Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
36. Tidak bisa memotong wortel


__ADS_3

"Pekerjaan perempuan? Apa maksudmu dengan itu?" Tanya Rangga sambil mengerutkan keningnya.


Vierra tertegun sesaat karena dia tidak menyangka Rangga akan menanyakan tentang pekerjaan perempuan.


Tetapi karena pria itu sudah bertanya maka Vierra menundukkan kepalanya sembari meneruskan memotong-motong wortel lalu berkata "Ya,, ini adalah pekerjaan perempuan. Memasak di dapur adalah pekerjaan perempuan."


Rangga mengeryit, "Kalau memang memasak di dapur adalah pekerjaan perempuan maka menurutmu Apa pekerjaan lelaki?" Tanya Rangga dengan tatapan terus meniti perempuan yang sedang sibuk memotong-motong wortel.


"Ya, tentu saja mencari uang dengan bekerja di luar rumah." Jawab Vierra.


Mendengar ucapan Vierra, Rangga akhirnya tertawa dengan keras "Ha ha ha... Pemikiran kolot seperti itu, ternyata kau juga masih memeliharanya?"


Rangga merasa sangat lucu, mereka sudah hidup di jaman modern,, mengapa perempuan di depannya masih memiliki pandangan orang batu??


Vierra menghentikan gerakan tangannya yang memotong wortel lalu mengangkat wajahnya melihat Rangga yang masih tertawa begitu keras seolah-olah pria itu sedang menertawakan pikiran Vierra.


Pria itu sangat tampan,, tapi..... Dia tidak boleh terpesona secara terang-terangan di depan rangga!!!


"Apa maksud kakak ipar? Aku kolot?!!" Tanya Vierra dengan suara kesal.


Mendengar suara Vierra yang tidak terima dengan ucapannya, Rangga menghentikan tawanya lalu menatap perempuan itu, "Menurutmu? Coba kau pikirkan, saat ini aku dan kau bekerja di luar rumah, sama-sama untuk mencari uang bukan?? Lalu Apakah aku harus melarangmu untuk keluar mencari uang karena itu adalah pekerjaan lelaki?" Tanya Rangga mendekatkan wajahnya menatap tajam ke mata Vierra.


Menyadari wajah mereka yang terlalu dekat, Vierra langsung mundur dan menundukkan kepalanya, ia merasa panas pada seluruh wajahnya.

__ADS_1


"Aku,," Vierra kebingungan harus menjawab apa, dia tergugup di tempatnya.


Melihat Vierra yang tampak malu, Rangga akhirnya berhenti menggoda perempuan itu lalu dia mengambil alih wortel dan pisau di tangan Vierra dan mulai memotongnya, "Sini, biar aku bantu!!"


Vierra langsung menyingkir ke samping memperhatikan Rangga yang sedang memotong wortel.


Setelah beberapa saat dia melihat potongan wortel yang dibuat oleh Rangga begitu tebal dan besar.


Jadi perempuan itu langsung menghela nafas, "Sudah hentikan!!" Vierra mengulurkan tangannya merebut pisau dari tangan Rangga.


"Kenapa?" Tanya Rangga mengulurkan tangannya untuk kembali merebut pisau dari tangan Vierra, tapi perempuan itu malah menjauhkannya dari Rangga.


"Lihat!! Kakak ipar memotong wortel terlalu tebal dan terlalu besar jadinya wortelnya tidak terlihat bagus. Jadi biar aku saja yang melakukannya supaya wortelnya terlihat indah saat di makan," ucap Vierra tersenyum.


Namun ketika pria itu masih melihat wortelnya tiba-tiba suara dari belakang menarik perhatiannya.


"Ha ha ha... Makanya Kak, kalau sudah dibilangin untuk tidak membantu maka jangan membantu. Kan pekerjaan Vierra Jadi bertambah lagi, Dia harus memotong ulang wortelnya. Buang- buang waktu," Satya berdiri di ambang pintu sembari tersenyum ke arah Rangga.


"Aku yang menawarkan bantuan masih jauh lebih baik daripada kau yang tidak bisa berbuat apa-apa!!" Ucap Rangga menatap sinis pada adiknya.


Meski mereka berdua saling menyayangi, tetapi mereka berdua juga sering kali bertengkar untuk mengejek satu sama lain.


Tetapi Rangga tidak akan pernah membiarkan adiknya memojokkannya di depan Vierra yang merupakan orang yang ia sukai.

__ADS_1


"O ya,, kalau begitu biar aku melakukannya." Ucap Satya berjalan ke arah Viera lalu mengambil pisau dari Vierra.


Pria itu lalu memotong-motong wortel dengan ukuran yang sama yang tadi dipotong oleh Vierra.


Dari samping, Rangga memperhatikan adiknya yang sangat cepat memotong wortel dan terlebih potongan wortel itu semuanya berada dalam ukuran yang sama.


Set set set...


Tidak cukup 1 menit satu wortel habis dipotong oleh Satya.


Pria itu mengangkat wajahnya dan tersenyum ke arah Vierra, "Bagaimana? Apakah ini sesuai dengan ukuran yang kau inginkan?" Tanyanya.


Vierra memperhatikan potongan wortel yang dibuat oleh Satya lalu perempuan itu menganggukkan kepalanya, "Ya, kau melakukannya dengan sangat baik."


Satya tersenyum puas lalu memandang kakaknya, "Kak lihat 'kan? Sebaiknya Kakak pergi saja bersiap untuk pergi ke kantor karena kakak benar-benar tidak cocok membantu di dapur. Seseorang harus tahu keahliannya sebelum menawarkan diri untuk membantu orang lain." Ucap Satya melemparkan senyumnya ke arah Rangga.


Rangga tidak memperdulikan senyum yang diberikan oleh Satya, pria itu melihat kearah Vierra yang tampak datar menatapnya.


"Baiklah, kalian selesaikan memasaknya." Ucap Rangga lalu pria itu berbalik meninggalkan Satya dan Vierra.


'Sial!! Bisa-bisanya aku tidak bisa memotong wortel dengan bagus!' gerutu Rangga pada dirinya sendiri.


Seandainya dia bisa melakukannya dengan baik maka dia bukannya diusir dari dapur namun dia malah akan mendapat pujian dari Vierra.

__ADS_1


Tapi karena dia melakukannya dengan buruk maka Satya lah yang kini mendapat pujian dari Vierra dan memiliki kesempatan untuk lama-lama berduaan dengan Vierra membantu perempuan itu membuat sarapan.


__ADS_2