
Vierra duduk di salah satu bilik toilet sembari membuka buku hariannya yang ia bawa dalam tas miliknya.
Perempuan itu melihat uang pecahan rp50.000 yang ia ambil dari Rangga.
Cukup lama dia melihat uang yang terlihat sangat baru itu,, barang pertama yang ia dapat dari Rangga, pria yang ia cintai.
'Hei Rangga,, suamiku,, hah,, suamiku yang sebentar lagi menikah dengan kakak angkat ku, padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri tidak akan menangis ataupun terluka karena hal ini. Tapi,, ini sangat sulit bagiku,,,' ucap Vierra kemudian mendongak ke atas agar air matanya yang sudah terkumpul di pelupuk matanya tidak jatuh ke pipinya.
"Aku tidak boleh menangis, ini hanya garis takdir yang tidak menguntungkan bagi ku. Lagipula kalau aku tinggal bersama mereka maka gajiku per bulan akan semakin banyak lalu aku bisa mempercepat melunasi hutang kepada keluarga Faraday." Vierra berusaha memikirkan sisi positifnya.
Sudah lama dia ingin terbebas dari keluarga Faraday agar dia bisa menentukan garis hidupnya sendiri.
"Aku baik-baik saja....." Vierra kembali memberi semangat pada dirinya lalu memejamkan matanya mengumpulkan energi positif didalam tubuhnya.
"Baiklah!! Sekarang bukan waktunya untuk termehek-mehek! Sekarang waktunya untuk berdandan cantik!!" Kata Vierra menutup buku hariannya lalu perempuan itu meninggalkan toilet menuju lantai 8.
Ketika tiba di sana, dia melihat Claudia sudah menggunakan gaun pengantinnya dan riasannya juga telah selesai.
Vierra terdiam, 'Astaga,, Claudia sangat cantik, pantas saja dia dipilih oleh Rangga untuk menjadi istrinya. Apalah aku yang hanya merupakan anak angkat yang dipungut dari jalanan, orang tuaku saja tidak jelas asal-usulnya, bagaimana bisa aku merasa iri pada Claudia yang bisa menikah dengan Rangga?
__ADS_1
"Rangga memang pantas mendapat perempuan terbaik, bukannya perempuan seperti ku!!' pikir Vierra dalam hati sembari melihat Claudia yang tampak cantik di depannya.
"Vierra cepatlah berdandan!!" Ucap Kartika pada Vierra yang baru memasuki ruangan.
Resepsi pernikahan akan dimulai 15 menit lagi, tapi Vierra belum menggunakan sedikitpun riasan.
"Baik,," kata Vierra berjalan ke meja rias lalu duduk di sana dengan salah seorang penata rias menanganinya.
"Buat riasannya sesederhana mungkin, aku tidak mau ada perempuan yang lebih menarik perhatian daripada aku!!" Ucap Claudia ketika sang penata rias mulai merias wajah Vierra.
"Baik Nona," jawab sang penata rias tanpa menghentikan gerakan tangannya yang sedang membersihkan wajah Vierra.
"Astaga,, Claudia, Bagaimana bisa Vierra menyaingimu di acara pernikahan mu? Kau ini ada-ada saja...! Yang akan duduk di altar pernikahan adalah kau, Jadi bagaimana bisa Vierra mencuri perhatian?" Kartika tertawa kecil melihat putrinya.
"Tapi--"
"Tidak apa kok Bu, lagi pula aku memang tidak percaya diri kalau harus diperhatikan banyak orang." Ucap Vierra yang tidak mau membuat Kartika dan kalau dia kembali berdebat karena dirinya.
Dia tahu dan sadar diri bahwa dirinya hanyalah anak angkat yang kebetulan beruntung ditemukan Kartika di jalanan lalu dibawa pulang ke kediaman Faraday.
__ADS_1
Jadi tidak mungkin dia merusak suasana keluarga Faraday dengan kehadirannya.
"Baguslah kalau kau sadar diri, sebaiknya kau pikirkan saja cara mendapatkan uang lebih untuk membayar hutang supaya keluarga Faraday tidak terus-menerus menampungmu! Lagipula beberapa waktu kedepan aku akan memecat salah satu sekretaris ku, mungkin saja itu adalah kau," kata Claudia menggetkna Vierra.
Sedangkan menjadi salah satu angota sekretaris CEO saja tidak mampu menutupi hutangnya yang sudah dikeluarga Faraday untuunya, apalagi kalau dia sampai turun jabatan atau sampai tidak memiliki pekerjaan.... Bagaimana caranya dia akan melunasi hutangnya pada keluarga Faraday?
"Kak Claudia,, kau mau memecatku?" Vierra bertanya dengan tatapan tak percaya pada perempuan yang berdiri di depan cermin.
"Ya,, semua itu tergantung pada kinerjamu di perusahaan," jawab Claudia dengan enteng.
"Claudia,, Vierra ini adik angkat mu, tidak boleh bersikap seperti itu padanya. Lagipula selama ini Vierra selalu tekun dalam bekerja, dia tidak pernah setengah-setengah membantumu di kantor." Ucap Kartika membela Vierra.
"Ya,, ibu selalu saja membela anak angkat ibu ini sampai melupakan anak kandung sendiri." Gerutu Claudia.
"Tidak,, ibu tidak seperti itu,, mana mungkin Ibu membeda-bedakan kalian berdua? Kalian ini memiliki tempat yang sama dimata ibu, sama-sama berharga." Ucap Kartika membuat Claudia langsung melirik pada ibunya.
"Apa kata ibu? Kami berdua memiliki tempat yang sama di hati ibu? Jadi menurut Ibu antara anak kandung dan anak angkat sama sekali tidak ada bedanya? Ha ha ha... Vierra kau lihat sekarang kan,, kau sudah berhasil memanipulasi otak ibuku!!" Kata Claudia dengan tatapan tajam pada Vierra.
"Itu,," Vierra tidak tahu harus berkata apa.
__ADS_1
"Claudia,, ini hari pernikahanmu, jangan memulai pertengkaran di hari yang baik seperti ini." Kartika memperingatkan putrinya.
"Hah,, baiklah, percakapan ini berakhir di sini tapi lain kali jika Ibu kembali mengatakan hal seperti itu,, sebaiknya lupakan saja aku sebagai anak kandung ibu!!" Kesal Claudia.