
Akhirnya, karena semua orang melihat Rangga sangat menderita dan Claudia juga tidak menginginkan pernikahan itu, maka semua orang sepakat untuk membiarkan dua orang itu untuk bercerai.
Meski Arman sedikit tidak setuju dengan hal itu, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena meskipun kedua anak mereka telah bercerai, namun kedua keluarga telah berjanji akan tetap mempererat hubungan bisnis di antara kedua belah pihak.
'Karena Rangga menginginkan Vierra menjadi istrinya maka aku harus mengutus beberapa orang untuk mencari Vierra sampai ke luar kota. Pokoknya Vierra harus kembali ke keluarga Faraday menjadi anak angkat kami, agar suatu kelak keluarga Edward tidak bisa berpaling dari keluarga Faraday.' pikir Arman yang masih merasa cemas jika Vierra tidak ditemukan Lalu suatu saat Rangga dan maupun Satya menikah dengan perempuan dari keluarga lain.
Saat itu terjadi, maka mau tidak mau keluarga Edward harus lebih mengutamakan menantunya dan besannya, ketimbang mereka yang hanya mantan besan.
"Sepertinya kami harus kembali sekarang karena ada beberapa urusan yang harus kami selesaikan malam ini juga." Ucap Arman pada semua orang yang masih duduk di sana, meskipun Windri kini berada di ambang pintu kamar Rangga mendengar suara putranya yang tampak kesakitan.
Claudia menatap ayamnya dan bertanya, "Tidakkah Ayah dan Ibu makan malam dulu sebelum kembali!"
Arman menggelengkan kepalanya dan berdiri menatap putrinya, "Ini benar-benar hal mendesak yang harus Ayah selesaikan, tapi kalau ibumu masih mau tinggal maka ayah akan menjemput ibumu besok pagi."; Kata Arman balik menatap istrinya untuk menerima jawaban dari perempuan itu.
Kartika menghela nafas, "Aku tinggal saja di sini menemani Claudia, besok pagi baru jemput aku." Ucap Kartika yang masih ingin membicarakan sesuatu dengan putrinya.
Arman mengangguk, "Ya sudah kalau begitu, Tuan Edwar saya harus permisi sekarang." Ucap Arman diangguki oleh Aldan lalu pria itu segera meninggalkan kediaman Claudia.
Begitu tiba di mobilnya, Arman langsung mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi orang-orangnya.
__ADS_1
"Bima," katanya pada orang di seberang telepon.
"Ya Tuan," jawab bawahan Arman.
"Aku ingin kamu mencari Vierra di dalam kota dan di luar kota, termasuk di kota-kota tetangga ibukota. Lakukan dengan cepat dan usahakan menemukannya dalam keadaan hidup lalu bahwa kembali ke kediamanku." Perintah Arman mengejutkan bawahannya di seberang telepon.
Anak angkatnya sudah menghilang selama belasan hari, tetapi pria itu baru berniat mencarinya sekarang.
Mengapa?
"Baik Tuan," sang bawahan tetap menjawab dengan patuh meski dia merasa aneh dengan sikap Arman yang tiba-tiba berubah mencemaskan anak angkatnya.
Dia juga ingin meminta bantuan pada kenalannya agar orang-orang dari kenalannya membantunya mencari putri angkatnya.
Setelah semalaman menghabiskan waktu mencari bantuan, Arman akhirnya kembali ke kediamannya, ia beristirahat selama beberapa jam lalu pergi menjemput istrinya.
Pria itu terkejut ketika dia tiba di kediaman Claudia dan melihat sebuah ambulans terparkir di depan rumah.
"Kenapa ada ambulans?" Pria itu bertanya-tanya sembari berlari ke dalam rumah lalu terkejut melihat beberapa petugas kesehatan membawa tandu berisi seorang pria yang tak lain adalah Rangga.
__ADS_1
"Hiks,, putraku...." Windri mengikuti petugas kesehatan itu lalu naik ke atas mobil.
"Apa yang terjadi?" Tanya Arman pada istrinya yang juga tampak cemas mengikuti tandu.
"Pagi ini ketika kami semua bangun, tiba-tiba Windri mendapati Rangga berada di bath up dengan wajah yang sangat pucat. Kami langsung menelpon ambulans karena takut terjadi apa-apa pada pria itu." Ucap Kartika.
"Kalau begitu, ayo menyusul mereka ke rumah sakit." Ucap Arman sembari melihat pada putrinya yang sudah bersiap untuk bekerja.
"Kau ikut?" Tanya Arman pada putrinya.
Claudia menggelengkan kepalanya, "Pagi ini aku ada meeting penting dengan klien dari luar negeri, dan proyek ini bernilai 2 miliar rupiah. Aku akan menyusul ke rumah sakit begitu meetingnya selesai." Ucap Claudia.
"Ya sudah, biar kami berdua yang pergi ke rumah sakit." Kata Arman lalu dia dan istrinya segera menaiki mobil meninggalkan kediaman Claudia, mereka menyusul mobil ambulans dan mobil milik Aldan yang berada di depannya.
Kartika yang duduk di kursi kemudi begitu cemas melihat mobil di depannya, "Astaga, Aku tidak menyangka kepergian Vierra sangat mempengaruhi pria itu sampai seperti ini. Seandainya dulu kita tahu bahwa Vierra dan Rangga lah yang saling mencintai, maka seharusnya kita menjodohkan mereka berdua dan bukannya dengan Putri kita yang sama sekali tidak berniat untuk menikah." Ucap Kartika sambil menghela nafas.
Arman yang duduk di samping istrinya tidak mengatakan apapun, dia hanya fokus mengemudi.
Sesaat mereka terdiam Kartika kembali berkata, "Sekarang kita memiliki seorang cucu di rahim anak angkat kita, tapi sayangnya, anak angkat kita telah pergi jauh dari kita. Dia pasti merasa sangat tersiksa sudah menjadi bagian dari keluarga kita." Ucap Kartika sembari memejamkan matanya.
__ADS_1
"Tenang saja, aku sudah menyuruh banyak orang untuk mencari putri angkat kita di seluruh kota tetangga ibukota. Semoga saja pencarian mereka membuahkan hasil dan Putri angkat kita bisa kembali lagi ke kediaman kita." ucap Arman sambil melirik istrinya yang tampak tertekan memikirkan Putri angkat mereka.