
Dua orang yang berada di atas perahu bebek masih sementara berciuman dengan pakaian keduanya yang sudah kusut sana-sini ketika mereka disadarkan oleh lampu panjang yang berasal dari sebuah perahu yang mendekat ke arah mereka.
Rangga menghela nafas dengan kesal karena asistennya kembali datang di waktu yang tidak tepat.
Namun, pria itu tetap membereskan pakaian Vierra dan pakaiannya sampai Indri yang mengendarai sebuah perahu kini tiba di samping perahu bebek yang ditumpangi oleh Rangga dan Vierra.
"Kita pindah ke perahu," ucap Rangga membantu Vierra pindah ke perahu yang dibawa oleh Indri.
Sementara Indri, pria itu memayungi Vierra hingga Vierra duduk dengan tenang di perahu.
Rangga ikut bergabung dengan mereka lalu perahu itu berjalan ke tepi danau dengan 3 orang yang duduk bersama.
"Sayang, apa kau kedinginan?" Rangga memeluk Vierra dengan erat saat melihat wajah perempuan itu masih tampak pucat.
Vierra merasa gelisah, dia melihat ke arah Indri yang menatap mereka, ingin sekali rasanya dia menendang Rangga jauh-jauh darinya, tapi dirinya sadar bahwa hal itu adalah sebuah kemustahilan untuk dijadikan kenyataan.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja." Ucap Vierra sembari menghela nafas panjang.
Rangga mengamati perempuan itu lalu meletakkan wajahnya menempel pada pipi Vierra, "Kau tidak boleh sakit, kalau kau sakit aku akan menjadi orang yang merasa paling bersalah." Kata Rangga memenjamkan matanya menikmati kebersamaan mereka.
Indri yang melihat adegan tersebut kini ternganga di tempatnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah kegelapan.
'Sial!! Apa yang terjadi? Mengapa Tuan dan perempuan itu malah,,' Indri menahan nafasnya, ia tak berani mengomentari tuannya.
Semua orang tahu kalau pria itu sudah menikah dengan Claudia, tapi siapa yang menyangka ternyata hari ini dia akan menjadi saksi perselingkuhan tuannya dengan adik ipar tuannya sendiri!!!
Indri terus mencerna informasi itu sampai perahu akhirnya sandar di tepi danau.
'Astaga,, ternyata Tuan telah terjebak dalam sebuah cinta yang ditabur oleh adik iparnya sendiri.' Indri bergumam dalam hati sembari mengikuti pria itu turun dari perahu.
Setelah turun dari perahu, tiga orang itu menaiki mobil yang membawa mereka keluar dari taman hiburan lalu berganti mobil untuk melanjutkan perjalanan mereka kembali ke rumah.
__ADS_1
"Apa kau lelah?" Rangga bertanya pada Vierra ketika mereka duduk di dalam mobil sembari berpelukan.
"Kita bisa lanjut tidur di rumah." Ucap Vierra memainkan jari-jari tangan Rangga sembari melihat keluar jendela.
Vierra terus menikmati pemandangan di luar jendela sampai mereka tiba di rumah.
Keduanya turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah disambut oleh Satya yang sedari tadi duduk di sofa menunggu 2 orang itu kembali.
"Kalian akhirnya kembali!! Mengapa ponsel kalian berdua tidak aktif?!! Dan mengapa kalian berdua meninggalkanku di taman hiburan sendirian, padahal aku sudah membeli tiket untuk kita bertiga!!" Satya langsung mengeluarkan unek-uneknya yang sedari tadi siang tertahan sebab tidak ada tempat untuk melampiaskannya.
Vierra dan Rangga memandangi pria yang ada di depan mereka, Vierra merasa kasihan pada Satya sementara Rangga merasa kesal pada Satya.
"Bisakah kau bertanya nanti? Aku dan Vierra harus makan dulu baru bisa menjawab pertanyaanmu yang terlalu panjang itu." Ucap Rangga menarik Vierra meninggalkan Satya.
Kedua orang itu langsung pergi ke meja makan lalu makan malam bersama.
__ADS_1
Satya tidak mau membiarkan Rangga dan Vierra terus berduaan, jadi pria itu juga ikut duduk di meja makan meski dia hanya duduk menikmati cemilan sambil memperhatikan dua orang yang tampak menikmati makan malam mereka.
Sesekali Rangga memperhatikan Satya lewat sudut matanya, 'Pria ini,, dia benar-benar berniat untuk merebut istriku!!' kesal Rangga dalam hati.