Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
60. Claudia curiga pada Satya dan Vierra


__ADS_3

Dari arah dapur Claudia mendengar suara Satya dan Vierra yang sedang bercanda.


'Beraninya mereka berbuat mesum di rumahku!!!' Claudia merasa sangat kesal sembari melangkah cepat ke arah dapur untuk memarahi dua orang itu.


Ketika tiba di dapur, dilihatnya Vierra sedang mengaduk makanan yang diletakkan di atas kompor sementara Satya memotong-motong sayur.


"Haha... Lalu apa yang kau lakukan setelah menemukan daging ayam yang kau pesan ternyata ada ulat??" Tanya Vierra sembari tertawa keras.


"Aku ingin marah, tapi penjualnya adalah seorang perempuan paruh baya yang membuatku tidak tega. Kau tahu apa yang kulakukan? Aku membungkus makanan itu lalu membawanya pulang. Di tengah jalan Aku melemparkannya ke tong sampah saking kesalnya aku pada penjual tersebut!!" Cerita Satya kembali disambut galak tawa Vierra.


"Kalian!!" Tiba-tiba suara Claudia mengagetkan dua orang itu hingga Mereka serempak melihat pada Claudia.


"Selamat pagi kak," ucap Vierra.


"Ah,, Kakak Ipar, tumben sekali pagi-pagi sudah ada di dapur. Apakah kakak ipar membutuhkan sesuatu?" Tanya Satya dengan wajah khasnya yang dipenuhi senyum.

__ADS_1


Claudia memperhatikan sandiwara 2 orang di depannya, 'Kalau aku memarahi mereka sekarang, mereka bisa mengelak, tapi kalau nanti malam aku memergoki mereka langsung di kamar, maka mereka tidak akan bisa lagi membantah.' pikir Claudia dalam hati lalu perempuan itu berbalik meninggalkan dua orang yang kebingungan di tempatnya.


"Kakak mu benar-benar aneh. Aku jadi kasihan pada kakak ku yang harus menikah dengan perempuan itu!" Ucap Satya sembari mendengus.


Vierra menelan air liurnya lalu berbalik mengaduk masakannya, "Aku rasa Dia sedang datang bulan. Sebaiknya pagi ini kita jangan membuat keributan di meja makan." Ucap Vierra diangguki oleh Satya.


Akhirnya sarapan hari itu adalah sarapan pertama di mana Vierra dan Satya sama sekali tidak berbicara di meja makan hingga mereka selesai sarapan.


Satya akan berangkat ke kantor, saat dia tidak membiarkan Vierra menyetir mobilnya.


Claudia yang duduk di dalam mobil Rangga memperhatikan mobil yang melaju di depan mereka, "Apa yang akan kau lakukan jika ternyata adikku dan adikmu memiliki hubungan terlarang?" Tiba-tiba tanya Claudia.


Rangga yang sedang menyetir melihat perempuan yang duduk disampingnya lalu berkata, "Adikku tidak akan melakukan hal seperti itu. Lagi pula hal terlarang apa yang kau katakan?" Tanya Rangga.


"Hah,, kemarin malam aku turun ke lantai bawah untuk mengambil air putih dan mendengar suara-suara aneh dari kamar Vierra. Kalau bukan Satya yang berada di kamarnya, lalu mungkinkah ada pria lain yang menyusup ke rumah kita?" Ucap Claudia sembari melirik Rangga yang tampak tenang menyetir.

__ADS_1


"Memangnya suara seperti apa yang kau dengar?" Tanya Rangga dengan suara tenang.


"Aku tidak bisa menjelaskannya tapi yang jelas aku mendengar Vierra sedang berbicara dengan seseorang di kamarnya." Ucap Claudia.


"Hanya itu?" Tanya Rangga.


"Ya, memang hanya itu, Tapi tetap saja saat aku mendekati pintu kamarnya pintu kamar itu dikunci dari dalam." Ucap Claudia.


"Ooh,, mungkin saja itu hanya suara TV yang dinyalakan di kamar Vierra." Jawab Rangga seolah-olah pria itu sama sekali tidak memperdulikan masalah yang baru saja diceritakan oleh Claudia.


"Sepertinya kau terlalu mempercayai adikmu!" Kata Claudia mendengus kesal lalu perempuan itu menatap keluar jendela.


'Aku yakin mereka berdua melakukan hal tak senonoh di dalam kamar. Pokoknya nanti malam aku akan memergoki mereka berdua!!!' pikir Claudia dalam hati.


Rangga yang menyetir melirik perempuan yang tampak berpikir lalu menghela nafas pelan, 'Sepertinya dia sudah curiga. Aku harus memikirkan cara lain agar Claudia tidak menyadarinya.' pikir Rangga dalam hati, ia tidak mau melewati satu malam pun tanpa memeluk Vierra.

__ADS_1


__ADS_2