Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
59. Suara dari kamar Vierra


__ADS_3

Setelah hari di mana Vierra menerima Rangga, maka mulai hari itu Rangga terus tidur di kamar Vierra dan pada subuh hari dia berpindah ke ruang kerjanya.


Mereka juga lebih banyak menghabiskan waktu bersama di dapur dan terlebih membuat alasan membahas proyek untuk bertemu.


Awalnya Claudia sama sekali tidak curiga, tetapi setelah dua minggu berlalu, perempuan itu mulai menyadari keanehan ketika dia tak sengaja terbangun di tengah malam.


"Dimana dia?" Katanya ketika dia bangun karena merasa haus dan tanpa sengaja melihat kearah sofa.


Sofa itu kosong!


Claudia menghela nafas menatap ke arah sofa kosong, "Kalau tidak salah ingat Sudah beberapa hari ini dia tidak pernah tidur di sofa itu. Dia tidur dimana?"


Caludia merasa penasaran jadi perempuan itu segera turun dari ranjang dan mencari Rangga ke ruang kerja pria itu.


Ruang kerja tersebut terkunci jadi Claudia tidak bisa masuk, "Apakah dia memilih tidur di ruang kerjanya?" Claudia menghela nafas lalu perempuan itu berjalan ke lantai bawah untuk mengambil air di dapur.


Tapi perempuan itu mengerutkan keningnya ketika dia melewati kamar Claudia dan mendengar suara tawa dari dalam kamar.


"Jangan menggelitik ku!!! Aku harus tidur!!" Terdengar suara samar Vierra.

__ADS_1


'Dengan siapa Vierra berbicara?' Claudia yang merasa penasaran mendekatkan diri ke pintu kamar perempuan itu lalu menempelkan telinganya di daun pintu.


Di dalam kamar, Rangga tidak berhenti menggelitik perempuan yang sedang polos dipelukannya.


"Jangan!!! Jangan!! Ha ha ha..." Vierra terus tertawa karena merasa geli.


"Tolong,, ini sudah sangat larut,, kita harus tidur,,," ucap Vierra memegangi tangan Rangga.


"Baiklah,, kita lanjutkan besok pagi." Rangga setengah berbisik di telinga Vierra lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuh polos mereka berdua.


Setelahnya, keduanya berpelukan untuk memasuki dunia mimpi.


'Siapa yang bersama Vierra?' Claudia bertanya-tanya dalam hatinya sembari berjalan ke arah dapur untuk mendapatkan air putih.


'Hanya ada dua pria di rumah ini, Rangga tidak ada di kamar, jadi.... Tidak!! Pintu ruang kerja Rangga dikunci, pria itu pasti tidur di sana, kalau engitu,,' Claudia mengambil segelas air putihnya lalu perempuan itu berjalan ke kamar Satya untuk memastikan bahwa Satya tidak ada di kamarnya.


Mendekati pintu kamar, Claudia mengundurkan tangannya memutar handle pintu dan mendapati pintu tersebut dikunci.


Sesaat Claudia berpikir di depan pintu lalu perempuan itu kembali ke kamarnya karena tidak memiliki cara untuk mengecek siapa pria yang berada di kamar Vierra.

__ADS_1


'Itu tidak mungkin Rangga, pria itu tidak akan merendahkan harga dirinya sampai ke titik itu.' pikir Claudia meletakkan gelasnya di nakas lalu perempuan itu naik ke tempat tidur.


Claudia tidur dengan nyenyak sampai pagi hari dia terbangun ketika mendengar shower dari kamar mandi dinyalakan.


Perempuan itu langsung bangun lalu menunggu Rangga keluar dari kamar mandi.


"Kemarin malam kau tidur di mana?" Tanya Claudia saat pria itu selesai mandi.


Rangga yang hendak pergi ke ruang ganti menghentikan langkahnya lalu menatap Claudia "Apakah kau lupa dengan kesepakatan kita? Tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing?" Tanya Rangga tanpa mengharapkan jawaban Claudia lalu pria itu memasuki ruang ganti.


Duduk di tepi ranjang, Claudia menatap punggung pria itu lalu perempuan itu segera keluar kamar berjalan ke ruang kerja Rangga.


Ia memutar handle pintu ruang kerja tersebut dan mendapati pintu tersebut tidak dikunci.


Claudia terdiam sesaat lalu mendorong pintu itu dan melihat sebuah selimut yang tercecer di lantai dan bantal yang tergeletak di atas sofa yang terletak di ruangan itu.


'Sudah kuduga!!' Claudia menggertakan giginya menutup pintu itu lalu turun ke lantai bawah.


Dari arah dapur Claudia mendengar suara Satya dan Vierra yang sedang bercanda.

__ADS_1


'Beraninya mereka berbuat mesum di rumahku!!!' Claudia merasa sangat kesal sembari melangkah cepat ke arah dapur untuk memarahi dua orang itu.


__ADS_2