
Sembari memperhatikan dua orang yang sedang makan, Satya menggertakkan giginya melihat kakaknya dengan kesal.
'Pastilah tadi ketika Mereka pergi berteduh bersama Rangga pasti mengancam Vierra agar Vierra agar menemani pria itu di suatu tempat. Terlihat jelas wajah Vierra tampak tidak baik-baik saja, ini pasti karena dia ketakutan bersama Rangga!!!' kesal Satya dalam hati.
Sakit terus menggerutu dalam hatinya sampai akhirnya dua orang itu selesai makan.
Vierra hendak berdiri untuk membersihkan piring-piring itu ketika Rangga mendahuluinya.
Pria itu mengambil semua piring kotor lalu berjalan ke arah dapur.
Melihat Rangga sudah pergi, Satya langsung menatap Vierra dan berkata "Katakan padaku, apakah pria itu memaksamu untuk bersamanya sepanjang hari?"
Vierra menatap saja sembari mengerjakan matanya, 'Apa yang sedang dibicarakan pria ini?'
"Apa maksudmu?" Tanya Vierra.
__ADS_1
Satya menoleh ke arah pintu dapur lalu kembali menatap Vierra, "Aku sudah tahu semuanya, Kakakku memaksa kamu untuk menjalin hubungan dengannya bukan?' tanya Satya dengan suara yang sengaja dipelankan supaya Rangga tidak mendengar pertanyaannya pada Vierra.
Tetapi Vierra yang mendengar pertanyaan pria di depannya, dia merasa ingin tertawa atas kesalahpahaman Satya.
"Uh, itu--"
"Pergilah tidur, kau sudah lelah seharian," kata Rangga saat pria itu keluar dari dapur.
Satya ingin mencegahnya karena dia masih ingin berbicara banyak, tetapi melihat wajah Vierra yang memang tampak kelelahan maka dia menghela nafas dan menyimpan pertanyaannya dalam hati untuk ditanyakan lagi besok pagi.
Setelah Vierra pergi, satya langsung berdiri menatap kakaknya, "Katakan padaku!! Apa yang sudah Kakak ancamkan pada Vierra hingga Verra selalu tampak ketakutan setiap kali bersama kakak!! Hari ini pun, aku sangat kesal pada kakak karena kakak sudah merusak kencanku yang Begitu berharga bersama Vierra!!!" Kesal Satya pada Rangga.
Seharusnya tadi siang Rangga hanya menjadi obat nyamuk, bukannya malah menjadi pemeran utama yang menggantikan dirinya menyenangkan hati tuan putri!!!
"Apa yang kau bicarakan? Aku sama sekali tidak mengerti, tadi siang kami hanya pergi membahas proyek yang tiba-tiba. Jadi kau sebaiknya berhenti berpikir yang tidak tidak." Kata Rangga berjalan keluar dari ruang makan membuat Satya menggertakkan giginha.
__ADS_1
'Sudah kuduga,, bagaimanapun aku memaksa pria itu untuk mengaku, dia tidak akan pernah mengakuinya. Tapi besok pagi aku akan membuat Vierra mengatakan yang sebenarnya!! Lebih baik rumah tangga Kakak ku hancur daripada Vierra yang harus hancur karena selalu dimanfaatkan oleh Rangga!!!' pikir Satya lalu pria itu juga keluar dari ruang makan.
Satya berjalan ke kamarnya sembari melemparkan cemilan ke dalam mulutnya.
Pria itu dengan kesal duduk di pinggir ranjang sembari memikirkan kekesalannya atas apa yang terjadi hari itu.
"Awas saja,, kalau sampai ketahuan kakak hanya berbohong tentang mengerjakan proyek bersama Vierra, maka aku akan,,," Satya menghela nafas.
'Hah,, Apa yang bisa kulakukan untuk melawan kakakku? Kalau aku menghancurkan rumah tangganya dengan Claudia maka Vierra pasti akan membenciku!' Satya menggertakkan giginya lalu melemparkan cemilan di tangannya ke tempat.
'Aku butuh air dingin!!!' ucap Satya membuka pintu kamarnya untuk pergi ke dapur mengambil air dingin ketika dia terkejut melihat Rangga berada di depan pintu kamar Vierra.
Detik berikutnya, pria itu membuka pintu lalu memasuki kamar Vierra.
"Sialan!! Berani-beraninya!!!!" Satya menggertakan giginya lalu pria itu dengan cepat berjalan ke arah pintu kamar Vierra.
__ADS_1