
Setelah mendapat ciuman penyemangat dari Rangga, Vierra bekerja dengan hati berbunga-bunga hingga tanpa sadar sebelum jam pulang kerja dia menyelesaikan seluruh pekerjaannya.
Perempuan itu mencetak hasil pekerjaannya lalu berdiri untuk membawanya pada Claudia.
"Kau mau kemana?" Tanya Melci.
"Aku mau menyerahkan laporan ini pada CEO," jawab Vierra.
"Kau bodoh?!!" Mercy menarik lengan Vierra supaya perempuan itu kembali duduk di kursinya.
"Kalau kau pergi menyerahkannya sekarang maka nantinya kau akan diberikan pekerjaan tambahan!! Tunggu saja sampai mendekati jam pulang baru pergi mengantarnya." Ucap mercy membuat Vierra mengangguk-ngangguk.
"Itu ide yang bagus,, terima aksih," kata Vierra terkikik lalu perempuan itu meletakkan kembali berkas di tangannya dan melanjutkan beberapa pekerjaan lain yang belum selesai.
"Ini ucapan terima kasihku karena kau sudah mengizinkan aku makan siang bersama Satya," ucap mercy dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya.
Gali yang mendengar ucapan mercy langsung mengangkat wajahnya menatap perempuan itu, "Lalu bagaimana makan siang kalian?" Tanya Gali penasaran.
__ADS_1
Mercy yang sedang tertunduk langsung mengangkat wajahnya dan tersenyum menatap Gali, "Ternyata Satya itu orang yang sangat berbeda dari kakaknya. Orangnya sangat ramah, pengertian dan terlebih,, sepertinya dia hanya seperti itu padaku saja!!" Ucap Melci pw5rcaya diri.
Gali tak percaya, "Hah?! Kau yakin?!! Jangan-jangan apa yang kau katakan itu hanya sebuah karangan saja!!" Kata Gali.
"Apa sih yang kau tahu!!!" Mercy mendengus kesal lalu dia kembali menunduk, tak mau lagi meladeni Gali yang terus mengganggunya.
Reza yang melihat kelakuan dua orang itu hanya bisa menghela nafas, "Hah,, kalian berdua ini seperti kucing dan tikus, terus saja bertengkar lalu berbaikan lagi dan bertengkar Lagi. Aku rasa ini adalah sebuah pertanda bahwa kalian berdua sebenarnya berjodoh."
"Apa?!!!" Galih dan Melci serentak berteriak ke arah Reza.
"Jangan berbicara omong kosong atau aku akan membuat kepalamu menjadi kosong!!!" Ancam Mercy yang tidak setuju bila dirinya dikatakan berjodoh dengan pria menyebalkan yang ada di depannya.
"Helle,,," Mercy menatap sinis pada Gali lalu perempuan itu kembali melihat Loren, "Kau tinggal bersama Satya,, Bagaimana kalau kapan-kapan kau mengajakku ke rumahmu?" Tanya Melci.
"Ya,, Tentu saja aku bisa melakukannya, tapi itu tergantung padamu, kalau kau tidak takut saja dengan Si penyihir yang ada di rumahku." Jawab Vierra langsung membuat Mercy tampak lesuh menopang dagunya.
"Benar!!! Seharusnya aku membuat FTV berjudul cintaku terhalang penyihir jahat yang menyamar menjadi CEO ku!!!" Ucap Melci mendengus.
__ADS_1
Semua orang tertawa mendengar ucapan Melci, tapi tidak ada yang menanggapi perempuan itu, mereka hanya fokus bekerja sampai jam pulang kantor akhirnya tiba.
Setelah keluar dari ruangan CEO, Vierra langsung mengambil tasnya lalu mereka semua meninggalkan kantor.
Begitu tiba di rumah, Vierra langsung berada di dapur untuk membuat makan malam bagi semua penghuni rumah.
Seperti biasa , Satyamembantunya dan kedua orang itu lebih terkejut lagi Ketika Rangga tiba-tiba datang menghampiri mereka.
"Kakak ada apa?" Tanya Satya pada Rangga, biasanya setelah pulang kerja pria itu tidak akan turun dari lantai 2 karena Rangga mengerjakan banyak pekerjaan di ruang kerjanya.
"Aku mau ambil air putih, Oya Vierra, tolong buatkan aku kopi dan antar ke atas." Kata Rangga dianggguki oleh Vierra lalu perempuan itu segera membuat kopi untuk Rangga.
"Membuat kopi saja sampai senyum-senyum, Apakah kau benar-benar suka diperintah oleh semua orang?" Tanya Satya yang merasa kesal melihat Vierra.
"Hehe,, lalu menurutmu aku harus menangis sambil membuat kopi?" Ejek Vierra sembari tetap tersenyum.
Dia sedang membuat kopi untuk suaminya jadi tentu saja dia merasa sangat senang.
__ADS_1
"Ya terserah padamu lah!!" Ucap Satya sembari mempercepat gerakan tangannya memotong sayur.
Semakin cepat mereka selesai memasak maka semakin cepat juga mereka bisa duduk di depan TV sembari menonton berduaan.