Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
30. Dunia sangat sempit


__ADS_3

Akhirnya setelah lama berpikir mengenai masalah yang ia hadapi, Vierra kemudian meminjam telepon milik salah satu karyawan di swalayan itu lalu menelpon Claudia.


Drrtt.... Drrtt.... Drrtt....


Suara panggilan yang masuk ke ponsel Claudia namun tak ada yang mengangkatnya.


"Astaga,, Kenapa dia tidak mengangkatnya?" Vierra menggigit bibir bawahnya lalu dia kembali menekan tombol panggil untuk kedua kalinya.


"Halo?" Akhirnya suara Claudia terdengar juga dari seberang telepon.


"Halo Kak, ini aku Vierra, dapatkah Kakak mengirim daftar belanjaan yang harus dibeli ke nomor ini? Ponselku baru saja terjatuh dan rusak.." ucap Vierra.


"Baiklah, tunggu sebentar." Jawab Claudia dengan ketus lalu panggilan itu diakhiri.


Vierra mengangkat wajahnya menatap pelayan yang meminjamkan ponsel untuknya.


"Dapatkah saya meminta kertas dan pulpen?" Tanya Vierra.


"Tentu," kata pelayan itu lalu mengambil kertas dan pulpen untuk Vierra.


Setelah menulis daftar belanjaan yang diinginkan oleh Claudia, ia berterima kasih pada pelayan yang telah membantunya lalu perempuan itu mulai mengelilingi swalayan.

__ADS_1


Selama 1 jam berkeliling, Vierra akhirnya memenuhi troli nya dengan belanjaan yang menggunung.


Setelah membayar di kasir, Viera dibantu oleh pelayan dari swalayan mengangkat barang-barang tersebut ke mobilnya lalu Vierra meninggalkan swalayan.


Begitu tiba di rumah Vierra terkejut melihat sebuah mobil asing yang terparkir di halaman.


"Mobil siapa ini?" Ucap Vierra saat ia mengangkat barang belanjaannya dari mobil.


Tidak terlalu memikirkannya, Vierra kemudian memasuki rumah sambil menenteng kantong-kantong belanjaannya.


"Lho, kmau?!!" Tiba-tiba suara seorang pria yang setengah berteriak kearahnya mengagetkan Vierra hingga tanpa sadar perempuan itu melepaskan kantong belanjaannya.


Segera, belanjaan yang berada di dalam kantong tersebut tercecer di lantai.


"Kenapa kau di rumah Kakakku?!" Tanya Satya sembari membantu Vierra membereskan barang-barang yang tercecer di lantai.


Vierra melihat Satya, "Aku juga ingin bertanya hal yang sama. Mengapa kau berada di rumah Kakak ku?" Tanya Vierra.


"Rumah kakakmu?" Satya bertanya sembari mengerutkan keningnya memikirkan Siapa kakak yang dimaksud oleh Vierra lalu pria itu kembali berkata, "Apakah kau adik dari kakak iparku? Kak Claudia?" Tanyanya.


"Ya,, aku adik angkatnya." Vierra sembari memungut satu per satu buah yang tercecer di lantai.

__ADS_1


"Kebetulan sekali!! Aku adalah adik kandung Kak Rangga. Ternyata dunia ini begitu sempat hingga mempertemukan kita. Oya, masalah ponselmu yang sudah ku rusak itu, Aku akan membelikanmu besok. Aku janji!!" Ucap Satya sembari melemparkan senyum manisnya pada Vierra.


Dalam hatinya Dia merasakan sebuah perasaan aneh yang timbul sejak dia melihat Vierra di hotel.


Dan sekarang, perasaan itu menjadi semakin besar.


"Biar aku membantu mengangkat ini ke dapur." Ucap Satya saat ia mengambil alih kantongan yang tadi dibawa Vierra dari luar.


"Ah,, terima kasih,," kata Vierra merasa sangat senang karena ada yang membantunya jadi perempuan itu kembali lagi keluar mendapatkan 2 kantong belanja lain yang masih tersisa di bagasi mobilnya.


Buk!


Vierra meletakkan kantong belanjanya di atas meja lalu perempuan itu mengambil air mineral dari kulkas dan meneguknya.


"Kenapa kau pergi sendirian berbelanja?" Tanya Satya yang sedang mengupas jeruk yang ia dapat dari kantong belanjaan Vierra.


"Bagaimana lagi,, semua orang sedang sibuk jadi hanya aku yang bisa berbelanja. Oya,, kau kemari untuk bertemu dengan kakakmu?" Tanya Vierra.


"Ya, Tapi Kakakku belum kembali dari kantor, katanya dia akan kembali nanti pukul 07.00 malam." Jawab Satya.


"Begitu ya,, lalu Siapa yang membukakan pintu untukmu? Apakah kakak Claudia sudah kembali?" Tanya Vierra.

__ADS_1


"Ya, Dia sedang ada di ruang kerjanya, katanya ada banyak berkas yang harus ia selesaikan. Oya, Apa kau mau memasak makan malam? Aku sangat pandai dalam memasak, bagaimana kalau aku membantumu?" Tanya Satya.


"Baiklah,," jawab Vierra.


__ADS_2