
Setelah makan malam, Claudia kembali ke ruang kerjanya melanjutkan pekerjaannya, sementara 3 orang yang tersisa duduk di depan ruang tamu.
Vierra duduk dilantai menatap TV sembari mengganti-ganti channel TV untuk mencari siaran yang tepat.
Sementara dua pria yang duduk di sofa kini memandangi Vierra yang terlihat cantik dengan posisi menopang dagunya melihat ke arah TV.
"Malam ini tidak ada siaran yang menyenangkan," kata Vierra meletakkan remotenya lalu menatap 2 pria yang melihat ke arahnya.
"Ada apa?" Tanya perempuan itu karena terkejut dua orang sedang melihatnya dengan tatapan yang terlalu meniti.
Kedua pria itu langsung berpandangan lalu bersikap seolah tidak terjadi apapun.
"Kau, bukankah besok pagi-pagi sekali kau harus pergi ke kantor untuk memulai bekerja? Pergilah tidur, Aku tidak mau melihat karyawan baru mengantuk di kantorku!!" Ucap Rangga sebagai kedoknya untuk mengusir Satya agar dia bisa berduaan saja dengan Vierra.
"Uh,, Kak,, aku ini tidak terbiasa tidur cepat,, kalau sekarang aku pergi ke kamar, maka aku juga tidak akan bisa tidur! Sebaiknya kakaklah yang pergi ke kamar, aku yakin Kakak ipar sudah menunggu Kakak di sana, Kalian kan masih dalam masa-masa bulan madu!" Ucap Satya.
__ADS_1
"Apa yang diketahui anak kecil sepertimu? Menikah saja belum!!" Kesal Rangga.
"Ya,, paling tidak aku sudah menemukan seorang perempuan yang akhirnya akan kunikahi." Kata Satya sembari tersenyum menatap kearah Vierra membuat Vierra langsung menunduk. .
'Kenapa dia berkata seperti itu sambil melihat ke arahku?' Vierra bertanya-tanya dalam hatinya dan tak berani mengangkat wajahnya.
Sementara Rangga yang mendengar ucapan adiknya dan melihat arah tatapan pria itu, ia mengatup erat gigi-giginya lalu berkata "Kau masih terlalu muda untuk memikirkan pernikahan. Mengurus masalah kantor saja belum tentu bisa." Ucap Rangga.
"Siapa bilang?? Akan kutunjukkan padamu kalau aku benar-benar hebat dalam bekerja untuk mencari nafkah bagi istriku!!" Kata Satya.
"Ah baik,, selamat malam Vierra!!" Ucap Satya sembari melambaikan tangannya ke arah Vierra.
"Selamat amlam," kata Vierra lalu perempuan itu berjalan ke kamarnya.
Vierra langsung duduk di meja kerjanya sembari melihat dokumen yang tadi siang diberikan Claudia padanya.
__ADS_1
"Hah,, padahal ini bukanlah tugas seorang sekretaris CEO, tapi tidak masalah,, ini akan menambah banyak pengalamanku," ucap Vierra dengan semangat membuka berkas itu lalu mempelajarinya.
Setelah beberapa saat, Vierra melihat ada sesuatu yang tidak ia mengerti pada berkas itu jadi perempuan itu menutupnya dan berjalan ke lantai 2 untuk mencari Claudia.
'Seharusnya Kak Claudia belum tidur, dia tidak terbiasa tidur lebih awal.' pikir Vierra yang berniat menemui Claudya untuk menanyakan sesuatu padanya.
Baru saja Vierra akan mengetuk pintu ruang kerja Claudia Ketika Rangga tiba-tiba keluar dari pintu seberang yang merupakan ruang kerja pria itu.
"Ada apa?" Tanya Rangga sembari memperhatikan Vierra yang memegang berkas di tangannya.
"Ah,, ini, proyek kerjasama antara perusahaan kita, ada hal yang ingin kutanyakan pada Kak Claudia." Ucap Vierra.
"Dia sudah pergi ke kamar untuk tidur, biar aku membantumu," ucap Rangga mengulurkan tangannya untuk mengambil berkas dari Vierra.
"Eh?" Vierra terkejut sebab tidak biasanya Claudia tidur lebih awal, tapi dia tidak bisa menghentikan Rangga mengambil berkas dari tangannya.
__ADS_1
"Masuklah," ucap Rangga membuka pintu ruang kerjanya untuk Vierra membuat Vierra tertegun di tempatnya.