PESONA BRONDY ( Berondong Trendy )

PESONA BRONDY ( Berondong Trendy )
BAB 67 : BERSYARAT


__ADS_3

Mutia berkali-kali menarik dan mebuang nafasnya dengan berat. Seberat pikiran yang datang silih berganti di kepalanya. Antara ingin kembali memberi ruang untuk Dirga bisa menari-nari di hatinya. Atau sungguh pergi meninggalkan brondong itu tanpa ampun.


“Tante … tante Imut masih bisa denger Dirga kan?” Suara Dirga di buatnya selembut mungkin, untuk meyakinkan Mutia. Jika ia sedang dalam mode mengiba.


“Iya … tante masih dengar semua rayuan kamu, Ga.” Jawab Mutia datar. Bahkan lebih datar dari seruan Pras, suaminya.


“Ini bukan rayuan. Tante Mutia … masih punya hati kan untuk Dirga?” Brondong itu terus saja meminta perhatian, pengertian dan belas kasihan dari sang wanita idamannya.


“Hati tante cuma satu Ga. Dan itu sudah untuk suami tante. Om Pras. Itu pun sudah terpecah pecah lagi untuk Radit dan Raisa, anak-anak tante. Buah hati kami. Jadi, tolong. Jangan ganggu tatanan itu lagi. Tante cukup tersiksa sejak kamu meminta tante untuk menerima kamu ngekost di dalamnya.” Tegas Mutia, dengan nada pelan. Dirga tau, dari suara itu. Lirih. Sebab ada air yang meyertai kalimat demi kalimat yang mutia ucapkan. Dirga tau, ucapan Mutia tidak selaras dengan isian hati sesungguhnya.


“Oke … Dirga gak bisa maksa tante untuk sayang, apa lagi cinta ke tante. Tapi, pliis. Jangan sedrastis ini melepaskanku. Aku tidak bisa fokus, tanpa kabar dari tante. Jika hati tante memang tak bisa termiliki, setidaknya, sebagai sesama manusia. Tetaplah saling berkomunikasi.” Pinta Dirga dengan penuh harap.


“Maaf Ga. Bagaimanapun. Kamu pernah jadi yang termanis di hati tante. Tante gak bisa ingkari itu. Dan, jujurly. Jika tante masih bisa berkomunikasi denganmu, maka tante sendiri tak yakin, apakah tante bisa tetap teguh menjaga hati, menjaga rumah tangga dan segala yang tante miliki. Untuk itu, mohon maaf. Biar kita seperti tak saling kenal. Lupakan kita pernah punya masa masa indah dan manis itu. Dan terima kasih untuk semuanya. Maaf, tante tutup.” Bersama dengan kalimat terakhir itu. Mutia memutuskan panggilan suara yang cukup lama berlangsung. Air mata Mutia keluar dengan hebat.


Bodohnya Mutia, harus menguras air matanya demi seorang Dirga. Brondong tengil yang baru kurang lebih 4 bulan di kenalnya. Tetapi sukses menjalari dan hampir berkuasa dalam hatinya. Banyak makna dari buliran airmata yang keluar dari bila mata itu. Mulai dari penyesalan pada rumah tangga yang telah di khianatinya, hingga rasa tak relanya mengahkiri hubungan manisnya bersama brondong tampan itu.


Mutia bohong, jika hatinya sempat tercuri oleh Dirga. Bagaimanapun, dialah yang pernah lebih dahulu terbuai dan melanggar perjanjian mereka. Mutia yang lebih dahulu lemah dan bercanda dengan lidah Dirga, bahkan pernah merasa tersiksa rindu dengan semua yang ia alami bersama Dirga walau sesaat.


Namun, melihat keceriaan Radit dan Raisa saat bisa berlibur bersama Pras. Juga momen bahagia yang sangat indah baginya. Memiliki keluarga utuh, tanpa ancaman orang ketiga itu jauh lebih menentramkan jiwanya. Tidk sebahagia saat ia bersama Dirga, yang manisnya di selingi rasa khwatir. Rasa takut yang kadang datang. Takut ketahuan, takut malu. Jika sewaktu-waktu Pras tau, bahkan radit dan Raisa tau kelakuannya sebagai seorang ibu yang pernah oleng hanya karena rayuan brondong.

__ADS_1


Dirga menyunggar rambutnya. Menatap lekat ponsel milik Shane yang cukup lama ia gunakan untuk saling berbicara dengan sang mantan kekasih. Sepertinya, Dirga sungguh sedang patah hati oleh keputusan terakhir Mutia.


“Eh … Ga. Maaf kelamaan nunggu. Jadi kemalaman kamunya pulang ke tempatmu. Atau kita makan malam aja dulu, baru kamu kembali ke penginapanmu.” Tiba-tina Shane sudah ada di belakang tubuh Dirga, entah sejak kapan.


“Oh … gak usah Tante. Aku makan di penginapan saja bersama yang lain.” Tolak Dirga, padahal. Bukan tidak mau. Hanya, moodnya semakin buruk akibat pembicaraannya tadi. Entahlah, kenapa hatinya seburuk itu setelahnya.


“Bersama yang lain atau bersama Inge…?” Shane tentu saj akepo akan hubunganDirga dan cewek yang tadi mengaku sebagai pacar Dirga.


“Ah … gak. Tan. Dia bukan pacarku. Pamit ya Tan.” Ulang Dirga akan kembali ke penginapannya. Dan menyerahkan ponsel Shane.


“Kalo dia bukan pacarmu, ngapain cepat pulang. Di sini aja dulu.” Nunuk sudah bergabung dengan Sahnen dan Dirga. Sementara Vinsha, sudah terlihat sedang menerima tamu laki-laki. Siapa lagi kalo bukan selingkuhan mereka yang tentu sudah mereka setting untuk datang menemui mereka. Yess … namanya juga sedang di mabuk cinta, jangankan Bali. Desa terpencil juga udah berasa Paris kan, bagi mereka. Sehingga, penginapan di sebuah desa itupun, nanti akan menajdi saksi pergumulan panas pasangan tak halal itu.


“Ehm …”


Entah profesi mereka itu apa, yang pasti mereka adala parah pemuda dungu yang ingin cepat kaya. Dengan menjual diri pada tante-tante kurang belaian tersebut. Ah … entahlah apakah Dirga juga sedang On The way ke jalan itu. Sehingga, malam itu mereka sudah menjadi 3 pasang saja dalam acara makan malam dadakan. Dan Dirga memang kebagian berpasang dengan tante Nunuk.


“Ga … kamu tinggal di kost?” tanya Nunuk sambil menguliri ayam goreng di tanganya.


“Iya tante.” Jawab Dirga singkat.

__ADS_1


“Tante kasih apartemen mau?” tembaknya tanpa basa-basi.


“Gimana …?”


“Tante punya apartemen. Sebelumnya ada yang sewa. Tapi sekarang udah pindah, mau di jual. Untuk apa? Mending kamu deh yang nempatin, timbang jadi sarang laba-laba.” Jelasnya dengan tenang.


“Maaf tante … kayaknya Dirga gak bisa deh.” Tolak Dirga sadar. Sadar semua keputusan akan berefek setelahnya.


“Kenapa gak mau?”


“Ya … gak aja.”


“Kamu takut, setelah kamu tinggal di apartemen tante. Akan merasa hutang budi?” tebak Nunuk tanpa melihat bola mata Dirga yang tetiba merasa resah dan sedikir tak nyaman hati.


“Itu iya…, terus kenapa harus Dirga yang tinggal di sana?”


“Ya … sebab tante gak punya kenalan anak kuliahan lain. Anak kuliahan yang nyambi kerja kayak kamu itu jarang. Dan tujuannya gak lain, adalah untuk mencukupi kebutuhanmu. Bayar kost termasuk beban untukmu. Mending tinggalin apartemen tante.” Lanjutnya penuh tekanan.


“Gak berani tante. Takut bersyarat.” Dirga memilih jujur dengan rasa takuit yang melanda hatinya. Bisa jadikan, dengan dia tinggal di apartemen Nunuk, maka ia akan secara resmi jadi peliharaan Nunuk.

__ADS_1


“Oh … kamu takut tante jadikan mangsa, kaya dua lelaki di hadapan Shane dan Vinsha itu?”


Bersambung ….


__ADS_2