
"Wahh,, kau menceritakannya dengan wajah yang penuh senyuman seperti itu, kau benar-benar tidak keberatan diatur seperti itu?" Tanya Satya.
Vierra tersenyum ke arah Rangga, 'Tentu saja aku tidak keberatan karena selama ini aku sudah memiliki seorang pria yang mengisi hatiku. Pria itu tidak tergapai jadi buat apa aku berkencan dengan pria lain?' pikirnya dalam hati.
"Ada apa melihat Kakaku?" Satya bertanya dengan raut wajah cemburunya saat melihat Vierra malah terpaku menatap Rangga.
Tetapi ketika dia melihat Rangga, kedua orang itu ternyata,,,, bertatapan!!!!!
Perasaan Satya menjadi lebih aneh lagi, tetapi Vierra segera berkata, "Kakak ipar mengetahui semuanya karena kami juga satu sekolah dan sempat satu kelas."
"Ah begitu,, syukurlah,," Satya bernafas dengan lega, Dia pikir 2 orang itu memiliki sebuah hubungan hingga mereka malah bertatapan, ternyata Vierra menatap Rangga hanya karena ingin agar pria itu mendukung ucapannya.
"Ya,, dia tidak pernah berhubungan dengan pria manapun, seperti aku yang tidak pernah berhubungan dengan perempuan manapun." Ucap Rangga mengejutkan Satya.
Siapa yang bertanya?
Lagi pula katanya tidak pernah berhubungan dengan perempuan manapun?
Mau disembunyikan ke mana istri pria itu????
Satya langsung menatap Vierra, "Jangan dengarkan kakakku!! Dia memang suka berbohong, tidak pernah berhubungan dengan perempuan manapun Tapi sekarang sudah menikah dengan seorang perempuan!!
__ADS_1
"Oya,, karena dari dulu kau tidak pernah berhubungan dengan pria, Apakah sekarang kau memiliki niat untuk menjalin hubungan dengan seorang pria?" Tanya Satya dengan jantung berdegup kencang.
Mungkinkah dia punya kesempatan?
Vierra tampak diam sesaat, "Ya,, saat ini situasiku sedang sulit, aku tidak bisa memutuskan hal itu," ucap Vierra dengan sudut mata melihat ke arah Rangga.
Dia sudah terikat pernikahan dengan Rangga Jadi tidak mungkin dia menjalin hubungan dengan pria lain. Jika para penatua adat sampai mengetahuinya maka bisa jadi mereka,,,, akan kacau!!!
"Begitu ya,, kalau begitu aku akan menunggu saja." Ucap Satya membuat Vierra terkejut.
Perempuan itu menatap pria di hadapannya lalu bertanya, "Apa yang akan kau tunggu?"
Mengangkat kedua bahunya, Satya lalu menjawab, "Mununggumu."
"Hehhe,, bukan apa-apa, aku hanya bercanda." Jawab Satya.
Meski kemudian Vierra tidak memikirkan ucapan Satya, tetapi Rangga yang duduk di samping Satya tidak bisa untuk tidak memikirkan hal tersebut.
Dia menyimpulkan bawah Satya juga menyukai Vierra!
Akhirnya makan siang itu berjalan dengan cepat lalu Vierra kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaannya yang masih menumpuk.
__ADS_1
Saat jam pulang kantor, perempuan itu turun ke lobi dan berjalan kearah mobilnya yang terparkir di sudut parkiran.
"Nona,," tiba-tiba seorang pria mendekati Vierra yang merupakan seorang kurir.
"Ya, ada apa?" Vierra menghentikan gerakan tangannya yang hendak membuka pintu mobilnya.
Sang kurir mendekati Vierra kemudian bertanya, "Apakah Nona adalah Nona Vierra?"
"Ya saya sendiri," jawab Vierra.
Sang kurir tersenyum ramah lalu pria itu mengambil sebuah kotak dari tasnya, "Ini adalah paket kilat untuk Nona Vierra," kata pria itu menyerahkan paketnya pada Vierra.
Mengambil paketnya dan melihatnya dengan bingung, Vierra kemudian berkata, "Paket kilat? Aku tidak ingat kalau aku memesan sesuatu ataupun seseorang ingin mengirimiku sesuatu."
Sang kurir mengambil pulpen dan tanda bukti terima lalu menyerahkannya pada Vierra, "Saya tidak tahu menahu apapun tentang hal itu, yang penting paket ini diberikan pada Nona. Silakan tanda tangan di sini sebagai bukti penerimaan barang." Ucap kurir itu.
"Ah,, begitu ya," Vierra langsung menandatangani bukti penerimaan itu lalu mengembalikannya pada kurir yang bertugas.
"Terima kasih atas kerjasamanya, kalau begitu saya permisi dulu." Sang kurir melemparkan senyum ramah pada Vierra sebelum berbalik meninggalkan Vierra yang kebingungan di tempatnya.
Seumur hidupnya, Ini pertama kalinya dia mendapat sebuah paket tanpa pemberitahuan lebih awal.
__ADS_1
Tapi apa isinya?