
Jam pulang kantor akhirnya tiba, Viera membawa beberapa berkas tambahan yang diberikan oleh Claudia padanya untuk dipelajari dari rumah lalu perempuan itu menaiki mobilnya.
Tepat ketika dia menyalakan mesin mobilnya, ponselnya tiba-tiba berdering memperlihatkan nama pemanggil adalah Claudia.
"Halo Kak," ucap Vierra menjawab panggilan telepon dari kakak angkatnya.
"Sebelum kembali ke rumah Jangan lupa singgah berbelanja dan belikan aku beberapa barang yang akan kukirimkan padamu." Ucap Claudia ditutup bunyi nada sambungan yang diputuskan secara sepihak.
Tut Tut Tut...
Vierra menghela nafas menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Dasar tukang perintah!!" Gerutu Vierra menyalakan mesin mobilnya lalu membawa mobil tersebut ke swalayan yang tak jauh dari kantornya.
Ia memarkirkan mobilnya lalu memasuki swalayan sembari melihat daftar barang yang diinginkan oleh Claudia.
"Dia hanya membeli barang-barang pribadinya, Kenapa dia sama sekali tidak memikirkan suaminya?" Ucap Vierra membaca barang-barang kebutuhan pribadi yang di tulis Claudia.
Mereka baru saja pindah rumah Jadi kemungkinan Rangga juga belum menyiapkan barang-barang pribadinya.
'Sebaiknya aku beli juga beberapa untuk Rangga, nanti aku bisa mengatakan kalau kalau Claudia lah yang menyuruh ku untuk membelinya.' ucap Vierra dalam hati lalu perempuan itu dengan semangat mematikan ponselnya untuk memulai perbelanjaan nya.
__ADS_1
Ketika dia hendak memasukkan ponsel ke dalam tasnya, tiba-tiba seorang pria datang menabraknya hingga ponsel tersebut jatuh ke lantai.
"Astaga!!!" Vierra berteriak sembari berjongkok untuk meraih ponselnya yang tergeletak di lantai.
Begitu melihatnya, layar ponsel itu telah retak dan menghitam, Vierra berusaha menekan tombol powernya tetapi layar ponsel itu tak juga menyalah.
"Astaga maaf,," pria yang menabrak Vierra langsung membungkuk pada Vierra untuk meminta maaf.
"Ponselku!! Daftar belanjaan perempuan pesuruh itu!!!" Vierra menggertakkan giginya lalu menatap pada pria yang sedang meminta maaf padanya.
"Apa yang kau lakukan?? Kenapa tidak hati-hati??" Meski Vierra berada dalam kekesalannya, dia berusaha menekan amarahnya dan berusaha agar tidak meneriaki pria yang baru saja menabraknya.
Dia benar-benar tidak menyangka kalau perempuan itu akan menahan amarahnya dengan tidak meneriakinya.
"Kau?!!" Vierra begitu terkejut saat melihat wajah pria yang menabraknya adalah pria yang sama dengan yang ia tabrak ketika dia berlari ke toilet di acara pernikahan Claudia dan Rangga.
"Halo," ucap Satya sembari tersenyum kikuk, "Maaf karena sudah menabrak mu, aku akan mengganti ponselmu yang rusak." Katanya melihat ponsel di tangan Vierra.
"Tidak!! Tidak perlu, lupakan saja kejadian hari ini, anggap saja kita impas karena hari itu aku juga menabrakmu di depan toilet." Ucap Vierra yang tidak mau merepotkan siapapun.
"Tidak,, ini salah aku karena terburu-buru, pokoknya aku akan mengganti ponselmu. Dapatkah kau memberikanku kartu namamu?" Tanya Satya.
__ADS_1
"Tidak perlu,, aku masih punya ponsel yang lain untuk digunakan." Kata Vierra berbohong.
Mana ada dia punya ponsel yang lain? Sementara ponsel yang ia gunakan itu adalah hadiah ulang tahun dari Kartika saat ia masih berduduk di bangku SMA.
Dia terus merawatnya sampai sekarang dan tidak pernah menggantinya karena seluruh gajinya dia gunakan untuk membayar hutangnya pada keluarga Faraday.
"Tidak, kalau kau tidak mau memberikan kartu namamu aku akan menelepon polisi supaya kita menyelesaikan ini di kantor polisi, agar aku bisa membayar denda padamu." Ucap Satrya mengeluarkan ponsel dari sakunya untuk menghubungi nomor kepolisian ketika Vierra menghentikannya.
"Tidka perlu!! Aku tidak punya waktu untuk berurusan dengan polisi, jadi ini kartu namaku." Ucap Vierra mengeluarkan kartu namanya dari tasnya lalu memberikannya pada Satya.
Terserah saja pria itu, daripada pria itu harus menahan nya lagi dan berurusan dengan polisi.
"Baik, kalau begitu aku akan menghubungimu saat aku sudah mendapatkan ganti ponsel mu." Kata Satrya sembari tersenyum menyimpan kartu nama Vierra.
"Kalau begitu Nona Vierra, aku duluan," ucap Satrya lalu pria itu bergegas meninggalkan Vierra yang kini panik di tempatnya.
'Bagaimana aku mengetahui semua barang-barang yang dipesan oleh Claudia?' perempuan itu memijat keningnya yang terasa ingin meledak.
Kalau dia sampai kembali dengan tangan kosong, Claudia akan memarahinya lagi dan bahkan menghukumnya dengan memotong gaji bulanannya.
Jika hal seperti itu terjadi maka hutangnya pada keluarga Faraday akan semakin lama untuk bisa di lunasi.
__ADS_1