Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
46. Membicarakan bulan madu


__ADS_3

Kembali ke ruang kerjanya, Rangga duduk sendirian memikirkan Vierra yang ternyata memilih menggunakan ponsel pemberian Satya ketimpang ponsel pemberiannya.


'Kenapa? Apa alasan dia melakukan itu?' pria itu terus berpikir sampai akhirnya seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya.


Tok tok tok...


"Masuk," katanya pada orang di depan pintu kerjanya lalu terlihat handle pintu diputar dan seorang perempuan memasuki ruang kerjanya.


Pria itu terdiam melihat Vierra yang terlihat ragu-ragu memasuki ruangannya.


"Maaf, itu,, Apakah kakak ipar sedang sibuk?" Tanya Vierra.


Rangga memperhatikan berkas yang dibawa oleh Vierra, pastilah perempuan itu ingin menanyakan sesuatu.


"Masuklah," ucap Rangga.


Vierra segera masuk dan hendak menutup pintu Ketika seseorang menghalanginya.


"Kak Claudia," ucap Vierra melihat Claudia yang berdiri menahan pintu yang hendak didorong Vierra.

__ADS_1


"Aku ingin berbicara dengan Rangga sebentar," ucap Claudia dengan wajah datarnya langsung diangguki oleh Vierra.


Vierra segera keluar dan membiarkan Claudia masuk ke ruangan Rangga.


Menunggu di depan pintu, Vierra menempelkan telinganya ke daun pintu, berharap bisa mendengar sesuatu dari dalam.


Dan untunglah, pendengarannya masih berfungsi dengan baik, meski samar-samar dia mendengarnya tetapi dia masih bisa memahami nya dengan akurat.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Rangga pada Claudia.


Claudia menghela nafas lalu perempuan itu berjalan ke kursi kosong di dekat meja Rangga dan duduk di sana sambil bersila kaki.


"Ibumu baru saja menelponku dan dia menanyakan masalah bulan madu. Dia berharap kita meninggalkan pekerjaan dan pergi berbulan madu, setidaknya selama tiga hari sebelum kembali bekerja." Ucap Claudia.


"Aku bilang aku akan membicarakannya dulu denganmu, tetapi dia bilang supaya kita lebih cepat memutuskan. Oh ya Ibumu juga membahas masalah anak," ucap Claudia langsung membuat Vierra dan Rangga yang mendengarkannya terdiam membeku.


'Anak?? Apakah itu artinya,,,' Vierra yang menguping di depan pintu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Dia benar-benar gugup untuk mendengarkan jawaban Rangga.

__ADS_1


Namun, baru saja dia mendengar Rangga berbicara sepatah kata ketika tubuhnya langsung ditarik dari pintu.


"Ahh,," Vierra berbalik melihat satya yang menariknya dan perempuan itu mendengus kesal saat Satya menatapnya dengan tatapan tajam.


"Apa yang dilakukan perempuan sepertimu di depan ruang kerja seorang pria yang sudah beristri?" Tanya Satya tanpa mengurangi tatapan tajam yang ia berikan pada Vierra.


Vierra menghela nafas lalu menatap sinis pada Satya, "Aku sedang menguping mereka membicarakan masalah bulan madu." Katanya.


Satya mengeryit, "Bulan madu?" Tanyanya.


Mengapa Vierra malam menguping dua orang yang sedang membahas bulan madu pernikahan mereka?


"Ya,, aku bertanya-tanya kapan rumah ini akan terbebas dari hal-hal yang tidak menyenangkan," ucap Vierra langsung disalahpahami oleh Satya.


Dia kini berpikir bahwa Vierra begitu bersemangat untuk mendukung bulan madu Rangga dan Claudia agar rumah itu hanya bisa dihuni oleh mereka berdua.


Jadi pria itu dengan semangat menganggukkan kepalanya lalu mendekat kearah pintu, menempelkan telinganya.


"Apa yang kau lakukan??" Tanya Vierra yang merasa bingung.

__ADS_1


"Tentu saja mendengarkan pembicaraan mereka. Aku tidak sabar mereka segera pergi berbulan madu supaya hanya kita berdua saja yang di rumah ini." Ucap Satya membuat Viera terbengong.


Perempuan itu menjerit dalam hatinya, 'Bukan itu maksudku!!! Maksudku adalah segala sesuatu yang tidak menyenangkan segera dibebaskan dari rumah ini, termasuk kau!!!!!!'


__ADS_2