Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
27. Hidup di atas telunjuk orang lain


__ADS_3

"Sudah," ucap Vierra melangkah mundur setelah dia selesai memperbaiki dasi Rangga.


"Terima kasih," ucap Rangga menatap Vierra.


"Sama-sama kakak ipar," kata Vierra lalu perempuan itu segera beranjak meninggalkan Rangga yang terus menatap kearahnya.


Setelah menutup pintu kamar, Vierra berdiri di depan pintu sembari memegangi jantungnya yang sedari takdir berpacu cepat.


Detik berikutnya perempuan itu tersenyum lebar 'Apa yang terjadi barusan,, Bukankah itu mirip adegan sepasang suami istri di pagi hari?'


Vierra merasa sangat senang, meski dia tidak bisa memiliki Rangga, tetapi paling tidak adegan suami istri seperti itu pernah dirasakan bersama Rangga.


Dengan segera, pagi itu diawali Vierra dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya, bahkan ketika mereka bertiga sedang sarapan di meja makan.


"Hari ini kau terlihat sangat senang," tiba-tiba komentar Claudia di tengah-tengah sarapan mereka.


Vierra yang mendapat komentar seperti itu langsung mengangkat wajahnya dan memudarkan senyuman yang sedari tadi menghiasi wajahnya.


"Maaf Kak," ucap Vierra lalu kembali menunduk tanpa berani lagi melengkungkan bibirnya.

__ADS_1


"Aku tidak memarahimu, aku hanya berpikir mungkin telah terjadi sesuatu yang baik. Mengapa tidak menceritakannya pada kami?" Tanya Claudia yang merasa aneh dengan Vierra.


Sejak perempuan itu tinggal di rumah Faraday, Vierra tidak pernah terlihat sangat bahagia seperti itu sampai tersenyum-senyum seperti itu.


Tapi sekarang???


Apa alasannya?


"Ah,, itu," Vierra menoleh ke arah Rangga, dia tidak mungkin menceritakan bahwa penyebab dia merasa sangat senang ialah karena adegan yang ia lakukan bersama Rangga di pagi hari tadi.


"Aku baru saja mendapat kabar dari Wiwin bahwa dia akan membuka restoran di dekat kantor kita. Dia menawariku untuk mempromosikan restorannya ke karyawan di perusahaan kita dan akan memberikan beberapa bonus jika aku berhasil." Ucap Vierra berbohong.


"Wiwin teman SMA kita?" Tanya Claudia.


"Iya," jawab Vierra.


"Hanya hal sepeleh sepeti itu, berapa banyak keuntungan yang Kau dapatkan kalau bisa mengajak karyawan kita pergi ke restoran Wiwin?" Tanya Claudia.


"Ya,, dia tidak mengatakan berapa jumlahnya, tapi dia hanya bilang dia akan memberikan sedikit tip." Ucap Vierra.

__ADS_1


"Heh,, paling dia memberikanmu rp100.000." ucap Claudia mengambil tasnya lalu membuka dompetnya dan menyerahkan uang pecahan rp100.000 pada Vierra.


"Ambil uang itu dan kau tidak perlu mempromosikan restoran Wiwin di perusahaan kita. Ketika SMA perempuan itu bersikap terlalu sombong jadi tidak perlu membantunya!" Ucap Claudia.


"Baik Kak," jawab Vierra mengambil uang rp100.000 yang diberikan oleh Claudia lalu menyimpannya ke dalam tasnya.


Rangga memperhatikan hal itu dan menyimpannya dalam hatinya.


'Jadi begini cara Vierra menjalani kehidupan di keluarga Faraday? Dia hanya berjalan diatas telunjuk orang lain,,' ucap Rangga menata Vierra yang berpura baik-baik saja menikmati sarapan di hadapannya.


"Aku sudah selesai," tiba-tiba kata Claudia lalu perempuan itu berdiri meninggalkan meja makan.


Ditinggal hanya berdua, Vierra tak berani mengangkat wajahnya untuk melihat Rangga, tetapi perutnya masih terasa lapar jadi dia masih menambah makanan ke piringnya lalu buru-buru menghabiskannya.


"Tidak perlu buru-buru, masih ada banyak waktu." Rangga mengingatkan Vierra.


Vierra mengangkat wajahnya melihat Rangga lalu kembali menunduk menyantap sarapannya.


'Apakah ini hanya pikiranku saja? Mengapa aku merasa bahwa Rangga selalu memperhatikanku? Padahal dia sudah menikah dengan Claudia dan tidur di ranjang yang sama, tapi kenapa Rangga malah terlihat cuek pada Claudia dan terus memperhatikanku?' Vierra bertanya-tanya dalam hatinya tapi dia tidak berani menanyakan hal tersebut pada Rangga.

__ADS_1


__ADS_2