Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
61. Rangga datang di tengah jam makan siang


__ADS_3

Semua orang sedang mengerjakan pekerjaan mereka ketika telepon di meja Laras tiba-tiba berbunyi.


"Suruh Vierra masuk ke ruanganku." Ucap Claudia dari seberang telepon.


"Baik Nona," jawab Laras lalu menoleh pada Vierra yang sedang sibuk.


"Si penyihir memanggilmu ke ruangannya," ucap Laras pada Vierra.


"Baik," jawab Viera dengan enggan meninggalkan mejanya lalu pergi ke ruangan Claudia.


Begitu tiba di ruangan Claudia, perempuan itu melihat setumpuk berkas yang sangat tinggi di meja Claudia.


"Rapikan semua berkas-berkas ini dan berikan hasilnya sebelum jam pulang kerja nanti." Ucap Claudia tanpa melihat pada Vierra.


"Baik," jawab Vierra mengambil berkas-berkas itu lalu dia kembali ke mejanya meletakkan berkas itu sembari menghela nafas kasar.


Semua orang sudah terbiasa ketika Vierra keluar dari ruangan Claudia dan menghela nafas, itu artinya Clau5 baru saja mengerjainya.


"Apalagi yang diinginkan Si penyihir dari Putri salju?" Gali bertanya tanpa mengangkat wajahnya karena dia juga sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


"Hah,, tumpukan berkas Ini harus selesai sebelum jam pulang, sementara aku masih mengerjakan pekerjaan lain." Kata Vierra lalu menoleh pada Mercy, "Aku rasa makan siang ku dengan Satya harus digantikan olehmu." Ucapnya.


Mercy yang sudah dari tadi sibuk langsung mengangkat kepalanya dan dengan penuh semangat berkata, "Benarkah?!!!"


"Hm,, aku berjanji makan siang bersama Rangga dan Satya tapi sepertinya aku harus menggunakan jam makan siangku untuk mengerjakan ini." Ucoa Viera.


Mendengar itu, Merci bersorak sangat senang lalu memeluk Vierra, "Terima kasih kepada Nona penyihir yang telah memberikan tumpukan pekerjaan pada Viera hingga dia tidak bisa meluangkan waktunya untuk makan siang bersama Satya." Ucapnya membuat Vierra langsung tersenyum miring pada Melci.


"Kau benar-benar kejam!" Gerutu Vierra.


"Hehe,, Maafkan aku, kita harus menjadi kejam dalam cinta atau cinta yang kita kejar tidak akan tergapai!! Pokoknya nanti aku akan membungkuskanmu makan siang jadi kau tunggu saja aku!! Oya,, tapi kau bilang Rangga bersama Satya?" Mercy mengerutkan keningnya, tentu saja dia tidak mau makan siang bersama Rangga.


Yang ia inginkan hanya makan siang bersama Satya!!!


"Oh, benarkah?!! Terima kasih!!!" Seru Mercy kembali memeluk Vierra.


Akhirnya sesuai dengan pengaturan maka Mercy pergi ke restoran yang diberitahukan oleh Vierra, sementara Vierra ditinggalkan sendiri di ruang sekretaris mengerjakan seluruh pekerjaannya.


Namun, di tengah-tengah jam makan siang perempuan itu terkejut saat seorang pria tiba-tiba memasuki ruangan sekretaris.

__ADS_1


"Sayang,," Vierra berbicara lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Rangga hanya tersenyum lalu mendekati Vierra dan meletakkan makanan di atas meja kerja perempuan itu.


"Jangan lupa makan," katanya mengulurkan tangannya memegang tengkuk Vierra lalu menahan kepala perempuan itu


Cup!!


"Mhhh.... Hah,,," Vierra menikmati ciuman mereka meski dia sesekali menoleh ke pintu masuk.


Sampai lipstik Vierra belepotan, barulah Rangga melepaskan ciuman mereka.


"Bekerjalah, aku harus ke ruangan kakakmu untuk membicarakan beberapa pekerjaan." Ucap Rangga hendak berbalik pergi ketika Vierra menahan lengannya.


Rangga melihat pada Vierra yang mengambil tisu lalu perempuan itu berdiri menatapnya.


"Lipstikku di bibirmu," ucap Vierra tersenyum mengelap bibir Rangga. ..


Rangga hanya terdiam menunggu perempuan itu selesai mengelap bibirnya, ketika Vierra menarik tangannya, Rangga kembali mengulurkan tangannya menahan tengkuk Viera lalu mencium perempuan itu.

__ADS_1


"Jangan lupa makan dulu sebelum lanjut bekerja." Ucap Rangga mengacak rambut Vierra lalu perempuan itu keluar dari ruangan sekretaris.


Vierra berdiri memandangi kepergian Rangga lalu tersenyum bahagia, "Terima kasih Tuhan,, aku harap kebahagiaan seperti ini akan bertahan selama-lamanya."


__ADS_2