Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
94. Memutuskan untuk pergi


__ADS_3

"Sayang, Jangan memancing amarahku, mana mungkin aku membiarkanmu mengembalikan uang yang kuberikan padamu?!! Ini sudah kewajibanku sebagai suami mu!!" Ucap Rangga membuat Vierra terdiam.


'Baiklah, ia kan saja dulu, karena sekarang bukan waktu yang tepat untuk berdebat.' pikir Vierra lalu perempuan itu menghela nafas dan berkata, "Aku butuh sekitar 500 juta."


"500 juta?" Tanya Rangga dengan raut wajah yang tak percaya bahwa perempuan itu membutuhkan 500 juta.


Uang sebanyak itu memangnya akan dipakai Vierra untuk apa?


"Kau tidak bisa memberikannya? Kalau begitu aku--"


"Siapa bilang aku tidak akan memberikannya? Akan ku transfer sekarang." Kata Rangga mengambil ponselnya lalu dengan cepat mentransfer uang 800 juta ke rekening Vierra.


Vierra yang melihat hal tersebut hanya bisa terpaku di tempatnya melihat pria itu benar-benar mentransfer uang sebanyak itu ke rekeningnya. Bahkan dilebihkan 300 juta?


Apakah pria itu benar-benar menganggap uang sebagai hal yang tidak penting hingga dengan mudah memberikannya seperti itu???


Vierra ingin protes, tapi dia tahu mereka akan berdebat panjang jika dia melakukan itu jadi perempuan itu hanya saja.


"Sudah,, sekarang jangan murung lagi dan jangan bertingkah konyol lagi dengan tidak kembali ke rumah!!" Kata Rangga memeluk erat Vierra sembari menciumi perempuan yang masih berada dalam kelinglungannya.

__ADS_1


Cukup lama berpelukan akhirnya dua orang itu berpisah lalu Rangga melanjutkan mengemudinya kembali ke rumah mereka.


Begitu tiba di rumah, kedua orang itu langsung masuk ke kamar Vierra dan mengunci pintu kamar.


Vierra membersihkan diri sebelum naik ke ranjang disusul oleh Rangga.


Kalau biasanya Rangga yang berinisiatif memeluk Vierra maka saat ini vierralah yang mengulurkan tangannya memeluk Rangga dengan erat lalu mendaratkan ciuman bertubi-tubi di bibir Rangga.


Ini adalah sebuah kejadian langkah jadi Rangga kemudian bertanya, "Apakah kau begitu senang karena diberikan uang 800 juta hingga kau tiba-tiba bertingkah seperti ini?" Tanya Rangga sembari membiarkan Vierra yang terus menciumnya.


"Hm,,, Ini pertama kalinya seseorang memberiku banyak uang." Jawab Vierra menghentikan ciumannya pada Rangga namun kini dia menempelkan seluruh wajahnya di wajah Rangga.


Dia pernah merasakan hal seperti ini ketika Satya yang merupakan adiknya tiba-tiba berubah menjadi orang yang tidak membangkan lagi.


Lalu setelah beberapa hari pria itu ternyata memutuskan untuk mengikuti pamannya ke luar negeri dan tinggal di sana selama bertahun-tahun.


"Kau berpikir terlalu jauh. Aku hanya merasa senang karena akhirnya aku mendapatkan uang yang sudah seharian ini ku pikirkan bagaimana cara mendapatkannya dalam sekejap." Kata Vierra sambil memejamkan matanya.


"Memangnya mau kau gunakan apa uang itu?" Rangga bertanya sembari memperhatikan wajah Vierra yang begitu dekat dengannya.

__ADS_1


Dari matanya dia bisa melihat kulit Alana yang sangat halus dan pori-pori kulitnya yang sangat kecil.


Satupun jerawat tidak ada di wajah perempuan itu menandakan perempuan itu sangat rajin merawat kulitnya.


"Uang itu untuk membayar hutang kepada istri pertamamu." Jawab Vierra mengejutkan Rangga.


"Kau--"


"Hm,,,, karena sekarang kau sudah tahu maka jangan bertanya lagi. Aku kesal setiap kali harus menyebut nama istri pertamamu saat berdua denganmu." Kata Vierra sambil membuka matanya melemparkan tatapan kesalnya pada Rangga.


Hal itu membuat Rangga merasa sangat senang lalu dia mengeratkan pelukannya pada Vierra dan tertawa kecil, "Baiklah,, dasar tukang cemburu. Pokoknya mulai sekarang aku tidak akan pernah mengungkitnya lagi." Ucap Rangga.


"Terima kaih," ucap Vierra kembali memejamkan matanya.


'Aku tidak bisa tinggal lebih lama lagi, pernikahannya akan digelar dalam 10 hari jadi besok atau lusa undangannya mungkin akan disebar. Sebelum undangannya disebar Aku harus pergi dari tempat ini agar mereka tidak menyebar undangan yang akan mempermalukan keluarga Faraday dan keluarga Edward.' pikir Vierra.


Dia lebih memilih pergi sendirian daripada harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai. Paling tidak, sekarang di rahimnya sudah terdapat seorang bayi kecil yang akan menjadi kenang-kenangannya mengingat Rangga.


Hal itu saja sudah cukup membuat Vierra menguatkan tekadnya untuk meninggalkan Rangga dan segala kenangan yang sudah ia dapat di ibukota.

__ADS_1


__ADS_2