Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
88. Ketahuan sebelum waktunya


__ADS_3

Satya yang meninggalkan rumah kakaknya kini kembali ke kediaman Edward.


Pria itu mengejutkan ayah dan ibunya saat Edward berjalan cepat ke arah tangga.


"Hei! Kau,, mau kembali tinggal di sini?" Tanya Windri yang benar-benar tak mempercayai putranya kembali rumah mereka.


Ia mendekati putranya lalu memegang koper yang sedari tadi diseret Satya memasuki rumah mereka.


"Ibu lepas, aku merasa sangat lelah untuk bertengkar." Kata Satya menatap ibunya dengan wajah yang penuh beban.


"Apa katamu? Siapa yang mengajakmu bertengkar?" Kesel Windri pada putranya sebelum Perempuan itu tertegur sesaat lalu kembali bertanya, "Tunggu! Jangan bilang kau baru saja membuat masalah hingga takut ketahuan oleh Ibu?"


"Astaga Bu,, tidak seperti itu. Mengapa sih ibu selalu berpikir kalau putramu adalah orang yang selalu membuat masalah?" Satya langsung protes sembari melihat ayahnya yang berjalan ke arah mereka.


Saat pria itu lengah Windri memanfaatkan kesempatan itu memeriksa putranya.


Tangan perempuan itu tak sengaja memasuki saku jaket Satya dan menarik sebuah alat yang membuat perempuan itu tercengang.


"Apa ini?!!" Teriaknya pada Satay saat ia melihat alat tes kehamilan di tangannya bergaris merah 2.

__ADS_1


Satya begitu terkejut melihat ibunya merampas benda itu darinya, dia mengulurkan tangannya untuk mendapatkannya ketika ayahnya yang sudah di dekat mereka menghalanginya.


"Apa ini?!!" Windri kembali bertanya pada putranya dengan nafas perempuan itu tersengal-sengal.


Tak mungkin putranya melakukan hal yang tidak wajar di belakang mereka bukan?! Sampai menghamili anak orang?


"Jelaskan pada kami!!" Aldan menata putranya dengan tatapan mengintimidasi.


Satya membeku di tempatnya, dia menyelamatkan alat tes kehamilan itu agar tidak diketahui oleh Claudia dan Rangga, tapi dia tidak menyangka bahwa membawanya pulang ke rumah adalah pilihan yang benar-benar salah!!


Melihat putranya yang hanya terdiam, Windri kini memegang dadanya lalu perempuan itu berjalan ke arah sofa untuk duduk.


"Putraku!! Putraku sudah mempermalukanku!!!" Katanya memukul-mukul dadanya.


Keluarga mereka menjunjung tinggi nilai-nilai yang sedari dulu dipegang oleh leluhur mereka.


Tapi Siapa yang sangka di generasinyalah dia tidak bisa mendidik putranya dengan benar.


"Kau lihat ibumu!!! Sekarang dia tak berdaya seperti itu dan kau masih terdiam seperti ini?! Cepat katakan semuanya sebelum Ayah memukulmu!!!" Teriak Aldan pada putranya.

__ADS_1


"Maaf Ayah,," ucap Satya Langsung membuat Aldan menampar Putra bungsunya itu.


Plak!!


"Anak sialan!! Beraninya kau melakukan hubungan terlarang dan mempermalukan keluarga kita!! Padahal aku sudah menjodohkanmu dengan putri dari keluarga Faraday, sekarang mau ditaruh di mana wajah Ayah saat mereka mendengar kau sudah menghamili perempuan lain?!!" Aldan benar-benar kesal pada putranya.


Satya berdiri memegangi pipinya melihat ibunya yang tampak kesakitan memegang hasil tes kehamilan yang didapat dari Satya.


'Apakah sekarang Aku mengatakan saja bahwa akulah yang telah menghamili Vierra?' Satya menimbang-nimbang dalam hatinya.


Lagi pula, anak yang dikandung Vierra juga anak yang memiliki darah keluarga Edward jadi tidak ada salahnya kalau dia menikahi perempuan itu.


Tapi yang jadi masalah adalah apakah Vierra dan Rangga menyetujuinya?


"Cepat katakan?!! Siapa perempuan yang sudah mengandung anakmu?!!" Tanya Aldan pada Satya.


"Ayah,, bolehkah kita membicarakannya besok saja? Aku masih harus memikirkan masalah ini--"


Plak!!!

__ADS_1


Sebuah tamparan keras kembali mendarat di pipi Satya.


"Beraninya kau mengundur-undur waktu?! Tidakkah kau tahu kalau masalah seperti ini tidak bisa disembunyikan terlalu lama?! Keluarga kita akan dipermalukan dengan kelakuan memalukanmu ini!!!" Teriak Aldan pada Satya.


__ADS_2