Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
68. Para orang tua yang menginginkan cucu


__ADS_3

Vierra duduk di samping Kartika sembari bergelalit manja di lengan perempuan itu mendengarkan orang-orang yang sedang sibuk berbicara masalah keluarga.


"Tidak menyangka pernikahan anak kita sudah berumur 1 bulan, jadi seharusnya bulan ini kita sudah bisa menagih seorang cucu bukan?" Windri berbicara sembari tersenyum ke arah Kartika.


"Ah,, benar sekali,," ucap Kartika bersemangat lalu perempuan itu menoleh pada Claudia, "Ayo sayang, katakan pada kami Apakah kau sudah terlambat datang bulan?" Tanya Kartika dengan mata berbinar-binar menatap putrinya.


Vierra yang memainkan lengan Kartika hanya bisa terdiam mendengar mereka, 'Bagaimana mau hamil, lah yang tidur bersama suaminya kan aku.' pikir Vierra menghela nafas lalu perempuan itu berpikir-pikir dan sesaat mengerutkan keningnya.


'Lho,, bulan ini pun aku belum datang bulan.' sekejap wajah perempuan itu terlihat memucat, namun tidak ada yang memperhatikannya karena semua orang sedang fokus pada Claudia.


Tetapi Rangga yang duduk di samping Caludia kini menatap Vierra dengan seksama saat melihat wajah Vierra tampak agak pucat dengan keringat di kening perempuan itu.


'Ada apa dengannya?' pikir Rangga dalam hati namun dia tidak menunjukkan ekspresi apapun dan hanya menatap Vierra.


"Ibu,, jangan mendesak kami, Kami sedang merencanakannya dan belum memutuskan untuk memiliki anak." Ucap Claudia langsung membuat semua orang tersentak kaget.

__ADS_1


"Apa?!!"


"Apa yang kau katakan sayang?"


"Apa maksud kalian dengan belum memiliki rencana?!"


"Jangan bilang kalian tidak mau memiliki anak!!"


Semua nyonya dan tuan besar yang ada di ruangan itu serentak bertanya sembari melihat dua orang yang duduk dengan tenang.


"Rangga!! Apa yang kau lihat?!!" Bentak Windri pada putranya saat melihat pria itu tidak menghiraukan mereka dan hanya melihat ke arah Kartika dan Vierra.


"Apa?!! Alasan macam apa itu?!! Pokoknya kalian tidak boleh menunda memiliki anak!! Kalau alasan kalian tidak ada yang bisa menjaganya, maka ibu yang akan menjaganya!!!" Ucap Windri.


Kartika menganggukkan kepalanya, "Ya,, Ibu juga bisa menjaga bayi kalian. Lagi pula kami berdua tidak memiliki pekerjaan di rumah, makanya kami sangat kesepian dan berharap memiliki seorang cucu yang bisa menghibur kami.

__ADS_1


"Jadi pokoknya mulai malam ini kalian harus berusaha keras untuk memberikan kami seorang cucu!!!" Ucap Kartika dengan tegas memandang dua orang yang terlihat tampak acuh tak acuh.


Caludia menghela nafas, "Hah,, ibu,, bagaimana bisa aku melahirkan seorang anak yang kemudian merepotkan neneknya? Pokoknya kalau kami memiliki anak maka kami berdualah yang harus menjaganya, tapi sekarang belum waktunya karena pekerjaan di perusahaan masih--"


"Omong kosong!! Kalau begitu mulai besok kau tidak perlu lagi menjadi CEO!! Kau cukup tinggal di rumah supaya kau bisa fokus untuk memiliki anak!" Ucap Kartika.


"Iya, Ayah juga setuju. Masalah perusahaan biar Vierra yang menanganinya, kau hanya perlu memantau dan mengajari Vierra supaya dia--"


"Tidak!! Tidak ada yang bisa menggantikanku menjadi CEO di perusahaan. Pokoknya aku dan Rangga akan memikirkan masalah ini, para orang tua bisa terima beres saja." Ucap Caludia.


"Benar sekali, ini adalah masalah rumah tangga kami, jadi seharusnya para orang tua tidak usah mengaturnya." Ucap Rangga.


Windri tidak tahan lagi, "Astaga,, kalian berdua ini mengapa sangat kompak untuk membantah?!! Kami para orang tua mengharapkan kehadiran seorang cucu, jadi bagaimana bisa kami tidak ikut campur masalah yang penting seperti ini?!!" Kata Windri dengan kesal.


"Hmm, benar, pokoknya jika dalam satu bulan kedepan tidak ada kabar kehadiran seorang cucu maka kalian berdua tidak akan bisa lagi menduduki posisi CEO di perusahaan. Vierra dan Satya akan menggantikan kalian!!" Ucap Alfan yang merupakan ayah Rangga.

__ADS_1


Claudia menggertakkan giginya, tetapi dia tidak mengatakan apapun lagi, percuma berdebat dengan para orang tua yang sudah kebelet memiliki cucu!!


Lebih baik menunggu amarah mereka semua mereda lalu kembali membahasnya.


__ADS_2