
Claudia keluar dari kamar mandi, dia merasa seluruh tubuhnya sangat lelah jadi perempuan itu turun ke lantai 1 untuk memanggil Vierra memberinya pijatan.
Ketika tiba di lantai 1 dia tiba-tiba mendengar suara orang yang samar-samar bercakap-cakap dari kamar Vierra.
Perempuan itu mengerutkan keningnya memikirkan Satya yang sudah meninggalkan rumah mereka.
'Apakah sekarang Vierra sedang berbicara sendiri lagi sembari menonton acara talk show?' perempuan itu meringankan langkah kakinya mendekati kamar Vierra.
"Tidurlah, jangan khawatirkan kakakmu akan turun kemari, sudah berhari-hari dia tidak pernah curiga lagi, apalagi Satya sudah pergi dari rumah ini jadi dia pasti merasa tenang." Terdengar suara Rangga yang begitu pelan, Namun karena di tempat itu juga sangat hening maka suara pria itu samar-samar didengar oleh Claudia.
Saat itulah Claudia menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu berbalik untuk mendapatkan kunci serep demi memergoki dua orang di dalam kamar.
Tetapi karena dia terburu-buru jadi langkahnya menimbulkan suara hingga membuat dua orang di dalam kamar langsung tersentak kaget.
"Apakah kau mendengar suara langkah kaki?" Vierra langsung duduk sembari bertanya pada Rangga yang juga ikut duduk.
"Aku akan keluar." Ucap Rangga lalu pria itu segera meninggalkan kamar Vierra dan berjalan ke ruang makan.
Rangga bersembunyi mengamati lantai 2 dan melihat Claudia tergesa-gesa menuruni tangga dengan kunci di tangannya.
__ADS_1
Perempuan itu berlari kecil ke arah kamar Vierra lalu dengan cepat membuka pintu kamar Vierra.
"Uh, Kakak?" Vierra yang sedang memegang ponselnya langsung mematikan ponselnya lalu turun dari tempat tidur.
"Apa yang kau lakukan?!" Tanya Claudia memperhatikan perempuan itu lalu dia kembali memeriksa kamar Vierra seperti yang terakhir kali ia lakukan.
"Kakak ada apa?" Tanya Vierra kini merasa sangat cemas dalam hatinya.
Pastilah perempuan itu sudah sangat curiga, mencurigai hubungannya dengan Rangga.
Setelah memeriksa kamar Vierra, Claudia tidak mendapati siapapun selain Vierra di kamar itu, jadi perempuan itu menatap Vierra dengan tajam.
"Uh,, kakak,, Apakah kakak berpikir seperti itu karena tadi ada Satya di sini?" Tanya Vira yang sedikit tak bisa menyembunyikan kegugupannya.
"Satya?" Claudia bisa membaca raut wajah Vierra yang gugup menghadapinya, tetapi karena ucapan Vierra sama sekali tidak ada yang salah, maka perempuan itu memilih untuk menyimpan kecurigaannya dan kembali menyelidikinya lagi.
"Ikuti aku ke kamar." Ucap Claudia lalu mereka berdua berjalan ke lantai 2.
Saat mereka hendak tiba di pintu kamar, Rangga juga tiba-tiba membuka pintu ruang kerjanya lalu keluar melihat dua perempuan itu.
__ADS_1
Claudia menyipitkan matanya, 'Sangat Kebetulan sekali dia keluar di saat seperti ini. Mungkinkah mereka berdua sebenarnya sudah merencanakan semua ini?' pikir Claudia dalam hati, tapi ia kembali bersikap tenang membuka pintu kamarnya.
Setelah tiba di dalam kamar, Vierra langsung memijat perempuan itu, sementara Claudia yang dipijat dia terus memikirkan apa yang baru saja ia lihat.
'Sebenarnya apa yang ku pikirkan? Kalaupun mereka berdua berselingkuh di belakangku, lalu apa hubungannya denganku? Ini justru baik karena aku bisa lepas dari pernikahan ini menceraikan Rangga lalu membiarkan Vierra menikah dengan Rangga.
'Dengan begini, Ayah tidak akan menyalakanku sebab mereka semua malah akan menyalakan Vierra dan Rangga. Selain itu, aku bisa bebas dari pernikahan dan bisa fokus pada pekerjaan.' pikir Claudia dalam hati.
Perempuan itu memutar kepalanya lalu melihat Vierra, "Aku dengar kau sudah dijodohkan dengan Satya? Bagaimana pendapatmu tentang perjodohan itu?" Tanya Claudia.
Jika perempuan itu menolak perjodohannya maka apa yang ia pikirkan pasti tidak melenceng lagi.
"Uh, Kakak,, Kenapa tiba-tiba menanyakan itu? Aku sendiri tidak bisa membantah apapun yang diatur oleh ayah dan ibu." Ucap Vierra.
"Benarkah? Apakah kau tidak menyukai seorang pria?" Tanya Claudia.
Vierra yang memijat Claudia langsung menghentikan pergerakan tangannya lalu melihat perempuan itu, "Apa yang kakak tanyakan? Kapan aku pernah mendekati seorang pria?" Ucap Vierra dengan hati yang kalut.
'Aku tidak mungkin memberitahu Kakak bahwa aku memiliki seorang pria yang ku sukai, dan pria itu adalah suami kakak sendiri!!' pikir Vierra dalam hati menahan nafasnya.
__ADS_1
"Baiklah, terserah padamu saja," ucap Claudia menghela nafas.