Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
34. Menikah karena bisnis


__ADS_3

Membuka pintu ruang kerja Rangga dan keluar dari ruangan itu, Vierra tertegun ditempatnya saat pintu di depannya juga ikut terbuka memperlihatkan Claudia yang keluar dari ruang kerjanya.


Bukankah Rangga mengatakan kalau perempuan itu sudah tidur??


Mengapa sekarang...?


"Selamat malam Kak," kata Vierra dengan gugup melihat perempuan yang kini berdiri di depannya.


"Hm, selamat malam." Jawab Claudia dengan cuek lalu perempuan itu berjalan ke pintu kamarnya.


Vierra terkagum ditempatnya, 'Mengapa Claudia tidak menanyakan perihal aku keluar dari ruang kerja Rangga? Apakah perempuan itu sama sekali tidak terganggu?' pikirnya.


Belum saja Vierra selesai memikirkannya ketika pintu itu di belakangnya kembali terbuka memperlihatkan sosok pria yang keluar dari ruangan tersebut.


"Ada apa?" Tanya Rangga saat melihat Vierra masih berdiri di depan ruang kerjanya.

__ADS_1


Vierra yang terkejut mendengar suara Rangga langsung melangkah maju dan berbalik menatap Rangga, "Aku hanya sedang memikirkan sesuatu. Kalau begitu aku pergi ke kamarku sekarang!" Ucap Vierra lalu perempuan itu berbalik meninggalkan Rangga dengan perasaan aneh yang menyelimutinya.


Begitu tiba di kamarnya, Viera meletakkan dokumen di atas mejanya lalu menoleh pada sekotak peralatan pribadi yang ia berikan untuk Rangga.


'Oya, aku belum menyerahkan ini pada Rangga, mungkin dia akan membutuhkannya sebelum tidur.' pikir Vierra dalam hati lalu perempuan itu mengambilnya dan terburu-buru naik ke lantai 2.


Tok tok tok....


Vierra mengetuk pintu kamar Claudia dan Rangga.


"Apa masih ada perlu lagi?" Rangga bertanya dengan bingung, tetapi dia merasa sangat senang karena dia masih bisa melihat Vierra sebelum terlelap.


Vierra memeluk erat paperbag di tangannya, "Ini,, tadi ketika berbelanja Kak Claudia menyuruhku untuk membeli barang-barang ini untuk kakak ipar. Tapi tadi aku lupa memberikannya pada kakak ipar, jadi,, maaf karena baru mengingatnya sekarang." Ucap Vierra.


Rangga terdiam sesaat menatap paper bag yang di sodorkan Vierra padanya, dia berharap bahwa isi paperbag itu benar-benar dibeli kan untuknya karena niat dari Vierra dan bukannya karena diperintah oleh Claudia.

__ADS_1


Tetapi sudah begini, dia tidak bisa berbuat apapun lagi. Jadi dia menerima paper bag itu dan berkata, "Terima kasih sudah mau repot-repot membelikannya, Maaf sudah merepotkanmu."


Vierra langsung menggelengkan kepalanya, "Tidak!! Sungguh tidak merepotkan! Aku justru senang bisa membantu kakak ipar. Kalau begitu selamat malam dan selamat tidur," kata perempuan itu lalu berbalik memegang dada kirinya dan berlari ke lantai bawah. ..


Hari ini, semakin banyak interaksi yang ia lakukan dengan Rangga dan jantungnya selalu tidak bisa dikendalikan setiap kali bersama pria itu.


Sementara Rangga yang melihat kepergian Vierra, pria itu tersenyum sesaat lalu menutup pintu.


"Apa yang diberikan adik ku padamu?" Sebuah pertanyaan langsung menyambut Rangga saat ia berbalik melihat perempuan yang sedang duduk di tempat tidur sambil bermain ponsel.


"Perlengkapan pribadi yang kau suruh kan dia untuk membelinya di swalayan." Jawab Rangga dengan suara datar berjalan ke kamar mandi.


"Aku menyuruhnya? Hei, kau jangan ke gr-an, aku tidak pernah menyuruhnya membelikan peralatan pribadi untukmu. Kau harus tahu kalau kita menikah bukan karena saling menyukai sehingga aku harus memperhatikanmu sebagai seorang suamiku, kita menikah karena bisnis, bisnis!!" Claudia menekankan kata bisnis sebab Dia benar-benar tidak berniat mengikat hubungan dengan seorang pria.


Ketika kamu menikah, kamu akan mengurusi pria itu lalu kalian akan punya anak lalu kamu akan mengurusi 2 orang dalam hidupmu, apalagi jika anakmu lebih dari satu.

__ADS_1


Selalu perempuan yang harus mengalah ketika dia sudah menikah, dan baginya, bisnis adalah hidupnya,, dia tidak akan pernah meninggalkan perusahaan demi mengurusi orang lain!!!


__ADS_2