
Setelah sarapan, semua orang menaiki mobil mereka masing-masing lalu meninggalkan rumah, berangkat ke kantor.
Dalam perjalanan, Vierra tiba-tiba merasa bahwa perutnya bergejolak tak nyaman.
"Sial.. ini pasti karena tadi pagi aku sarapan terlalu banyak." Gerutunya pada dirinya sendiri ketika dia mengingat tadi pagi Dia menghabiskan 4 sendok makan nasi goreng.
Padahal selama berada dirumah Faraday, dia selalu menjaga pola makannya agar berat badannya tetap terjaga, tetapi setelah mengetahui bahwa Rangga dan Claudia akan segera menikah dia merasa nafsu makannya semakin naik.
Meski setiap kali dia berusaha menahan agar tidak banyak menambah nasi ke piring nya, tetapi anehnya dia terus makan dan makan.
Akhirnya, ketika Vierra tiba di kantor perempuan itu langsung bergegas ke kamar mandi berusaha memuntahkan isi perutnya.
Berharap jika dia muntah maka perutnya akan terasa lebih baik.
Tetapi meski dia berusaha memuntahkan isi perutnya, dia tidak mengeluarkan sedikit pun makanan selain cairan asam lambung yang keluar dari mulutnya.
"Hah,, Kenapa harus di saat seperti ini?" Vierra menggerutu mengelap bibirnya lalu perempuan itu berjalan ke ruang sekretaris.
__ADS_1
"Selamat pagi," kata Vierra Mengapa semua orang yang suka duduk di meja kerja mereka masing-masing.
"Selamat pagi,," semua menjawab dengan serempak.
Merci yang duduk di samping Vierra memperhatikan perempuan itu saat Vierra telah duduk di kursinya.
"Ada apa dengan wajahmu? Apakah kau sedang sakit?" Tanya Merci membuat semua orang langsung menatap Vierra.
Wajah perempuan itu sedikit pucat.
Vierra menghela nafas lalu menepuk-nepuk pipinya, "Sepertinya aku sarapan terlalu banyak makanya aku merasa mual ketika dalam perjalanan ke kantor."
Mendengar ucapan Merci, Vierra memutar bola matanya lalu memenjamkannya sesaat sebelum menjawab, "Mana ada yang seperti itu?!! Aku belum menceritakannya pada kalian bahwa setelah Kakakku menikah dia membawaku ke rumahnya agar aku bisa melayani nya setiap hari!!"
"Apa?!!" Semua orang terkejut dengan ucapan Vierra.
Merci langsung memegang bahu Vierra, "Jadi kau bukannya terbebas dari wanita dingin itu setelah dia menikah, melainkan semakin terjebak dengannya?"
__ADS_1
Vierra menghela nafas dan menganggukkan kepalanya, "Ya,," jawabnya pasrah.
"Oh astaga,, kau benar-benar perempuan yang sangat tidak beruntung. Selain wajah cantikmu dan tubuh yang bagus, kau bahkan tidak diijinkan dari berpacaran dan,, seumur hidup harus dikendalikan oleh Nona Claudia...." Gali menggeleng-gelengkan kepalanya merasa sangat prihatin dengan nasib perempuan cantik di depannya. .
Meski selama ini Gali dan Reza sebenarnya mengakui Viera sebagai wanita yang cantik dan pernah berpikiran untuk memacarinya, tetapi mengetahui kakak angkat perempuan itu adalah CEO mereka,, tidak ada yang berani maju.
Semua orang tahu bahwa Vierra hidup di atas telunjuk keluarga Faraday Jadi kemungkinan besar pernikahan perempuan itu juga akan ditentukan oleh keluarga Faraday.
Vierra menghela nafas, "Hah,, aku memang malang," ucap Vierra.
Laras yang melihat semua orang sedang kasihan pada Vierra akhirnya membuka mulutnya, "Tapi paling tidak kau masih lebih beruntung daripada jutaan perempuan yang berharap bisa melihat Rangga setiap hari. Kau tinggal serumah dengannya bukan?! Jangan jangan nafsu makanmu meningkat karena setiap hari kau makan satu meja dengan Tuan Rangga?"
Ucapan Laras langsung menarik perhatian semua orang,, "Kau benar!! Siapa yang tidak akan bernafsu makan ketika duduk bersama pria tampan??" Melci cukup iri pada Vierra.
"Ya,, duduk bersama pria tampan dan istri pria tampannya!!" Gerutu Vierra sembari menundukkan kepalanya melihat dokumen di depannya.
Semuanya merasa iri padanya padahal mereka tidak tahu dia menjalani kehidupan seperti apa setelah Rangga menikah dengan Claudia!!
__ADS_1
Menahan sakit hati melihat orang yang dicintai bersama perempuan lain, melihat orang yang merupakan cinta pertamamu bersama perempuan lain, melihat suamimu tidur di ranjang bersama seorang perempuan lain!!!