Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
52. Menghabiskan malam bersama Rangga


__ADS_3

Vierra menggeliat dalam tidurnya merasakan kehangatan yang luar biasa di punggungnya.


Perempuan itu mengerjapkan matanya lalu terkejut mendapati deru nafas di belakangnya.


Segera, perempuan itu membelalakan matanya dan berbalik melihat seorang pria yang sedang memeluknya dengan mata terpejam.


"Apa yang terjadi??!!" Vierra gelagapan menatap pria itu tak memakai busana dan terlebih,,, dia juga tidak memakai apapun!!


Merasakan pergerakan di sekitarnya, Rangga akhirnya mengerjapkan matanya dan melihat Vierra sedang kalang kabut menjauh darinya.


"Mau kemana Hm?!!" Rangga menguburkan tangannya menarik Viera kembali ke pelukannya hingga kulit mereka kembali menempel.


Vierra menegang dalam pelukan pria itu, dia kebingungan harus berbuat apa.


"To,, tolong,," katanya tersendat sembari berusaha mendorong Rangga.


"Kau mengusir suamimu?" Tiba-tiba kata Rangga membuat Vierra tertegun di pelukan pria itu.


Suami?


Suami?


"A,, apa yang--"

__ADS_1


"Jangan berisik,, masih ada waktu untuk melanjutkan tidur," kata Rangga mengeratkan pelukannya dengan kaki pria itu menahan tubuh Vierra hingga terkunci di pelukan Rnagga.


Vierra terdiam merasakan degup jantung Rangga dan kulit mereka yang saling bersentuhan.


Dia merasa sangat tegang dan malu!!


'Apa yang terjadi? Menatap kami berakhir di sini??' Vierra berusaha mengingat kejadian kemarin malam.


Samar-samar dia mengingat apa yang sudah mereka lakukan hingga membuat wajah perempuan itu menjadi sangat merah.


'Astaga,, apa yang akan dikatakan oleh Kak Claudia kalau dia mengetahui suaminya menghabiskan malam denganku???' Vierra mengerjapkan matanya lalu mengangkat wajahnya.


"Kakak ipar??" Katanya berusaha menahan debaran jantungnya dan berusaha menstabilkan nafasnya yang membunuh.


Dia sudah begitu malu karena dipeluk pria itu dalam keadaan polos, dan sekarang mereka bertatapan dengan pria itu menggodanya,,, wajah Vierra langsung memerah dan kembali menunduk.


Tetapi tiba-tiba tangan Rangga menahan dagunya lalu kembali memaksanya bertatapan dengan rpia itu.


"Kutanya sekali lagi, Bagaimana caramu memanggil suamimu?" Tanya Rangga membuat wajah Vierra semakin merah padam.


"Itu,, apa yang terjadi?? Mengapa kita di sin--"


"Apakah itu jawaban untuk pertanyaanku?" Sela Rangga kembali membungkam Vierra.

__ADS_1


"Tapi,,"


"Mulai sekarang Aku tidak mau kau memanggilku dengan sebutan kakak ipar!! Aku ingin panggilan yang lebih layak dari istriku!!" Ucap Rangga sembari menundukkan kepalanya membungkam bibir perempuan itu dengan lembut.


Vierra tak mampu bereaksi, perempuan itu hanya terpaku dengan dada naik turun sebab nafasnya yang terasa sesak, tak tahu harus bagaimana menghadapi Rangga.


1 menit mencium perempuan itu, Rangga menghentikan ciumannya saat melihat Vierra sama sekali tidak merespon.


Pria itu lalu menatap Vierra, "Ingat PR-mu, mencari panggilan yang tepat untuk suamimu!" Kata Rangga lalu kembali mendaratkan sebuah ciuman di bibir Vierra sebelum pria itu melepaskan Vierra dari pelukannya.


.


Vierra hanya terdiam ditempatnya melihat Rangga keluar dari selimut lalu pria itu memakai pakaiannya dan meninggalkan kamar.


Setelah pintu tertutup, Vierra langsung duduk menutup tubuhnya dengan selimut, 'Astaga, apa yang terjadi?!!' Vierra menjadi sangat panik.


Perempuan itu menggelengkan kepalanya sembari melihat kearah jam weker di atas meja, hari masih subuh, masih pukul 4 dini hari, tapi Vierra sudah tidak mengantuk lagi, perempuan itu sedang kalut memikirkan peristiwa yang baru saja terjadi.


'Aku dan Rangga???' Viera merasa sesak.


Dia butuh waktu lama untuk menenangkan dirinya sebelum menghela nafas.


"Bukankah ini adalah keinginan ku? Rangga benar-benar mengakuiku sebagai istrinya, kami bahkan melewati malam bersama. Jadi,, apa yang membuatku takut?" Vierra berusaha menyihir pikirannya.

__ADS_1


'Aku tidak melakukan hal yang salah, aku tidak merebut suami Kak Claudia, karena Rangga juga adalah suamiku...' Vierra memejamkan matanya berusaha menanamkan dalam hatinya bahwa dia juga berhak pada Rangga.


__ADS_2