
"Aku bilang aku akan membicarakannya dulu denganmu tetapi dia bilang supaya kita lebih cepat memutuskan. Oh ya Ibumu juga membahas masalah anak," ucap Claudia dengan tatapan acuh tak acuh menatap pria yang sedang menatapnya juga.
Tentu saja dia tidak mau memikirkan tentang anak.
Sekarang saja karena dia sudah menikah dengan Rangga maka dia terus terganggu dengan pria itu karena harus berbagi satu kamar dan satu rumah dengannya, apalagi jika mereka memiliki seorang anak...
Jangan-jangan dia harus dipaksa berhenti menjadi CEO demi menjadi ibu rumah tangga?!!
Tidak bisa!!!
"Begitu ya," Rangga berpikir sesaat, dia tidak akan pernah mau meninggalkan Vierra dan Satya berduaan saja di rumah.
"Lalu begitu, kita bisa merencanakan perjalanan 2 hari dan membawa Satya bersama Vierra." Ucap Rangga mengejutkan Claudia.
"Kau sudah bodoh? Mana ada bulan madu yang membawa anggota keluarga mereka?" Kesal Claudia.
Tentu saja dia tidak kesal karena 2 orang itu akan pergi mengganggu mereka tapi yang ia kesal adalah Vierra yang akan pergi berlibur??
Ha ha ha... Enak sekali!!
__ADS_1
Perempuan itu harus bekerja keras untuk membayar hutangnya jadi tidak ada libur untuk Vierra!!!
"Lalu bagaimana maumu?" Tanya Rangga.
"Katakan pada Ibumu bahwa tidak ada bulan madu dan tidak ada anak!!" Ucap Claudia.
"Baik." Jawab Rangga.
Dia pun tidak berniat pergi berbulan madu ataupun memiliki anak bersama Claudia.
Jika dia harus melakukan kedua hal itu maka dia akan melakukannya bersama Vierra, bukannya dengan perempuan yang ada di depannya ini!!
"Kalau begitu sudah sepakat, kau yang berbicara pada Ibumu dan aku akan berbicara pada orang tuaku." Ucap Claudia seraya berdiri lalu berjalan ke arah pintu.
"Ah Kakak ipar, kami hanya kebetulan lewat saja." Jawab Satya tersenyum.
Claudia hanya mengerutkan keningnya menatap dua orang itu lalu perempuan itu segera masuk ke ruang kerjanya.
Satya langsung menghela nafas saat pintu ruang kerja Claudia telah ditutup.
__ADS_1
"Hah,, kakakmu itu benar-benar menakutkan. Dia beberapa tingkat lebih diatas dari kakakku." Ucap Satya.
Vierra menatap Satya, "Jelas kau berbicara seperti itu karena kau terbiasa dengan kakakmu, tapi bagi orang lain semuanya memiliki pendapat yang berbeda-beda." Ucap Vierra.
Rangga terkenal sebagai pria yang dingin dan cuek, serta menakutkan, tetapi memang anehnya saat bersama Satya pria itu tampak lebih bersahabat.
"Ya ya ya.... Terserah apa katamu, sekarang ayo kita kembali ke lantai bawah. Sayang sekali dua orang itu tidak jadi pergi berbulan madu." Ucap Satya saat ia menghela nafas.
Kesempatannya berduaan saja dengan Vierra di rumah sudah hilang sepenuhnya!!!
Vierra melihat Satya yang sudah berjalan pergi lalu perempuan itu menatap pintu ruang kerja Rangga.
'Hm,, sebaiknya aku berpura-pura masuk ke kamar lalu mengendap-endap keluar untuk kembali ke sini lagi.' ucap Vierra dalam hati lalu dia mengikuti Satya.
Dia tidak mau kalau Satya mengetahui dia memasuki ruang kerja Rangga dan hanya berduaan dengan Rangga di ruang kerjanya.
Mereka baru berbelok ke tangga saat ruang kerja Rangga terbuka lalu Rangga keluar mengintip 2 orang yang terlihat bercanda gurau menuruni tangga.
Pria itu mengerutkan keningnya, 'Kenapa dia tidak jadi masuk? Mungkinkah karena Satya?'
__ADS_1
Sekejap, hati pria itu berkecamuk lalu Rangga menutup pintu ruang kerjanya dengan keras.
"Sepertinya dia benar-benar lebih menyukai Satya." Katanya mengingat bagaimana Satya dan Vierra sering menghabiskan waktu mereka bersama di dapur, lalu Vierra yang memilih menggunakan ponsel pemberian Satya ketimbang ponsel pemberiannya, dan sekarang,,,, semua itu menjadi bukti bahwa perempuan itu lebih memilih Satya ketimbang dirinya.