Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
90. Membicarakan rencana pernikahan


__ADS_3

Setelah berbicara dengan orang tuanya, Satya akhirnya kembali ke kamarnya dengan perasaan yang menggebu-gebu.


Akhirnya setelah menahan patah hatinya selama satu hari satu malam, Ia kini merasa sangat lega karena sebentar lagi Vierra akan menjadi miliknya!!


Pria itu sama sekali tidak memperdulikan Bagaimana reaksi kakaknya setelah mengetahui rencananya, yang paling penting saat ini, kakaknya tidak akan bisa menghentikannya.


Maka malam itu Satya tidur dengan sangat nyenyak dan keju terkejut ketika di pagi hari kira-kira jam 09.00 dia dibangunkan oleh ibunya.


"Satya bangun!! Dasar pemalas!!" Teriak Windri sembari menggedor-gedor pintu kamar Satya.


Satya mengerjakan matanya melihat sinar matahari yang sudah memancar memasuki jendela kamarnya, pria itu dengan malas turun dari tempat tidur lalu membuka pintu kamar.


"Ibu,, Hari ini aku tidak ke kantor karena ak--"

__ADS_1


"Anak sialan!! Semua orang sudah menunggumu di bawah untuk membahas pernikahanmu dan kau masih tidur di sini?!! Bagaimana kau akan menikah kalau bangun tidur saja masih harus ibu yang membangunkanmu?!!" Teriak Windri langsung membuat Satya tersadar lalu pria itu tanpa menjawab ibunya segera berlari ke kamar mandi.


"Hah!! Inilah alasan mengapa aku menyuruh pria itu tinggal bersama kakaknya karena dia paling takut pada kakaknya!!" Kesal Windri menutup pintu kamar Satya lalu perempuan itu turun ke lantai 1.


"Satya belum bangun ya, biarkan saja, lagi pula zaman sekarang anak muda memang bangun paling cepat itu jam 10.00 pagi. Apalagi kalau sedang tidak ada kerjaan." Ucap Kartika tersenyum ke arah Windry.


"Hah,, dua anak laki-lakiku benar-benar memiliki sifat yang bertolak belakang. Satya ini yang paling sulit dikendalikan!!" Ucap Windri sembari berjalan ke arah sofq lalu duduk menatap dua orang besannya.


"Suamiku masih sementara siap-siap karena pagi ini juga dia ada meeting sampai pukul 09.00 pagi. Sebentar lagi pasti keluar dari kamar." Ucap Windri merasa bersalah pada dua orang itu karena mereka mengundangnya pagi-pagi ke rumah mereka, sementara semua tuan rumah masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


"Besan sangat pengertian, kalau begitu silakan nikmati teh dan kuenya dulu sambil menunggu semua orang berkumpul." Ucap Windri.


Ketika orang itu terus menunggu, Vierra yang sementara dalam perjalanan ke kediaman keluarga Edwar sedang mendapat omelan dari Claudia.

__ADS_1


"Sudah berani ya kau!! Bolos ke kantor celana setengah hari!! Kalau kau terus bolos begini, kapan kau akan mengulunasi hutang pada keluarga Faraday?" Bentak Claudia dari seberang telepon yang ditempelkan di telinga Vierra.


"Maaf Kak," ucap Vierra.


"Maaf-maaf!! Selalu saja itu yang kau katakan!! Pokoknya kau harus kembali ke kantor sebelum jam makan siang!!" Lagi teriak Vierra dari dalam telepon sebelum nada panggilan diputuskan menghiasi pendengaran Vierra.


"Uh,,, orang cerewet ini, Aku berharap di kehidupan keduaku aku ingin bertukar posisi dengannya supaya dia bisa merasakan apa yang kualami semenjak menjadi adik angkatnya!!" Kesal Vierra meletakkan ponselnya.


Perempuan itu terus mengendara sampai ia akhirnya tiba di kediaman keluarga Edward dan melihat Satya sudah berdiri di depan rumah menunggunya.


'Aataga,, kenapa perasaanku tidak enak? Jangan-jangan Satya sudah menceritakan masalah test pack kemarin?' dengan jantung berdekuk-degup Vierra memarkirkan mobilnya lalu turun menghampiri Satya.


"Kau tidak ke kantor?" Tanya Vierra berusaha bersikap tenang seperti tidak terjadi apa-apa diantara mereka.

__ADS_1


"Bagaimana bisa aku ke kantor? Hari ini kan kita akan menentukan tanggal pernikahan kita." Ucap Satya langsung membuat Vierra seolah disambar petir yang muncul dari tubuhnya sendiri!!!


__ADS_2