Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
85. Hamil


__ADS_3

Di sore hari, Vierra cepat-cepat kembali ke rumah karena dia ingin menggunakan alat pengetes kehamilan yang tadi dibelinya di apotek.


Saat tiba di rumah, rumah masih kosong, jadi perempuan itu memasuki kamarnya lalu berjalan ke kamar mandi.


Setelah mengunci pintu kamar mandinya, ia kemudian menampung urinenya dan mencelupkan test pack pada urine tersebut.


Setelah 1 menit, Viera mengangkat alat pengetes itu lalu meletakkannya di meja.


Perempuan itu menunggu hasilnya dengan jantung berdegup kencang.


"Ya Tuhan,,,," dengan tangan gemetar Vierra mengambil test pack yang ada di atas meja lalu melihat dua garis yang tercetak di sana.


Vierra merasakan seluruh tubuhnya melemas ia perpedangan kepada meja sembari menatap dirinya di cermin.


'Anak yang malang ini,, Bagaimana aku akan menghadapinya?' Vierra merasa kepalanya hampir meledak memikirkannya.


Jika Claudia mengetahui masalah ini maka perempuan itu kemungkinan besar akan menyuruhnya menggugurkannya.


Terutama keluarga Faraday, mereka tidak akan membiarkannya mempermalukan keluarga itu.


"Aku harus tenang, biar kupikirkan perlahan-lahan." Ucap Vierra membuka pintu kamar mandinya.


Perempuan itu terkejut saat melihat saat Satya berdiri di depan pintu kamar mandinya.


Dengan cepat Vierra menyembunyikan tespek miliknya di belakang punggungnya.


Tetapi karena sedari tadi Satya sudah melihat ke arah Vierra maka pria itu dengan cepat mengetahui bahwa Vierra menyembunyikan sesuatu di punggungnya.

__ADS_1


"Ada apa denganmu? Mengapa begitu pucat?" Tanya Satya sembari melangkahkan kakinya mendekati Vierra.


Menggelengkan kepalanya, Viera kemudian berkata, "Aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir."


"Benarkah?" Tanya Satya terus melangkahkan kakinya hingga mereka berada pada jarak yang sangat dekat dengan pria itu menatap intens mata Vierra.


Ketakutan dan kegugupan yang ada di mata perempuan itu membuatnya sangat curiga, jadi dengan satu uluran tangan ia memegang tangan Vierra dan mengangkatnya di depan wajahnya.


Vierra begitu terkejut, "Apa yang kau lak--"


"Apa ini?!!" Satya terpaku melihat test pack di tangan Vierra menunjukkan dua garis merah.


Keduanya terdiam selama beberapa detik sampai Satya berkata, "Kau,, hamil?" Tanyanya.


Mendengar pertanyaan untuknya, wajah Vierra menjadi semakin panik sembari berusaha menarik tangannya.


"Kau,,, kau, sebaiknya kau keluar dari kamarku!!" Ucap Vierra membentak Satya hingga Rangga yang baru saja tiba di luar mendengar suaranya.


Rangga langsung berlari ke kamar Vierra dan melihat Satya sedang memojokkan Vierra ke dinding.


"Keparat!!" Teriak Rangga langsung mendekati mereka berdua.


Melihat bahaya yang datang, Satya langsung merebut hasil tes kehamilan dari tangan Vira lalu memasukkannya ke kantongnya.


Buk!!


Satya tak sempat menghindar karena dia memilih menyelamatkan Vierra, Jadi pria itu terkenal satu tinjuan hingga tersungkur di lantai.

__ADS_1


Setelah memukul Satya, Rangga langsung menoleh pada Vierra lalu menarik perempuan itu kepelukannya.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Rangga dengan kecemasannya.


Sakit berusaha bangkit, pria itu baru saja berdiri dengan tegap ketika pintu kamar kembali dimasuki oleh seseorang yang tak lain adalah kakak iparnya.


Claudia berdiri diam di ambang pintu melihat Rangga sedang memeluk Vierra, sementara Satya sedang memegangi wajahnya yang berdarah karena dipukul oleh Rangga.


"Apa yang terjadi?" Tanya Claudia dengan wajah yang tenang menatap Ketiga orang itu.


Satya yang melihat ketenangan Claudia melihat suaminya memeluk perempuan lain hanya bisa tertawa dalam hati.


Ternyata ada perempuan yang begitu dingin seperti Claudia!


Vierra langsung mendorong Rangga hingga mereka terpisah, "Kakak," ucap Vierra menatap kakaknya.


"Kau memukul adikmu?" Tanya Claudia pada Rangga.


"Bukan urusanmu!" Jawab Rangga.


"Tentu saja ini urusanku!! Ini adalah rumahku dan mereka berani berbuat mesum di sini!! Atau,," Claudia memperhatikan Vierra lalu kembali berkata, "Jangan bilang kau berpura-pura disakiti oleh Satya hingga Rangga menolongmu?" Tanyanya.


Claudia merasa bahwa demi melindungi hubungan mereka, Satya dan Vierra bersandiwara bahwa Vierra dipaksa oleh Satya hingga Rangga datang menolongnya.


"Aku akan pegi dari dumah ini!!" Tiba-tiba ucap Satya lalu pria itu berjalan keluar dari kamar Vierra.


Claudia memandangi kepergian Satya dan merasa bahwa pria itu mungkin takut karena sudah ketahuan, makanya langsung memutuskan untuk pergi.

__ADS_1


Menyadari hal itu, Claudia merasa tenang karena tidak akan ada lagi yang berbuat mesum di rumahnya, jadi perempuan itu melirik sekali lagi pada Rangga dan Vierra sebelum pergi ke lantai 2.


__ADS_2