Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
24. Rangga membantunya


__ADS_3

Akhirnya setelah makan malam di kediaman Faraday, Claudia dan Vierra dijemput oleh Rangga untuk pindah ke kediaman baru mereka.


Vierra berpelukan dengan Kartika karena keduanya merasa tak sanggup untuk berpisah.


Sementara Claudia, dia berdiri memandangi dua perempuan lebay di hadapannya,, "Kalian bukannya akan berpisah negara sampai harus berpelukan seperti ini bukan?" Katanya menghela nafas.


"Kau ini,, adikmu ini sangat manja, jadi dia tidak bisa jauh-jauh dari ibu." Ucap Kartika menghela nafas sembari menepuk-nepuk pelan punggung Vierra.


"Hah,, terserahlah!" Ucap Claudia berjalan ke arah mobil.


"Astaga,, anak yang satu itu benar-benar tidak mau memelukku sebelum pergi?" Kartika mendengus kesal sembari melepaskan pelukannya dengan Vierra.


"Ayo cepat masuk!! Kau masih harus membongkar seluruh barang-barang kita saat tiba di rumah nanti." Ucap Claudia dari dalam mobil melihat 4 orang yang masih berdiri di sana.


"Ah baik!!" Jawab Vierra lalu dia berbalik memeluk Kartika untuk terakhir kalinya dan mencium tangan Ayah angkatnya sebelum berjalan bersama Rangga ke dalam mobil.


Rangga sengaja duduk di depan membiarkan Vierra duduk bersama Claudia di belakang agar Vierra tidak merasa seperti orang asing di antara mereka.

__ADS_1


Vierra yang duduk di dalam mobil merasa kikuk, dia mengikuti Claudia karena dia hendak menjadi pembantu pada dua orang itu, tetapi sekarang dia malah berlagak sebagai majikan yang duduk di belakang.


"Kau sudah memastikan kalau semua barang-barangku sudah kau masukkan ke dalam mobil bukan?" Tanya Claudia sembari melihat kearah Vierra.


"Ya," Jawa Vierra.


"Bagus,, nanti di rumah baru kau atur saja sesuai dengan letaknya di rumah lama." Kata Claudia memindahkan tatapannya dari Vierra ke arah bangunan di luar jendela mobil.


"Baik," jawab Vierra menyandarkan kepalanya yang sedari tadi terasa berdenyut-denyut.


Dia merasa sangat kelelahan, tapi dia tidak mau memejamkan matanya karena dia terlalu takut kalau dia sampai jatuh tertidur dan akhirnya Claudia kembali memarahinya.


Vierra langsung turun membukakan pintu untuk Claudia lalu membiarkan Claudia dan Rangga memasuki rumah, sementara dia berbicara dengan mobil yang mengangkut barang-barang mereka.


"Tolong barang yang ada di mobil ini ditaruh di lantai satu sementara yang dua lainnya ditaruh di lantai dua." Ucap Vierra.


"Baik Nona," jawab seorang pria yang merupakan kepala tim jasa pindah barang.

__ADS_1


"Kalau begitu bisa dimulai sekarang Dan tolong bergerak cepat karena ini sudah hampir larut malam." Ucap Vierra yang tidak mau jika tidur Claudia dan Rangga terganggu karena mereka masih harus mengatur barang-barang tersebut.


"Baik Nona," kembali Jawab pria yang bertugas lalu dia mulai berdiskusi dengan bawahannya dan dengan cepat memindahkan barang-barang yang ada di mobil ke dalam rumah.


Claudia duduk di kamarnya memperhatikan orang yang lalu-lalang memindahkan barang sesuai dengan perintah Vierra.


"Cepat sedikit!!" Gerutu Claudia pada Vierra ketika sudah 30 menit berlalu dan semua barang barangnya belum selesai diatur.


"Baik Kak," jawab Vierra kembali mengarahkan orang-orang yang sedang mengangkat barang.


Akhirnya semua barang yang ada di lantai 2 telah selesai diatur, jadi Vierra turun ke lantai satu dan terkejut karena barang di lantai satu juga telah selesai diatur.


"Bagaimana? Apakah ini sudah sesuai?" Tanya Rangga mengejutkan Vierra hingga perempuan itu terpaku di tempatnya.


Pria itu membantunya?


Deg!

__ADS_1


Deg!


Deg!


__ADS_2