Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan

Pernikahan Dan Kehamilan Yang Dirahasiakan
58. Rangga memasak di dapur


__ADS_3

Vierra berbaring sendirian di kamarnya, perempuan itu menatap jendela kamarnya memikirkan Rangga yang sudah tidur di lantai dua.


"Apakah mereka tidur bersama?" Vierra berbicara pada dirinya sendiri.


"Kau cemburu?" Tiba-tiba sebuah suara dari belakangnya mengejutkan Vierra lalu perempuan itu berbalik melihat Rangga memasuki kamar.


"Kenapa kau di sini??" Tanya Vierra terkejut.


Rangga mendekat ke arah Viera lalu berkata, "Lalu kau mau membiarkan suamimu tidur sendirian di sofa?" Tanya Rangga.


"Eh?" Vierra mengerjapkan matanya menatap pria yang kini naik ke ranjangnya.


"Aku akan tidur di sini memelukmu," kata Rangga menarik Vierra hingga perempuan itu terjatuh di atas kasur lalu membawa Vierra kepelukannya.


Vierra terdiam beberapa saat lalu bekata, "Kau bilang kau tidur di sofa?" Tanya Vierra dengan jantung berdegup.


Mungkinkah selama ini Rangga dan Claudia tidak pernah tidur bersama?


"Hm,, Kau pikir aku tak akan tidur dengan perempuan itu? Aku tidak pernah tidur dengan perempuan lain selain dengan orang yang kucintai." Jawab Rangga mengeratkan pelukannya membuat Vierra tertegun.


Jadi.....


Jadi....


Viera merasa sangat senang!

__ADS_1


Tanpa sadar perempuan itu mengukir sebuah senyum di wajahnya lalu melulurkan tangannya membalas pelukan Rangga.


Hal itu membuat Rangga merasa sangat senang jadi pria itu tersenyum mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala Viera.


"Tapi,, Bagaimana kalau Kak Claudia menyadari kau tidak ada di kamar?" Vierra bertanya setelah beberapa saat terdiam diperlukan Rangga.


"Hm,, dia akan berpikir aku tidur di ruang kerjaku." Jawab Rangga dengan acuh tak acuh.


Mendengar jawabannya Rangga, Vierra merasa lebih baik lalu perempuan itu akhirnya tidak merasa bersalah lagi pada Claudia.


Toh, Claudia juga tidak memikirkan Rangga, jadi lebih baik dia yang menjaga Rangga.


"Jadi bagaiman PR-mu?" Tiba-tiba suara Rangga yang bertanya membuat Vierra mengerjakan matanya.


Pr-nya adalah mencari nama panggilan yang tepat untuk suaminya.


"Aku akan memikirkannya lagi," ucap Vierra.


Akhirnya dua orang itu tertidur dengan pulas dan ketika pagi hari Vierra terbangun, dia mendapati Rangga sudah tidak ada di sisi-nya lagi.


Perempuan itu bangun dengan senyum merekah di bibirnya lalu segera beranjak ke dapur untuk menyiapkan sarapan.


Set set set....


Vierra sedang memotong-motong sayur ketika dia terkejut seorang pria tiba-tiba memeluknya dari belakang.

__ADS_1


Perempuan itu hendak berbalik memeriksa ketika wajahnya yang diangkat langsung disambut sebuah bibir hangat yang membungkus bibirnya.


"Selamat pagi istriku," ucap Rangga membuat pipi Vierra langsung merona dan tertunduk malu.


"Selamat pagi," jawabnya serak.


Rangga tersenyum dengan kelakuan Vierra yang malu-malu, dia melepaskan pelukannya pada Vierra lalu pria itu menyingkir ke samping melihat Viera yang sibuk memotong-motong sayur.


"Dapatkah kau mengajariku melakukannya?" Tanya Rangga setelah beberapa detik terdiam.


"Mudah saja,, cukup lakukan seperti ini. Kalau masih belajar harus dilakukan dengan pelan tapi lama-kelamaan bisa dilakukan dengan cepat." Ucap Vierra.


Rangga menganggukkan kepalanya lalu pria itu mengambil celemek dan sebuah pisau beserta nampan, lalu mencoba memotong-motong sayur dengan pelan.


"Hei!! Ada apa ini?!!" Satya yang memasuki dapur untuk membantu Viera menyiapkan sarapan begitu terkejut melihat Rangga sudah mengambil alih posisinya.


"Kami membuat sarapan, pergilah bersiap, Aku akan memanggilmu ketika sarapannya sudah siap." Ucap Vierra tanpa repot-repot memandang Satya.


Satya keberatan, "Tapi,, harusnya akulah yang membantumu menyiapkan sarapan. Bukannya--"


"Makanya Kalau berniat membantu orang bangun pagi-pagi!!" Ucap Vierra meemotong ucapan Satya.


"Tapi aku lebih pandai memasak di dapur daripada kakakku. Dia di sini hanya akan merepotkanmu dan--'" Satya tidak jadi melanjutkan ucapannya saat melihat Rangga berbalik ke arahnya memberikan sebuah tatapan peringatan.


"Ah,, baik..." Kata pria itu lalu berbalik pergi meninggalkan dapur.

__ADS_1


"Sial!!! Kenapa Kakak bersikeras membantu Vierra di dapur??! Padahal akulah yang seharusnya berada di sana supaya bisa mendekati Vierra!!!" Kesalnya bejalan ke kamarnya.


__ADS_2