Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
95. Pergi ke kota G


__ADS_3

Keesokan paginya, Vierra bangun seperti biasa menyiapkan semua makanan.


Saat sarapan, Vierra bisa merasakan Claudia yang terus melirik-lirik ke arahnya.


'Sepertinya Kak Claudia sudah benar-benar curiga pada kami. Atau mungkinkah kemarin malam dia sempat memergoki kami lagi saat kami sudah tertidur pulas?' Vierra menghela nafas, 'Apa yang ku pikirkan? Sebentar lagi,, tidak,, pagi ini aku akan segera meninggalkan tempat ini, jadi tidak perlu lagi khawatir untuk hal apapun.' pikir Vierra dalam hati.


Ketiga orang itu melanjutkan sarapan mereka sampai selesai lalu membiarkan Rangga dan Claudia meninggalkan rumah terlebih dulu.


Setelah dua orang itu pergi, Vierra kemudian berlari ke kamar menulis sebuah surat, mengirim uang senilai 500 juta pada Claudia lalu meninggalkan ponselnya.


'Ada banyak fotoku bersama Rangga di ponsel ini, tapi aku tidak bisa membawanya. Mereka pasti akan melacakku dengan ini.' pikir Vierra lalu mengambil beberapa barang-barang pentingnya saja.


"Untunglah aku sudah mencetak beberapa fotoku dengan Rangga. Ini akan menjadi kenang-kenanganku dengannya." Ucap Vierra memandangi fotonya dengan Rangga lalu memasukkannya ke sebuah tas ransel yang akan ia bawa.


Setelahnya, Vierra meninggalkan rumah itu menaiki taksi menuju dermaga.


Begitu tiba di dermaga, dia mencari sebuah kapal kecil yang bisa disewa.


Dia tidak mau menggunakan kapal besar karena kapal tersebut memerlukan kartu identitas yang bisa membuatnya mudah dilacak. Sementara dia, dia tidak mau satupun orang menemukannya, dia hanya ingin pergi sejauh mungkin lalu menghilang.


"Permisi, bisakah saya menyewa kapal untuk mengantar saya ke pulau A?" Tanya Vierra pada seorang pria yang memiliki sebuah kapal.


"Ah,, kalau mau pergi ke pulau A harus menggunakan kapal besar. Kalau kapal kami yang kecil ini, hanya bisa mengantar sampai di di pulau G." Ucap pria paruh baya.

__ADS_1


"Tapi di pulau G, dapatkah saya menyambung dengan sebuah kapal kecil lain untuk tiba di pulau A?" Tanya Vierra.


"Sepertinya tidak bisa, Kenapa Nona tidak menaiki kapal besar saja?" Tanya pria itu.


"Ah, tidak, kalau begitu saya ke pulau G saja," kata Vierra lalu menaiki kapal kecil yang membawanya ke pulau G.


Sembari menunggu kapal sampai di dermaga, Vierra memikirkan perjalanannya.


'Aku rasa pulau G tidak buruk, meski dekat dari ibu kota, tapi akan tetap sulit untuk melacakku karena sedari meninggalkan rumah aku tidak pernah meninggalkan jejak.' pikir Vierra


Setelah tiba di pulau G, perempuan itu membayar pada sang pemilik kapal lalu mencari sebuah kendaraan umum yang membawanya untuk mencari tempat tinggal.


Vierra memandang keluar jendela mobil sampai ia melihat sebuah toko yang dituliskan mencari karyawan yang bisa tinaggal di lantai ruko itu.


"Halo," Vierra memasuki tokoh dan melihat seorang perempuan tua sedang menjaga toko tersebut.


Toko itu adalah toko yang menjual barang campuran. Jadi yang diperlukan tempat itu hanyalah penjaga kasir sekaligus pelayan yang menata barang-barang di toko.


"Ya, Ada yang bisa saya bantu?" Tanya perempuan tua yang sudah memakai kacamata.


"Begini, saya melihat pengumuman di depan, katanya toko ini menginginkan seorang karyawan. Jadi saya masuk kemari untuk menanyakan apakah tokonya masih membuka lowongan pekerjaannya atau--"


"Tentu!!!" Perempuan tua itu berseru dengan sangat senang persamaan dengan mata berbinar-binarnya menatap Vierra.

__ADS_1


Perempuan di depannya sangatlah cantik, jadi tokonya mungkin bisa menarik perhatian banyak orang saat penjaga tokonya adalah seorang perempuan cantik.


"Lowongan itu masih tersedia, kalau kau berniat untuk bekerja di sini, kau bisa mulai bekerja hari ini. Semua fasilitas tempat tinggal dan kebutuhanmu di sini akan kutanggung dengan gaji per bulan senilai 2 juta rupiah." Perempuan itu berbicara terus terang pada Vierra.


"Tentu! Saya mau." Ucap Vierra yang merasa sangat senang karena gaji sebesar itu sudah bisa dikatakan sangat banyak, apalagi kebutuhannya akan ditanggung selama bekerja.


"Bagus! Kalau begitu, ikuti aku untuk berganti pakaian." Ucap perempuan itu lalu membawa Vierra ke belakang.


Vierra menerima pakaian dari perempuan tua itu dan bertanya, "Apakah Nenek memerlukan kartu identitasku atau yang lainnya?" Tanya Vierra.


"Tidak perlu, cukup beritahu saja namamu." Ucap perempuan tua yang bernama Sabrina.


"Ya, nama saya,," Vierra berpikir sesaat, 'Sebaiknya untuk menghindari Rangga atau siapapun nanti menemukanku, maka sebaiknya aku menggunakan nama samaran.' pikir Vierra.


"Siapa namamu?" Sabrina bertanya lagi saat melihat Vierra tampak tertahan.


"Uh,, itu, Nama saya terlalu panjang dan sulit diucapkan bagaimana kalau saya memberikan nama singkat saja? Nama saya Ira," ucap Vierra.


"Baiklah Ira, kau bisa mulai bekerja sekarang, tugas pertamamu adalah mengecek persediaan barang di toko ini." Ucap Sabrina diangguki oleh Vierra lalu perempuan itu segera berjalan-jalan di area toko untuk mengecek persediaan barang.


Sabrina kembali ke kasir lalu dari monitor CCTV ia memperhatikan Bagaimana Vierra bekerja.


'Hmmm,, sepertinya perempuan ini bekerja dengan baik.' Sabrina merasa senang karena selain melihat Vierra yang bekerja dengan baik, dia juga mendapat bonus dari paras Vierra yang cantik yang bisa memikat pelanggan ke tokonya.

__ADS_1


__ADS_2