
Tipe manusia memang beraneka ragam. Yang punya suami bucin, kelewat cerewet dan super protektif. Merasa terkekang dan ingin merasa bebas atau mendapat kelonggaran. Ada pula yang punya suami pendiam dan super cuek, eh istrinya malah mau merasakan di cemburui. Agar yakin akan perasaan suaminya, jika kehadirannya sangat di butuhkan. Lumrah sih, yang rambut keriting mau lurus. Lah, yang udah lurus mau di keriting. Yang punya postur tubuh tinggi, kadang lelah jangkung. Dan yang cebol sangat iri ingin menjadi tinggi. Yang berbobot berat, ingin langsing. Yang sudah kurus juga kadang berupaya sekali untuk menambah berat badannya. Dunia emang gitu, jika anda di kalangan ini. Fix. Kita masih makhluk bumi. Yang masih hidup. Hanya masuk golongan gak sadar diri. Alias kurang bersyukur.
Mutia terlena dengan obrolan di telpon bersama Dirga. Dengan posisi tubuh yang masih belum berpakaian setelah bercinta di siang bolong bersama suaminya. Saat ada Pras tadi ia sok, formal bicara dengan Dirga. Sebab suaminya masih di sebelahnya. Tapi ketika pintu toilet sudah tertutup. Mode obrolanpun segera berubah. Menjadi mode mesra. Huhft, cinta memang buat orang menjadi gila.
“Kayak gini gak punya persiapan dan serba dadakan …?” celetuk Shane ketika melihat Mutia yang sudah datang bersama Pras ke acara puncak ulang tahun Nunuk.
“Sumpah … ini asal comot Shan.” Jawab Mutia dengan wajah agak cemberut.
“Gak usah pake sumpah. Emak-emak kalo bodynya udah proporsional tuh. Mau pake baju model apa juga pasti akan good looking kok. Makin percaya diri kan sekarang. Makanya … coba sejak dulu ngebentuk badannya.” Kekeh Shane menyenggol tubuh Mutia yang terbalut dalam gaun panjang warna abu-abu agak mengkilap karena ada efek gliter pada bahan gaun yang ia gunakan.
“Gimana Pak Pras? Si ibuk di tempat tidur? Makin liarkah, lincahkah atau kerasa ngigit?” Buset tuh mulut Shane emang sampah banget. Berani-beraninya segala nanya soal itu dengan Pras pulak.
“Gimana …?” Pras hanya balik bertanya dengan nada sangat darat. Dan Shane langsung ciut gak berani melanjutkan pertanyaan konyolnya.
“Gak … gak ada apa-apa. Skip saja.” Lanjut Shane agak keki.
“Kak Shane …” Panggil seseorang dari arah belakang. Dan itu otomatis membuat mereka bertiga menoleh ke sumber suara.
“Nia … sorry. Sejak tadi kita gak sempat tegur sapa. Ku liatnya dari jauh mulu.” Shane segera berjalan dan memeluk wanita yang ia sebut Nia tadi.
“Iya … aku tadi cuma sebentar ikut acara. Maklum masih punya bayi, lumayan ribetkan.” Jawabnya menjelaskan.
__ADS_1
“Iya … pengantin baru.” Kekeh Shane.
“Eh … ini kenalin sepupuku. Tinggal di sini, makanya ku ijin sama Mbak Nunuk untuk undang dia.” Shane mengenalkan pada Pras dan Mutia. Mutia pun segera merespon perkenalan tersebut dengan hangat.
“Haii … Mutia. Dan ini Mas Pras, Paksu.” Mutia tau, Pras tidak mungkin bersuara. Hanya mengulurkan tangan untuk berjabat.
“Suami mu mana Nia ?” tanya Shane lagi.
“Ada … tadi sedang terima telpon.” Jawabnya, sambil menoleh ke belakang. Berharap ada suaminya menyusul di belakangnya.
“Oh , itu dia. Papa …” Panggilnya. Hah, itukan Dino. Apa Mutia salah dengar jika Nia tadi menyebutnya papa. Artinya Nia ini adalah istri Dino. Mutia menyembunyikan rasa penasarannya akan hubungan Nia dan Dino. Yang dari Mutia lihat sih, Nia ini masih sangat muda dari mereka. Jika saja dulu mereka putus karena orang ketiga. Pastinya bukan karena wanita muda di depannya sekarang.
“Heem … ini Kak. Suami Nia.” Dengan senyum cantiknya, Nia ingin memeprrkenalkan Dino, suaminya pada Mutia dan Pras.
“Waah … sudah kenal. Kok bisa ketemu di sini ya. Gimana dulu suaminya Nia, playboy gak sih?” Kekeh Shane merespon perkenalan Mutia dan Dino.
“Kak Shane …” Nia mendelik pada sepupunya tersebut.
“Playboy gak yak?” Mutia berusaha agar tidak canggung saat berada di depan Dino mantan terindahnya jga di samping suaminya.
“Aku gak playboy waktu kuliah. Pacarku cuma satu, yaitu Tiara.” Jawab Dino berani, bahkan matanya memandang berganti-ganti pada Mutia dan Pras.
__ADS_1
“Untung Tiara … bukan Mutiara kan?” Kepo Shane bermaksud bercanda. Membuat Mutia semakin mengeratkan pegangannya pada suami.
“Tiara itu nama khusus untuknya. Aslinya ya Mutiara ini.” Dino sejenis suami badboy deh kayaknya, ia mengucapkan itu sambil memeluk bahu istrinya.
“Kak Mutia ini mantanmu, Pap?” Agak merengut Nia mencari kebenaran di wajah suaminya.
“Iya …” Jawab Dini memetik dagu istrinya sedikit. Her … hati Mutia sedikit tergetar. Betapa manisnya Dino pada istrinya, bahkan di depan umum. Tak pikir panjang melakukan kemesraan tersebut. Iya sih, Dino memang manis. Mutia juga dulu sering di perlakukan begitu. Sampai membuat orang lain iri pada mereka berdua. Kampus serasa milik sendiri. Dan itu yang membuat Mutia terbiasa diperlakukan manis. Namun, semesta tak mengirimkan suami semanis itu untuknya.
“Hah …Papa, masih suka?” Terdengar resah desauan pertanyaan yang Nia suarakan. Bagaiamanapun manisnya sikap sang suami terhadapnya. Tetap saja hatinya mencelos. Ada cemburu di hatinya, saat bertemu mantan pacar suaminya. Yang terlihat masih sangat cantik juga berkelas.
“Mereka hanya bagian dari masalalu. Dan istri saya tak pernah menceritakan apapun lagi tentang hubungan mereka. Artinya mereka sudah selesai. Permisi.” Pras angkat bicara seraya menarik tangan Mutia untuk menjauh dan membaur diri mereka, pada tempat duduk yang sudah di siapkan untuk mereka. Pras tentu termasuk tamu kehormatan. Sebab ia adalah tangan kanan Yudho suami Nunuk. Tersisa Shane, Nia dan Dino yang hanya terdiam melihat sikap tegas suami Mutia.
“Kak Shane kok gak bilang kalo di sini bakalan ketemu mantannya Dino.” Agak berbisik Nia bicara pada Shane, Saat Dino mengambilkan air untuk Nia.
“Mana ku tau kalau Mutia itu mantannya Dino. Emang kenapa, masalah banget ya? Mutia hanya mantan pacarnya Nia. Bukan mantan istri.” Shane buru-buru meluruskan jalan pikiran Nia yang mungkin sempat oleng karena bertemu dengan Mutia secara tiba-tiba.
“Kak Shane gak tau kan. Kalo Dino cerai sama Olla itu, karena Dino gak bisa move on dari mantannya waktu kuliah. Dan itu artinya, Kak Mutia donk orangnya." Jelas Nia masih dengan suara yang tidak nyaring. Malu dia jika ketahuan bahwa dia sesungguhnya adalah istri kedua Dino. Pasca perceraiannya dengan Olla. Wanita yang membuat hubungan Mutia dan Dino kandas. Olla yang datang dengan sejuta pesona kekayaan juga jebakannya. Olla yang terobsesi untuk memiliki Dino. Dan rela bunting duluan. Agar segera di nikahi oleh pria pujaannya.
“Mas tidak sedang cemburu pada Dino kan?” Mutia sedikit mendekatkan mulutnya untuk berbisik pada suaminya.
“Buang energy saja cemburu dengan mantan kamu itu, Mama Ra-Ra.” Jawab Pras penuh percaya diri.
__ADS_1
Bersambung …