Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
25. Vierra, Maaf


__ADS_3

Deg!


Deg!


Deg!


Jantung Vierra.


Melihat Vierra yang bingung menatapnya, Rangga kembali bertanya "Apakah aku mengaturnya dengan salah?"


"Eh??" Vierra akhirnya tersadar lalu memperhatikan seluruh ruangan lantai 1.


Ada beberapa barang yang diletakkan pada tempat yang salah tetapi itu tidak masalah bagi Vierra karena dia bisa memindahkan nya nanti.


Yang lebih penting, dia tidak mau membuat Rangga merasa bersalah.


"Ya, ini sudah sesuai," jawab Vierra.


"Baguslah, kalau begitu pergilah istirahat, kamarmu ada di sana," ucap Rangga menunjuk sebuah kamar yang paling besar di lantai satu hingga mengejutkan Vierra.


"Itu kamarku?" Tanya Vierra tak percaya.

__ADS_1


"Hm,, aku sudah menyuruh mereka menaruh barang-barangmu di sana." Ucap Rangga melemparkan sebuah senyum pada Vierra lalu pria itu berjalan meninggalkan Vierra ke lantai 2.


Vierra menatap punggung pria itu dengan perasaan berdebar-debar.


'Kenapa dia memperhatikanku?' Vierra memegangi dada kirinya dimana jantungnya berdetak tak karuan.


Setelah beberapa menit terpaku di tempatnya, akhirnya Vierra mendapatkan kesadarannya.


'Bukan saatnya untuk terpesona dan terharu akan apa yang dilakukan Rangga padaku, barang-barang di lantai satu ini belum tersusun dengan baik jadi aku harus menyelesaikannya dulu.' ucap Vierra dalam hati lalu perempuan itu mulai memindahkan satu persatu barang ke tempat yang seharusnya.


Menghabiskan waktu sekitar 1 jam lamanya karena dia bekerja sendiri sebab semua pekerja telah pulang.


Akhirnya seluruh pekerjaannya di lantai satu telah selesai.


"Lapar,," katanya menghela nafas lalu perempuan itu berdiri meninggalkan ruang tamu.


Tiba di dapur, Vierra mendapati dapur itu masih kosong satu pun bahan makanan tidak ada kecuali air mineral yang diletakkan di kulkas.


"Astaga,, sialnya aku!!" gerutu Vierra mengambil air mineral dari kulkas lalu meneguknya sampai rasa hausnya terobati.


Perempuan itu lalu memasuki kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

__ADS_1


Persetan dengan rasa lepek pada tubuhnya, sebab dia sudah sangat mengantuk jadi dia langsung terlelap begitu tubuhnya menyentuh kasur.


Sementara di lantai atas, Claudia belum tertidur, perempuan itu masih duduk di ranjang sembari mengerjakan berkas-berkas sisa dari kantor.


"Kau belum tidur?" Tanya Rangga saat pria itu berjalan ke tempat tidur dan melihat Claudia masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Hm,, jangan menggangguku," ucap Claudia dengan acuh tak acuh sembari terus fokus pada pekerjaannya.


Dalam hidupnya, dia sama sekali tidak memiliki pemikiran bahwa suatu saat ia akan terikat oleh seorang pria dalam ikatan pernikahan.


Jadi baginya pernikahannya dengan Rangga hanyalah sebuah jalan untuk memberi keuntungan bagi perusahaannya.


"Baiklah," jawab Rangga mengambil satu bantal dari tempat tidur lalu pria itu berjalan ke arah sofa dan berbaring di sana.


Claudia mengangkat wajahnya melihat pria yang tertidur di sofa, "Kenapa kau tidak tidur di sini?" Tanya Claudia.


"Hm,, aku tidak terbiasa tidur di atas kasur," jawab Rangga dengan acuh tak acuh.


Bukannya dia tidak terbiasa tidur diatas kasur, tetapi setiap kali dia memikirkan untuk tidur bersama Claudia, dia akan merasa bersalah pada Vierra.


Pernikahannya dengan Vierra lebih dulu dilaksanakan daripada pernikahannya dengan Claudia, jadi setiap kali memikirkan dirinya dengan Claudia, dia merasa bahwa dia telah menghianati pernikahannya dengan Vierra.

__ADS_1


Apalagi, dia sudah menyentuh perempuan itu,, bayang-bayang noda merah pada jok mobil nya dan tangisan Vierra ketika mereka dikurung di gudang benar-benar membuatnya tidak tenang setiap kali mengingat dirinya bersama dengan Claudia.


'Vierra maaf,,' ucap Rangga dalam hati sembari memejamkan matanya untuk menghampiri mimpi.


__ADS_2