
Kantor Rangga.
Ting!
Sebuah pesan masuk ke ponsel Rangga.
*Kakak ipar, tolong jangan berkata seperti itu. Aku tidak mau jika ada orang yang jadi salah paham.*
Rangga membaca pesan dari Vierra, perasaan bersemangat yang tadi memenuhi dirinya ketika sedang berbalas pesan dengan Vierra kini menghilang seperti embun pagi yang terkena cahaya matahari. Menghilang tanpa jejak!!!
Mereka hanya membahasnya secara pribadi tetapi perempuan itu bahkan tidak mengizinkannya membahas hubungan mereka.
Apakah ini artinya perempuan itu sama sekali tidak memiliki rasa peduli untuk pernikahan mereka?
Rangga menghela nafas lalu mematikan ponselnya, 'Padahal aku sangat senang bisa menikah dengannya, tapi mengapa dia?' pria itu memejamkan matanya lalu mengambil kunci mobilnya.
Rangga mengendarai mobilnya ke rumah dan mendapati Vierra juga baru sampai.
Keduanya turun dari mobil dan saling berpandangan satu sama lain.
__ADS_1
"Kakak Ipar, dimana Kak Claudia?" Tanya Vierra yang kebingungan melihat pria itu hanya kembali sendirian, padahal seharusnya Rangga menjemput Claudia.
Saat itulah Rangga baru menyadari bahwa ia telah melupakan seseorang karena saking marahnya dia pada Vierra.
"Aku akan kembali menjemputnya," kata Rangga dengan suara datar lalu pria itu kembali memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah.
Vierra memandangi kepergian mobil Rangga, "Ada apa dengannya? Bagaimana dia bisa dia melupakan istrinya sendiri?" Ucap Viera dengan bingung.
"Itu karena dia terlalu fokus pada pekerjaan, dia sudah biasa seperti itu." Jawab seorang pria yang berjalan mendekati Vierra.
Vierra memalingkan wajahnya ke sumber suara dan melihat Satya datang ke arahnya dengan sebuah paperbag di tangannya.
"Ini," pria itu menyerahkan paper bag pada Vierra.
Sebuah kotak ponsel.
Satya tersenyum ke arah Vierra, "Itu ganti ponselmu." Katanya.
"Ah,,," Vierra tersenyum kikuk, "Terima kasih, tapi sebenarnya Kau tidak perlu--"
__ADS_1
"Jangan sungkan, itu adalah ganti ponselmu yang kurusak, jadi mau tidak mau kau harus menerimanya atau aku mungkin akan menjadi seorang pria pengecut karena tidak bisa bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah kulakukan." Ucap Satya tak mau memberi kesempatan untuk Vierra menolak ponsel yang ia berikan.
Tak bisa membantah lagi, Vierra akhirnya menganggukkan kepalanya, Terima kasih," katanya.
"Sama-sama, aku akan melihatmu menggunakan ponsel pemberianku." Ucap Satya lalu kedua orang itu segera memasuki rumah.
Begitu tiba di kamarnya, Vierra meletakkan dua ponsel yang diberikan oleh kakak beradik padanya.
Kebetulan sekali ponsel itu memiliki warna dan tipe yang sama.
"Bagaimana bisa mereka berdua membeli barang yang sama?" Vierra bertanya-tanya sambil memperhatikan dua ponsel didepannya, yang satunya telah dibuka sementara yang lain masih aman dalam kotaknya.
"Hah Sudahlah,, sebaiknya simpan ponsel ini." Ucap Vierra menyimpan ponsel yang diberikan Satya padanya.
Vierra lalu membuka kotak pesannya dengan Rangga lalu melihat pria itu benar-benar tidak membalas pesannya lagi.
"Sudahlah,, aku akan menggunakan ponsel pemberiannya, anggap saja ponsel ini memang diberikan pada istrinya,, ya meskipun seharusnya tidak seperti itu." Pikir Vierra tersenyum.
Hal yang bisa ia lakukan sekarang adalah mengagumi Rangga secara diam-diam, tidak boleh memperlihatkan pada siapapun bahwa dia menyukai pria itu, apalagi memperlihatkannya pada Rangga!
__ADS_1
'Tidak apa,, aku akan memikirkan Rangga secara diam-diam sampai seluruh utang kepada keluarga Faraday dilunasi. Setelah hutangku pada keluarga Faraday dilunasi maka aku akan mengakui perasaan kepada pria itu lalu menghilang dari hadapan semua orang yang mengenalku.
"Hah,,, menjadi yatim piatu seperti ini memang sulit, tapi paling tidak aku memiliki sebuah cinta yang menghiburku,' pikir Vierra dalam hati.