PESONA BRONDY ( Berondong Trendy )

PESONA BRONDY ( Berondong Trendy )
BAB 64 : SILSILAH PALSU


__ADS_3

Setelah Cia meninggalkan Mutia dan Shane di ruangan khusus itu. Shane merasa leluasa berbicara. Sebab Shane menangkap, ada tatapan tak suka dari sorot mata sahabat Mutia itu padanya. Itu sangat ia rasakan, jika Cia tidak welcome pada dia, dan mereka semua.


Mutia tak jauh berbeda merasakan hal itu, sehingga ketika Cia masih bersama mereka. Ia memang terlihat tidak antusias merespon pertanyaan Shane. Akan tetapi, tidak ketika hanya sisa mereka berdua. Jiwa keponya juga muncul. Terutama tentang Dirga, mantan kekasihnya dan Nunuk teman panutannya.


“Belom sih. Hanya beberapa hari lalu. Dirga ada call dia. Sekedar bilang. Kalo dia lagi sibuk KKN di sebuah desa. Dan … sebenarnya. Minggu depan kita gak ke Villa. Tapi ke desa tempat Dirga sedang KKN itu.” Ucap Shane pelan.


“Gimana …?”


“Kamu tau sendirikan. Nunuk itu pernah ngebet banget mau sama Dirga. Jadi, ketika itu si Brondong call dia. Nunuk serasa mau terbang aja, meet up.” Kekeh Shane bangga.


“Oh … kirain udah jadian beneran.” Mutia menyimpulkan sendiri.


“Nunuk mana kenal kata jadian. Emangnya anak SMA. Dirga udah mau call duluan aja, itu udah pertanda. Selesai dah tuh anak, ntar di beresin sama Nunuk.” Seloroh Shane yang sudah hapal betul dengan tabiat ibu negara yang satu itu.


“Huum … Dirga call duluan aja. Udah bakalan bisa dapat satu unit appartemen ya kaan?” Mutia ikut menebak dengan tawa yang kosong. Seolah iapun kenal Nunuk secara detail. Dan tidak terjadi huru hara dalam hatinya.


“Biasaa kan. BTW, kok kam udah jarang ke sanggar. Repot banget atau sedang menghindari sesuatu sih? Maaf kalo gegara Ozzi. Ku dah bilang ke dia kok. Kamu ga sefrekuensi dengan kami. Ku bilang. Nyonya Mutia itu setia, bukan tante jablay.” Shane kali ini memang sedang ingin banyak tau tentang perubahan Mutia yang sudah makin jarang kumpul dengan mereka.


“Huum … Mas Pras sudah belikan alat Gym di rumah. Katanya, takut aku terlalu sering ninggalin rumah. Udah setengah hari di sini. Anak-anak makin jarang liat mamanya ntar.” Mutia tidak mungkin jujur ke Shane. Kalo alat Gym di rumahnmya itu justru sempat jadi pemicu pertengkarannya dengan suami. Tapi, Mutia tetaplah Mutia yang pandai menutupi aib rumah tangganya. Termasuk menutupi perselingkuhanya dengan Dirga dari suami dan teman rempongnya.

__ADS_1


“Suami idaman. Jarang ngomong, tapi perhatiannya merata. Buat istri dan anak-anak. Pantesan kamu gak oleng dan terpedaya dengan godaan di luar ya Mut.” Simpul Shane sendiri.


“Oh Shan … kamu saja yang tidak tau. Jika aku sudah sejenis kalian. Aku sudah selingkuhin Mas Pras.” Teriak Mutia dalam hatinya. Iya … hanya dalam hati. Mutia tidak tau harus mulai jujur dari mana mengakui perbuatan bodohnya. Yang ikut latah merusak rumah tangganya sendiri.


“Eh … soal ke desa tempat KKNnya Dirga. Mohon maaf, aku ga bisa ikut. Ini aku baru aja pulang dari rumah bunda. Sepekan kami libur di sana. Dan itu artinya, selama itu lah aku ga ngurus salon. Jadi … maaf banget. Aku gak bisa bareng kalian.” Tegas Mutia. Dia tidak bisa jamin akan hatinya. Jika harus ketemu Dirga, setelah berhasil dua pekan tanpa kabar dengan brondong tamvan itu.


“Iiih … ga ada loe gak rame Mut.”


“Iiish aku sebagai apa juga siih, di antara kalian. Aku hanya akan jadi si tukang diam aja. Skiip deh.” Tolak Mutia kembali. Berusaha bersikap senetral mungkin. Agar Shane tidak merasa jika Mutia sednag menghindari sesuatu.


Dan benar saja, squad ibu-ibu rempong itu kini sudah sungguh tiba di sebuah desa tempat Dirga berada. Jangan tanya kenapa bisa. Tentu saja karena hubungan Dirga dan Nunuk artinya berlanjut. Tidak mungkin hanya dengan sekali call, Nunuk bisa menemukan Dirga sedang di mana. Kedatangan mereka sudah pasti hasil arahan dari Dirga. Pun Dirga tidak terniat memberi akses untuk Nunuk bisa lebih dekat dengannya. Tetapi, ia berharap Mutia ikut serta bersama kelompoknya tersebut.


“Waaah … gimana perjalannya Tante?” Dirga mencium tangan Nunuk penuh hormat. Seolah wanita tua itu adalah wanita yang begitu ia hormati. Sayangnya, Nunuk merasa jika itu adalah pertanda, jika Dirga tak akan berkutik dengan permintaan selanjutnya.


“Lumayan jauh sih. Tapi keujung dunia juga tante jabanin. Asal ketemu sama kamu.” Kekeh Nunuk bercanda penuh arti. Saat hanya Dirga yang datang.


“Manis banget sih, bisa nih jadi guru les gombalnya Dirga.” Selain tampan, Dirga juga lihai berbasa-basi. Lihat saja, ia yang selalu pandai bermanis manja.


“Bebeeeph … siapa yang datang?” Inge. Jangan tanya itu siapa. Yang panggil bebeph ke Dirga Cuma Inge di desa itu. Sudah tak punya saingan pulak. Karena Cintya sudah nikah. Yang sekarang bahkan kerja kelompok pun, di tungguin oleh sang suami. Untuk di pastikan, jika Cintya hanya berbicara dengan sesama teman perempuan. Saking posesifnya si Arfan padanya. Cintya juga gak kalah posesif. Dia juga harus mastikan jika suaminya tidak di ganggu Inge atau siapaun, makhluk perempuan selain dirinya. Karena Cintya sudah berhasil memindahkan rasa kagumnya dari Dirga yang ia impikan selama dua tahun, ke Arfan. Lelaki yang sudah menghalalkannya.

__ADS_1


“Hah …?” Dirga dan Nunuk sama-sama terhenyak dan bagai kompak bersuara. Sembari menoleh ke asal suara, di belakang Dirga. Sementara tangannya sudah langsung melingkar di lengan kiri Dirga, plus tonjolan dadanya ia tempelkan rapat di tubuh Dirga.


“Oh … ini tante Nunuk. Saudara mama aku.” Tidak mungkin Dirga bilang Nunuk ini fansnya. Lebih baik segera membuat silsilah palsu saja. Dan alis Dirga segera ia turun naikkan ke arah Nunuk agar paham.


“Iya … mamanya Dirga sedang sibuk banget. Jadi tante yang di minta jenguk anak kesayangannya ini. Gimana, di sini nyaman?” tanya Nunuk yang sudah langsung tersambung dengan koneksi darurat tadi.


“Perkenalkan … saya Inge tante. Pacarnya Dirga.” Tangan Inge terjulur panjang ke arah Nunuk. Ia segera memperkenalkan dirinya. Secara itu adalah saudar Dirga. Mau donk kenalan dengan tantenya.


“Nunuk." Responny membalas perkenalan Inge.


" … uwooow. Dirga udah punya pacar. Gak pernah ngaku lhooo sama tante.” Nunuk segera mengedipkan sebelah matanya ke Dirga.


“Hah … pacar kepalamu.” Dirga sudah menggetok kepala Inge.


“Kebiasaan deh, ngaku pacar pacar, norak banget…!!” hardik Dirga pada Inge yang hanya cengegesan.


“Dirga emang suka gitu tante, gak ngaku kalo kami pacaran.” Tangan Inge sudah melingkar erat di pinggang Dirga.


“Ampuuun deh Nge … lue fix gilak beeeuut iiih.” Dirga berusaha melepaskan tangan nakal Inge dari perutnya. Dan Nunuk, Shane juga Visha hanya terpingkal melihat kelakuan dua anak muda di depan mereka.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2