Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
28. Semakin lebih dekat


__ADS_3

"Kita bernagkat bersama saja," kata Rangga pada Vierra yang berdiri memandangi mereka saat pria itu membukakan pintu untuk Claudia.


"Tidak,, aku akan membawa mobilku." Ucap Vierra melemparkan senyumannya pada Rangga.


Dia tidak mungkin satu mobil dengan dua orang itu dan menjadi obat nyamuk yang tidak diharapkan.


"Ya sudah kalau begitu, kami duluan," ucap Rangga kini menutup pintu mobil lalu berjalan ke sisi kemudi dengan rasa kecewa.


Vierra tetap berdiri memandangi kepergian mobil itu sampai ketika mobil itu menghilang dari pandangannya.


Senyum yang sedari tadi menghiasi wajah Vierra langsung memudar digantikan ekspresi murung berjalan ke arah mobilnya.


"Apa yang kupikirkan?? Bagaimana bisa aku cemburu pada sepasang suami istri?" Vierra berusaha menyindir dirinya sendiri supaya dia sadar bahwa dia tidak punya hak untuk cemburu atas apa yang didapatkan Claudia.


Tetapi, sekeras apapun dia memanipulasi hatinya, perempuan itu tetap tidak bisa menahan air matanya hingga dia sesegukan di dalam mobil.


"Hiks,, hiks,,, ini sakit,," katanya sembari menyeka air matanya yang bercucuran di pipinya.


Tinggal serumah dengan orang yang dicintai dan melihatnya setiap hari bersama dengan istrinya, siapa yang bisa tahan?


"Hiks, hiks,, aku tidak boleh menangis hiks,, hiks,," semakin Vierra menyuruh dirinya untuk tidak menangis semakin keras perempuan itu menangis didalam mobil.

__ADS_1


Sampai Vierra menjalankan mobilnya, dia masih tidak bisa menahan air matanya hingga sesekali dia menarik lembar tisu yang ada di dalam mobil lalu menyeka air matanya.


"Sudah,, Vierra yang baik hati tidak boleh menangis, hiks,, hiks,, Vierra adalah perempuan kuat yang tidak boleh dijatuhkan oleh cinta... Vierra tidak boleh cemburu!!!" Vierra terus mengatakan hal-hal yang menyemangati dirinya sendiri sampai akhirnya mobilnya terparkir di parkiran perusahaan.


"Sial!! Vierra bodoh!!!" Vierra menggertak dirinya sendiri lalu menggelengkan kepalanya agar air mata yang sedari tadi membanjiri pipinya tidak keluar lagi dari matanya.


"Astaga,, mataku jadi bengkak," Vierra melihat matanya yang sedikit bengkak di cermin lalu perempuan itu mengambil bedaknya dan kembali wajahnya yang terlihat hancur.


"Bodoh!! Untuk apa Aku mengharapkan pria yang telah menjadi suami orang lain?? Lagi pula akulah yang menyetujui Rangga dan Claudia menikah." Vierra menggerutu sembari memperbaiki riasannya.


Cukup lama berkutat di depan cermin, akhirnya perempuan itu membuka pintu dan berlari ke dalam perusahaan.


"Hei Vierra!! Cepat masuk ke ruang CEO sudah ditunggu dari tadi!!" Langsung teriak Laras saat melihat Vierra datang.


Tok tok tok...


"Masuk!" Terdengar teriakan mengandung kemarahan dari dalam membuat Vierra langsung membuka pintu dan berlari menghampiri Claudia.


"Baru datang sekarang?!! Apakah kau berjalan dari pinggir ibukota menuju kemari?? Jelas-jelas kita tinggal di rumah yang sama tapi bagaimana bisa kau terlambat 30 menit?!!" Ucap Claudia memarahi Vierra sembari mengambil berkas di samping dan melemparkannya ke Vierra.


Vierra dengan sigap menangkap berkas itu sembari melihat kearah Claudia yang menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Kerjakan itu dan laporkan nanti sore padaku!!" Kesal Claudia pada Vierra.


"Baik Nona," jawab Vierra lalu perempuan itu segera keluar dari ruangan Claudia.


Begitu tiba di ruangan sekretaris, semua orang di sana langsung menatap Vierra.


"Nenek sihir marah lagi?" Reza langsung bertanya saat melihat wajah murung Vierra berjalan ke meja perempuan itu.


"Hah,, ya," jawab Vierra menghela nafas sembari membuka dokumen di depannya.


"Sabar ya,,, lagi pula pekerjaan yang diberikan padamu itu, Bukankah berhubungan dengan perusahaan suami nenek sihir?" Ucap Laras yang sudah mendengar mengenai proyek yang diberikan pada Vierra.


Meskipun Vierra bertugas sebagai sekretaris pembantu, tetapi sebenarnya perempuan itu selalu mendapat tugas yang sebenarnya bukan menjadi tugasnya.


Semua orang berpikir bahwa hal itu dilakukan Claudia karena ingin melatih Vierra jadi lebih baik.


"Ya, kau benar," ucap Vierra membaca nama perusahaan Rangga pada dokumen yang ia pegang.


Deg! .


Deg!

__ADS_1


'Mengapa aku merasa setelah kejadian di desa xx aku dan Rangga semakin lebih dekat?' Vierra kembali mengingat serangkaian kejadian yang terjadi setelah mereka kembali dari Desa xx.


'Tidak!! Aku tidak boleh berpikir seperti ini!! Rangga adalah suami kakak angkat ku, tidak mungkin aku merebutnya!!' kata Vierra dalam hati sembari menenangkan degup jantungnya yang terus berpacu kencang.


__ADS_2