
Tiga wanita pelaku perslengkian itu tersenyum penuh arti merasa komunitas mereka perlu di pertahankan dan merasa sudah makin meluas. Semakin tak tau diri dan tak ingat tobatlah mereka. Saat menemukan bukti keolengan sahabat mereka. Yang mereka kira adalah sosok wanita setia, yang bisa mereka jadikan sebagai panutan atas kebersihan hatinya. Dalam hal kesetiaan.
“Hah …?” suara Vinsha paling nyaring setelah semua percakapan itu berakhir.
“Jadi selama ini Mutia dan Dirga itu …?” lanjut Vinsha masih tak percaya dengan yang di dengarnya.
“Dasar Munafiik …!!!” Shane. Kali ini Shane yang angkat bicara.
“Stt … gak usah pakai emosi.” Dan ini justri Nunuk yang terdengar tenang bahkan bangga.
“Ya gimana gak kesel coba? Mereka sejak kapan? Kok kita gak tau. Dan liat tuh Mutia, bukannya dia yang sekarang lebih pro dari pada kita. Heey … mereka berdua itu ada diantara kita lho. Serapi itu mereka …? Ya ampuuun.” Shane benar-benar tak habis pikir.
“Yess … kita yang mestinya harus belajar dari Mutia. Bukan kita yang ngajarin dia. Buseeeet.” Vinsha ikut kagum dengan perbuatan Mutia yang sungguh di luar dugaan.
“Tadi … aku sempat kesal. Kenapa Dirga menolakku. Ternyata bukan karena dia tak mau ina inu dari aku. Tapi sudah kecantol Mutia. Ha … ha …. Ha…” Nunuk berubah sukap. Dia tidak marah lagi, melainkan senang.
“Kamu benar Vin, justru kita yang harus banyak belajar dari Mutia. Hebat banget kan dia. Bisa gak ketahuan. Bahkan mereka udah putus aja. Laaah … jadiannya kapan. Tiba si Dirga itu ngejer dia sedemikian. Pesona Mutia di mata Dirga segitu banget.” Lanjut Nunuk terus berpikir.
“Eh …. Iya ding. Mutia keren. Diam-diam ternyata. Bukankah kita pernah mau taruhan ngedapetin Dirga, laaah dia malah udah putus aja sama tuh brondong.” Kekeh Vinsha ikut mengulang ingatannya.
“Aku gak habis pikir lhoo sumpah. Mereka kapan pacarannya dan udah ngapain aja yaa … datar banget lhoo tingkah mereka berdua. Sumpah.” Shane mengulang lagi mendengarkan percakapan Mutia dan Dirga.
__ADS_1
“Eh … Dirga tuh bucin banget lhoo sama Mutia … bener gak sih?” Vinsha berkomentar lagi saat rekaman itu di ulang untuk di perdengarkan lagi.
“Iya lhooo …. Minta bilang sumpah ini dan itu segala. Tapi bener sih. Pasti Mutia bohong soal ponselnya. Kayaknya Mutia belum pro banget. Maksudnya … hatinya belum kokoh untuk goyah. Hah … gimana sih, ngomongnya.” Vinsha masih berisik menganalisa hubungan Dirga dan Mutia.
“Wow banget yaah. Diam –diam Mutia rupanya sudah nusuk aku dari belakang.” Tiba-tiba Nunuk berkomentar lagi setelah Vinsha dan Shane beradu analisa.
“Ya … gak nusuk juga sih…. “ Shane pelan-pelan menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya.
“Dari awal ku sudah bilang, aku suka Dirga. Dirga adalah the next projek kan.” Lanjut Nunuk.
“Dan yang terjadi apa ? Mutia malah sama Dirga.” Ujar Nunuk lagi.
“Gak bisa lah … simpulannya Mutia nusuk. Bukankah Kita kenal Dirga dari Mutia. Bisa jadikan … mereka emang sudah ada apanya dengan Dirga bahkan sejak di kenalkan sama kita.” Vinsha lebih berani menentang Nunuk. Agar teman sekaligus bos mereka itu kadang salah dalam hal berpikir.
“Iya … itu pasti. Ku kagum sama Mutia. Rapi lhoo, dari ekspresinya, tingkahnya … gak mencurigakan sama sekali. Baik Mutia dan Dirganya juga. Keren.” Nunuk seolah berpikir ulang.
“Eh … bisa jadi yang selama ini Mutia masam mesem berchat ria saat kita lagi ngumpul itu, ya sama Dirga. Bener gak sih?” Vinsha mengingat-ingat.
“Eh … iya. Bener tuh. Gitu-gitu aja mereka pacarannya. Bukankah kadang, saat Dirga dan Mutia itu sedang bersama kita kan. Dan mereka sestabil itu lhoo, aktingnya.” Shane ikut mengulik masa yang telah berlalu.
“Ya sudah … kita hargai saja rahasia mereka selama ini. Kita dukung pilihannya untuk menutupi hubungannya dengan brondong itu.” Ujar Nunuk berubah bijaksana.
__ADS_1
“Gimana …?”
“Mutia itu jelas tidak ingin kita tau hubungannya kita ketahui. Bahkan ia sudah memilih mengakhiri hubungannya dengan Dirga, artinya dia memang belum nyebur di dunia yang kita jalani. Dia masih abu-abu, bahkan dengan pikirannya sendiri. Dia sedang dalam masa sulit sekarang. Antara benar melepas Dirgauntuk mempertahankan rumah tangganya. Atau maju terus mencari kebahagiaannya. Terus kalau kita sekarang juga ingin minta konfirmasinya tentang hubungannya ini. Aku yakin, dia bakalan tambah jauh dari kita. Jadi … berikan saja waktu untuknya memutuskan jalannya, dan kita tetap pada posisi. Pura-pura tidak tau saja.” Simpul Nunuk penuh keyakinan.
“Tante Nunuk … Dirga udah sampai di penginapan.” Lapor Dirga via chat pada Nunuk. Membuat senyum simpulnya terukir.
“Wooow … gak di tanya udah laporan aja ini bocah.” Kekeh Nunuk menertawai chat Dirga yang tidak ia inginkan.
“Kerjain aja …” Perintah Shane.
“Gimana …?”
“Kalo menurut aku yaaak. Dirga call mbak itu … tujuannya adalah Mutia. Saat Mutia gak berkabar, maka Mbak Nunuk yang jadi sasaran. Maknaya kita sampe di kasih alamat desa ini. Dan dia gak nolak untuk di samperin. Bisa jadi dia ngarep ada Mutia kan.” Otak Shane memang brilian.
“So …?” Nunuk mengerling ke arah Shane.
Setiba kekasih Vinsha setelah mengantar Dirga ke penginapannya, sekerika itu juga. Nunuk sudah segera minta pulang malam itu juga. Mereka batal menginap di desa itu. Tempat itu bukanlah tempat yang nyaman untuknya beristirahat. Bagaimanapun bijaknya Nunuk, tentu ia masih merasa hatinya tidak baik-baiksaja. Setelah tau Dirga menilaknya, bahkan teman yang pernah di tolongnya, ternyata menyimpan kebohongan besar darinya. Nunuk sungguh sedang dalam mode tidak baik-baik saja.
Sementara Mutia sungguh sedang dalam masa pemulihan suasana hatinya. Baginya Dirga memang sungguh pernah mendomonasi isi hatinya. Ia pernah merasa nyaman saat menjalin hubungan dengan brondong itu. Memang, hubungan mereka hanya dalam tahap awal aja. Di mana masa itu adalah, masa-masa madu sedang bertebaran. Masa-masa pencitraan. Dimana keduanya sednag berlomba menunjkkan sisi terbaik dalam diri masing-masing untuk keduanya saling kenal banyak.
Bodohnya mereka sama-sama terlena, jika hubungan mereka itu terlarang. Dan tidak benar untuk terus dilanjutkan. Yang satu lupa Mutia istri orang, yang jelas tak bisa di jadikan sebagai pasangannya di masa depan. Dan Mutia puin tak tau diri, jika ia terus bersama Dirga. Sesungguhnya ia hanya sedang menanam bom waktu dalam rumah tangganya sendiri, yang siap meledak menghancurkan bahtera yang sudah lama ia gunakan untuk berlayar.
__ADS_1
“Tante Imutku sayang … udah tidur?” ada chat yang tak asing masuk dengan nomor asing pada ponsel baru Mutia.
Bersambung …