
Rangga akhirnya tiba di rumah, pria itu merasa tak sabar untuk melihat Vierra jadi dia terburu-buru memasuki rumah dan mendengar suara gemuruh dari dapur.
'Dia pasti di dapur,' pikir Rangga berjalan ke arah dapur dan terkejut melihat Vierra bersama Satya sedang mencuci piring bersama.
"Hei!! Jangan!!" Vierra menggerutu pada Satya saat wajahnya terkena air sabun yang diciptakan oleh Satya.
"Ha ha ha... Kau terlihat jelek!!" Ejek Satya.
"Apa katamu?!!! Rasakan ini!!" Vierra balas mencipratkan sabun ke wajah Satya hingga kedua orang itu kini saling berlomba untuk membasahi satu sama lain.
"Apa yang kalian lakukan?" Tiba-tiba suara Rangga yang bertanya menghentikan dua orang yang sedang bermain air.
Satya melihat ke sumber suara, "Ah, kakak! Kau sudah kembali,," Satya berkata berkata sambil cengengesan "Kami baru saja memasak dan sekarang mencuci peralatan yang kami gunakan. Kakak boleh naik ke lantai 2 memanggil kakak ipar supaya kita semua bisa makan bersama." Ucap Satya.
Rangga menatap dua orang itu, yang satu cengengesan kearahnya sementara Vierra kembali membersihkan piring.
__ADS_1
"Baiklah," jawab Rangga berbalik meninggalkan dua orang itu sambil mengepalkan tangannya.
'Mengapa mereka sangat dekat?' ucapnya dalam hati merasa sangat cemburu melihat Vierra dekat dengan pria lain.
Setelah Vierra dan Satya membersihkan piring, kedua orang itu duduk di meja makan menunggu Rangga dan kalau dia yang belum muncul.
"Hei,, Katakan padaku merk ponsel seperti apa yang kau sukai?" Tanya Satya pada Vierra.
"Ya,, Aku menyukai ponsel merk apapun, tapi kalau kau memberikan ponsel tidak perlu membeli yang mahal-mahal." Ucap Vierra.
"Mana mungkin aku membeli yang murah? Aku pasti akan membeli ponsel yang terbaik untukmu, warna apa yang kau sukai?" Tanya Satya.
"Ah, kakak ipar, ya,, Aku hendak membelikan ponsel untuk Vierra, jadi sekarang aku menanyakan warna apa yang dia sukai supaya nanti aku tidak salah membeli." Ucap Satya.
Rangga langsung mengerutkan keningnya saat mendengar Satya ingin memberikan persen ponsel untuk Vierra.
__ADS_1
Apakah hubungan mereka sudah sangat dekat hingga pria itu kini mau membelikan ponsel untuk Vierra? Terlebih, Vierra mau dibelikan ponsel oleh Satya?
"Apakah di antara kalian ada hubungan yang spesial hingga kau mau membelikan ponsel untuk Vierra?" Tanya Claudia sembari duduk di kursi kosong di samping Vierra.
"Tidak,, tapi tadi di swalayan aku tidak sengaja menabrak Vierra hingga ponselnya jatuh ke lantai dan layarnya pecah. Jadi aku berniat menggantikannya." Ucap Satya langsung mengklarifikasi perasaan Rangga yang sedari tadi berkecamuk.
Jadi Satya memberikan ponsel untuk Vierra hanya untuk mengganti ponselnya yang telah dirusak? Kalau begitu tidak ada yang salah!
"Begitu ya,, pantas saja Vierra menelpon ke untuk mengirim ulang daftar belanjaan." Kata Claudia mengangguk-angguk Lalu perempuan itu menaruh nasi ke piringnya.
Setelah mengisi piringnya dengan makanan, Claudia langsung duduk dengan tenang menikmati makanannya sementara 3 orang yang di depannya masih belum menyentuh makanan.
Melihat itu, Vierra langsung menatap Rangga bergantian dengan Claudia.
Dia sangat ingin mengatakan pada Claudia agar perempuan itu membantu Rangga menaruh nasi, tetapi dia takut kalau ucapannya malah diartikan salah oleh semua orang di meja makan.
__ADS_1
"Apa yang kalian tunggu? Makanlah," ucap Rangga secara mandiri menaruh nasi ke piringnya diikuti oleh Satya dan terakhir oleh Vierra.
'Hah,, Kak Claudia benar-benar tidak perduli pada Rangga. Apakah dia benar-benar tidak memiliki hati untuk Rangga? Kalau begitu kenapa dia mau menikah dengan Rangga? Apa benar dia menikah dengan Rangga hanya demi memperluas koneksi perusahaan?' Vierra bertanya-tanya dalam hatinya.