
Buk!!
Suara kepala Vierra membentur meja kerjanya mengagetkan semua orang sehingga seluruh sekretaris di ruangan sekertaris CEO langsung menoleh padanya.
"Kau kenapa?" Tanya Melsi yang duduk di samping Vierra.
Vierra mengangkat wajahnya tersenyum kikuk pada semua orang.
Semua ini karena kemarin malam dia tidak tidur akibat memijat Claudia sampai pagi jadi dia merasa sangat mengantuk di kantor.
"Sepanjang malam aku tidak bisa tidur, jadi aku sangat mengantuk." Ucap Loren menghela nafas sembari menggeleng-gelengkan kepalanya berharap supaya dia merasa tegar kembali.
"Astaga!! Kau ini seperti pengantin baru yang menikah!!" Ucap Reza menggelengkan kepalanya.
"Benar sekali, kebetulan sekali kau tidak bisa tidur cepat pada malam pertama CEO kita dengan suaminya. Eh,, apa jangan-jangan,,,,, kau menghabiskan sepanjang malam untuk mendengarkan suara dari kamar pengantin kakak angkatmu?" Tanya Gali sembari menyipitkan matanya memperhatikan perempuan di depannya.
__ADS_1
"Hei!! Mana mungkin aku begitu!! Kurang kerjaan sekali!! Aku hanya,, hanya tidak bisa tidur saja!!" Ucap Vierra.
"Hm,, ya,, mana mungkin kau berani mengganggu malam pengantin Nona CEO? Kecuali kalau kau mau di pecat." Ucap Melsi.
Vierra menghela nafas 'Tapi kenyataannya aku sudah melakukannya!! Tidak!! Akulah yang mereka ganggu di malam pertama mereka!!' Gerutu Loren dalam hati.
"Hm,, tapi aku melihat hari ini Nona CEO kita baik-baik saja, dia sama sekali tidak kelelahan dan dia tampak sangat segar, mungkinkah kemarin malam mereka tidak melakukan ehek-ehek??" Laras kini ikut memulai pergosipan.
"Astaga!! Jangan bilang Tuan Rangga adalah pria yang tidak tahan lama di ranjang??" Reza menutup mulutnya sembari memperhatikan pintu, takut-takut bila ada yang tiba-tiba masuk dan mendengar dia sedang menggosip suami CEO mereka.
"Astaga,,, atau mungkinkah gosip yang beredar itu benar bahwa Tuan Rangga adalah pria impoten?" Laras setengah berbisik namun masih bisa didengar oleh keempat rekannya di ruangan itu.
"Ya ampun...! Kalau begitu malam pengantin yang kita fikirkan adalah kesalahan!! Pantas saja Nona Claudia sama sekali tidak terlihat lelah, dia tampak lebih bugar dari hari-hari biasanya. Ternyata karena hal seperti itu tidak pernah terjadi..." Ucap Melsi.
Vierra yang mendengar ucapan mereka sebenarnya sangat tidak terima, tetapi dia tidak mengatakan apapun sebab takutnya mulutnya keceplosan mengatakan sesuatu yang seharusnya dirahasiakan.
__ADS_1
Mana ada Rangga impoten?
Mana ada Rangga menyukai lelaki?
Jelas-jelas kegadisannya sudah direnggut oleh pria itu!!!
"Hah,, aku ke toilet dulu mencuci muka." Ucap Vierra berdiri meninggalkan 4 orang yang masih sementara bergosip.
Dia keluar dari ruangan sekretaris tepat ketika kalau dia juga keluar dari ruangan CEO.
"Nona," Vierra membungkuk 90 derajat memberi salam pada Claudia.
"Hm!" Jawab Claudia dengan ketus lalu perempuan berjalan ke arah lift meninggalkan Vierra yang menatapnya.
'Hah,, jelas saja dia terlihat bugar karena kemarin malam dia telah mendapat service full dariku!! Malam pengantin mereka berubah menjadi malam penyiksaan ku!!' kesal Vierra dalam hati sembari berjalan ke arah toilet dengan mata setengah terbuka.
__ADS_1
Begitu tiba di toilet, Viera membasuh wajahnya dengan air dingin lalu duduk menatap cermin yang memperlihatkan mata bengkak dipenuhi kantong mata karena tidak tidur sepanjang malam.
'Kemarin malam itu sangat memalukan, Rangga pasti berpikir bahwa aku sudah berupaya untuk menghalangi malam pengantin mereka,,' pikir Vierra merasa sangat malu.