Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
33. Tidak bisa untuk tidak terpesona


__ADS_3

Berdiri sesaat melihat pintu ruang kerja yang terbuka, Vierra merasa enggan untuk melangkahkan kakinya ke ruangan tersebut.


Apa yang akan dikatakan Claudia saat perempuan itu mengetahui mereka hanya berduaan di ruang kerja Rangga?


"Jangan kahawatir, aku tidak akan memakanmu," ucap Rangga saat melihat Vierra enggan untuk masuk ke ruang kerjanya.


"Ah,, Aku tidak berpikir seperti itu, tapi,,"


"Kalau kau tidak berpikir seperti itu maka cepatlah masuk." Kata Rangga tanpa bisa ditolak oleh Vierra lalu perempuan itu segera masuk ke ruang kerja Rangga.


'Astaga,, ini kesekian kalinya aku berada di ruangan yang sama dengan nya,, hanya berduaan dengan Rangga.' Vierra merasakan jantungnya berdegup kencang dan hatinya terasa berdesir tak karuan.


Malam-malam berduaan dengan orang yang disukai,,, sangat menegangkan!!!


Apalagi mereka sebenarnya adalah sepasang suami istri, meski status mereka berdua tidak sah secara agama maupun hukum, tetapi paling tidak mereka sah secara adat.


Hal itu saja sudah membuat Vierra berdegup sangat kencang setiap ia melangkahkan kakinya mendekati meja kerja di mana Rangga duduk.


"Apa yang tidak kau mengerti dengan kerjasama ini?" Rangga bertanya sembari melihat lihat berkas di tangannya.

__ADS_1


Dia tidak mengetahui berkas itu sedikitpun karena bawahannya yang mengurusnya, tetapi karena sekarang Claudia melimpahkan berkas itu pada Vierra maka sepertinya dia akan mengatur agar dia sendirilah yang menangani proyek itu.


"Biar saya perlihatkan," kata Vierra mengulurkan tangannya lalu perempuan itu membuka bagian yang tidak ia mengerti.


Rangga merasa jantungnya berdegup kencang, selama ini dia sudah menahan diri untuk tidak mendekati perempuan itu, bahkan dia menahan mulutnya agar sepatah kata pun tidak keluar untuk menyapa Vierra.


Hal tersebut dilakukan karena Vierra merupakan saudara angkat dari perempuan yang dijodohkan dengannya, tetapi mengingat dia dan Vierra sudah menikah dan bahkan tinggal bersama sekarang,, dia tidak akan menahan nya lagi.


Jadi Rangga memperhatikan bagian yang ditunjuk oleh Viera lalu berkata "Ini seharusnya sangat mudah, perusahaan ku meminta bla bla..."


Vierra menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Rangga saat pria itu tanpa diminta malah menjelaskan seluruh isi dari berkas yang ada di depannya.


Perempuan itu malah tersenyum 'Biarkan saja dia menjelaskannya seperti ini, lagipula aku sangat bahagia bisa berdekatan seperti ini dengannya.' pikirnya dalam hati.


Cukup lama Rangga menjelaskan sampai akhirnya pria itu memutar kepalanya menatap Vierra, "Apakah kau sudah mengerti atau masih ada yang perlu kau jelaskan?" Tanyanya.


Dalam hatinya, Vierra benar-benar ingin mengatakan bahwa dia belum mengerti semuanya agar pria itu kembali menjelaskannya padanya.


Dia ingin sekali memiliki waktu yang banyak bersama Rangga.

__ADS_1


Tetapi mengingat waktu semakin larut, dan dia juga takut bila mereka ketahuan oleh Claudia maka Vierra hanya bisa menganggukan kepalanya.


"Sudah mengerti, Terima kasih atas penjelasan kakak ipar." Ucap Vierra.


Rangga tersenyum menutup dokumen di tangannya lalu mengembalikannya pada Vierra, "Jangan sungkan padaku, kalau kau punya masalah lain mengenai pekerjaan, tanyakan saja padaku." Katanya.


Vierra benar-benar tersihir dengan ucapan dan senyuman yang ditunjukkan Rangga padanya.


Selama bertahun-tahun pria itu tidak pernah tersenyum dan berbicara padanya, tetapi sekarang,,,, ini di luar batas kemampuannya untuk mencegah dirinya untuk tidak semakin terpesona pada pria itu.


Jadi Vierra membalas senyum Rangga dengan senyum terbaiknya, "Terima kasih atas pengertian kakak ipar," katanya.


"Ok, Kalau tidak ada lagi yang perlu dibicarakan kau bisa kembali beristirahat, besok kau masih harus bangun pagi-pagi untuk ke kantor." Kata Rangga dengan enggan.


Tentu saja dia masih mau berlama-lama dengan perempuan itu, tetapi mengingat malam sudah semakin larut maka dia tidak mau jika besok pagi Vierra malam mengantuk di kantor.


"Baik, kalau begitu,, selamat malam," ucap Vierra.


"Selamat malam dan mimpi indah," jawab Rangga membuat Vierra tertegun sesaat lalu perempuan itu mengangguk dan buru-buru keluar dari ruang kerja Rangga.

__ADS_1


Jantungnya butuh pertolongan pertama dengan dijauhkan dari Rangga yang merupakan sumber penyakit jantungnya!!!!!


__ADS_2