sangat menikmati wahana itu.
Saat itulah Vierra merasa gejolak aneh dari perutnya semakin bertambah, rasanya ingin muntah.
Namun ketika kereta mereka kembali turun dengan cepat, Vierra tidak menghiraukan gejolak pada perutnya dan kembali berteriak dengan kencang.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Rangga yang merasa cemas melihat wajah perempuan itu semakin pucat.
"Ya...!! Ini menyenangkan!!!" Vierra menjawab Rangga lalu kembali berteriak mengayunkan tangannya.
Hingga kereta mereka berhenti, Vierra merasa sangat pusing dia sampai digendong oleh Rangga untuk keluar dari kereta.
Begitu Rangga meletakkan perempuan itu di atas tanah, Vierra langsung memuntahkan seluruh isi perutnya.
__ADS_1
Dengan sigap Rangga mengambil tisu yang tidak tak jauh dari mereka lalu mengelap bibir perempuan itu.
"Ayo pergi,," ucap Rangga menggendong Vierra lalu mereka meninggalkan banyaknya pasang mata yang sedang memandangi mereka.
Merasa malu, Vierra hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada Rangga sembari mengatur nafasnya.
"Aku lapar," ucap Vierra.
"Baiklah, kuta makan dulu," ucap Rangga menggendong perempuan itu memasuki salah satu restoran yang terdapat di sana.
Untunglah saat itu belum jam makan siang jadi tempat itu tidak terlalu ramai.
Mereka dengan cepat mendapat sebuah meja kosong lalu mendudukkan Vierra di kursi.
"Tunggu sebentar," kata Rangga segera berdiri untuk memesan sekaligus membeli 2 botol air mineral.
"Minumlah," ucap Rangga membantu Vierra meminum air mineral yang ia bawa.
"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Rangga.
"Sudah lebih baik. Aku rasa ini terakhir kalinya aku menaiki wahana tersebut." Kata Vierra menghela nafas.
"Baguslah," ucap Rangga membuka air mineralnya sendiri lalu meneguknya beberapa kali.
Vierra menatap pria itu lalu bertanya, "Apakah tadi kau tidak merasa takut?"
Secara samar-samar perempuan itu mengingat bahwa di wahana tadi Rangga sama sekali tidak berteriak.
Pria itu tampak sangat tenang di atas wahana.
Rangga meletakkan botol minumannya lalu memeluk Viera sembari mendaratkan ciuman di pipi perempuan itu.
__ADS_1
"Tidak ada yang akan membuatku takut selain kehilanganmu," ucapnya membuat Vierra terdiam.
Pria ini, apakah pria itu sungguh-sungguh dengan ucapannya?