
Sudah 2 jam Satya duduk sembari menikmati rasa cemburunya melihat dua orang di depannya.
Tetapi tidak ada tanda-tanda Vierra dan Rangga akan berhenti membahas masalah pekerjaan sehingga pria itu mulai mengantuk dan perutnya terasa penuh akan cemilan yang terus ia makan.
'2 jam duduk seperti ini aku merasa seperti seorang penonton bioskop yang menikmati pertunjukan kemesraan di depanku!! Hah,, padahal aku jelas-jelas tahu kalau mereka berdua hanya membahas masalah pekerjaan, mereka berdua juga tidak mungkin bersama!!' saatnya menghilang nafas.
"Hei,, apakah masih banyak yang harus kalian bahas?" Tanya Satya membuat dua orang yang sedang fokus pada pembicaraan mereka kini menatap pria yang terlihat mengantuk itu.
"Kenapa? Apakah kau mau membantu kami?" Tanya Vierra dengan tetapan sinis dilontarkan pada pria yang menyebalkan itu.
"Ah,, tidak!! Aku harus tidur sekarang jadi aku akan meninggalkan kalian." Kata Satya segera berdiri lalu pria itu meninggalkan ruangan Rangga.
Begitu Satya menutup pintu ruangan Rangga, Rangga langsung berdiri dan mengunci pintu.
Vierra yang tertinggal di sofa langsung merenggangkan punggungnya, "Adikmu itu benar-benar menyebalkan!! Dia membuat kita duduk selama 2 jam untuk membahas satu proyek!!!" Kesal Vierra.
Rangga tersenyum mendekati Vierra, "Tapi dia sepertinya tidak mendengarkan kita, dia bahkan tidak mempertanyakan mengapa kita membahas satu proyek secara berulang-ulang. Kita bahkan mengulanginya sampai tiga kali." Kata Rangga sembari tersenyum mendekati Vierra dan memeluk perempuan itu.
"Sepertinya dia terlalu fokus pada makanannya hingga dia tidak mendengarkan pembahasan kita." Vierra mengulurkan tangannya ke leher Rangga lalu memeluk pria.
"Hmm,," sebuah ciuman mendarat di bibir Vierra sembari tangan Rangga menarik tubuh Perempuan itu agar naik ke pangkuannya.
Keduanya terus bercium dengan tangan Rangga yang sudah menjalar di seluruh tubuh Vierra.
Cup cup cup...
__ADS_1
Suara ciuman mereka terus menghiasi ruangan itu sampai alarm Vieerra bedering.
Keduanya langsung menghentikan aksi mereka lalu Vierra menghela nafas dengan kasar.
"Padahal aku masih ingin berduaan denganmu," kesal Vierra kembali memeluk erat Rangga.
"Aku akan mencari kesempatan untuk kembali ke kamarmu nanti, paling tidak sampai Claudia selesai memeriksa kamarmu." Ucap Rangga yang mana pria itu juga tidak bisa menahan diri.
Gara-gara Satya mengganggu mereka, jadinya mereka hanya bisa berduaan sebentar saja.
Akhirnya setelah 1 menit berpelukan, Vierra turun dari pangkuan Rangga lalu memperbaiki pakaiannya.
"Aku harus pergi sekarang, takutnya Kak Claudia sudah keluar dari ruangannya." Ucap Vierra lalu berbalik meninggalkan Rangga.
Tepat ketika Vierra akan turun ke lantai bawah suara pintu ruangan Claudia terdengar di buka.
Perempuan itu melemparkan diri ke atas ranjang lalu membalut tubuhnya dengan selimut.
"Dasar!!! Semua ini karena Satya!!!" Kesal Vierra menggertakan giginya.
Sementara di lantai 2, Claudia yang keluar dari ruang kerjanya pergi ke kamarnya untuk tidur, baru saja dia akan naik ke tempat tidur ketika dia teringat akan sesuatu, perempuan itu lalu mengambil kunci serep dan berjalan keluar kamar.
Tempat yang pertama kali ia datangi adalah Ruang kerja Rangga.
Tok tok tok....
__ADS_1
Claudia mengetuk pintu tetapi tidak ada yang menjawab dari dalam jadi dia menggunakan kunci serep membuka pintu ruang kerja tersebut dan melihat Rangga Sudah terlelap di atas sofa.
'Dia memang tidur di sini, kalau begitu dua orang itu!!' Claudia menggertakan giginya lalu menutup pintu ruang kerja tersebut sebelum turun ke lantai satu.
Claudia berdiri di depan pintu kamar Vierra mendengarkan suara dari dalam kamar.
"Ha ha ha... Kau sangat lucu!!!" Terdengar suara Vierra tertawa terbahak-bahak membuat Claudia mengerutkan keningnya lalu dengan cepat menggunakan kunci serepnya membuka pintu itu secara perlahan.
Kurang dari 1 menit Claudia dengan cepat memutar handle pintu lalu membuka pintunya.
Vierra yang sedang menonton acara talk show di hp-nya terkejut melihat kakaknya.
"Uh,, Kakak? Ada apa?" Tanya Vierra kebingungan.
Vierra langsung mematikan ponselnya lalu turun dari tempat tidur, "Apakah kakak membutuhkan sesuatu?" Tanyanya.
"Kau,, dengan siapa kau berbicara?" Tanya Claudia.
"Aku?? Aku hanya menonton acara talk show di ponselku." Ucap Vierra.
"Benarkah??" Meski tadi Claudia melihat Vierra memang menonton di ponselnya, tapi perempuan itu tidak percaya, dia langsung masuk ke kamar Vierra lalu mengecek satu persatu ruangan di tempat itu.
"Apa yang Kakak cari?" Vierra berpura-pura bertanya padahal dia sudah mendengar cerita dari Rangga.
"Tidak ada,, tidurlah," kata Claudia meninggalkan kamar Vierra lalu perempuan itu naik ke lantai dua sambil mendengus kesal.
__ADS_1
'Apakah yang kemarin itu Vierra juga hanya menonton acara talk show dan berbicara sendiri?' Claudia bertanya-tanya dalam hatinya.