![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Sirius terbaring di belakang kedua Jenderal, dengan kilatan-kilatan ungu masih belum menghilang di sekitar tubuhnya.
Pria muda itu menatap punggung Jenderal Sez. yang sedang berusaha menahan Meteor Besar berapi merah darah. Dengan tinju Wanita itu menghadap langit, dan Tinju Naga berapi biru serta dua Telapak Tangan besar berapi emas yang menahan Meteor Besar.
Gelombang Energy besar tersebar ke seluruh penjuru Medan Perang. Ia ‘mendistorsi’ udara di sekitarnya. Dengan pandangan Sirius masih kabur; Sirius menatap angka di depannya terdiam.
「-1.375」
Aku ... sudah mati?
「You are protected by Pure Energy」
「xious-M4221 can be Protected by Pure Energy with 5 xj/s」
Sirius menatap tulisan di hadapannya dengan bingung. Ia sekarang bahkan tidak bisa menggerakan jarinya, akibat Gelombang tabrakan Energy ketiga sisi yang terus berlangsung.
Jadi itu perbedaan Energy murni dan Energy inti dari xious-M4221 atau yang lainya?!
Seperti ... kemampuan tersembunyi?
¤Ping!¤
「Name: Sirius」
「Species: ꝶꜳᵴᵵ」
「H: 723/3.000」
「In. En: 1,4/7 xj/Cd」
「"data":[sbf-221]」
「‘Sub Beem Fing’ Made by Sirius」
「’sk’: [sk-T003] 」
「‘Skill’ 003/013 made by Lagendary Saintic of [T]」
「You haven't protector 'Data' or 'sk' Capt.」
「Don’t forget to keep that’s ‘Data’ or ‘sk’ first」
Oke ... oke, aku mengerti!!! Dan di mana juga aku bisa mendapatkan ‘sk’ seperti itu?!
Cih ... aku bahkan tidak bisa menggerakan jariku sekarang.
“Hey Makhluk Bodoh! Apa yang kau lakukan?” kata bayangan hijau yang mengekor di belakang Sirius, tidak lain adalah Elk.
“Seperti ... yang kamu lihat ...” Sirius terbaring lemah. “Aku berbaring ... tidak bisa bergerak ... sedikit pun ...”
“Bukan itu yang kutanyakan!!!” tuntut Elk. Dan dia menendang Sirius cukup kuat.
¤buk!!!¤
「-83」
Sirius menatap angka di depanya sangat terkejut, ia melirik Elk dan menggertakan giginya.
“Hey ... apa kamu ingin ... membunuhku?!” jerit Sirius dengan lemah. “Aku ... sekarat sekerang!!!”
“Siapa peduli jika kamu mati?” gerutu Elk, menyilangkan lengannya.
Saat listrik ungu menghilang, Elk langsung mengangkat Sirius. Dia menentengnya dan menjauh dari Gelombang yang dipancarkan oleh tabrakan Energy ketiga sisi.
“Kita tidak akan ... membantu ... mereka?” tanya Sirius dengan lemah.
“Cih, bodoh! Bagaimana kau bisa membantunya dengan keadaan lemah seperi itu?” jawab Elk. “Kita hanya akan menjadi penghalang. Kita serahkan semuanya pada mereka berdua.”
“Tidak ada yang berpikir untuk kalah di sini!” tegas Elk. “Kekuatan para Jenderal kami sama sekali tidak lemah!”
__ADS_1
Kemudian Wanita cantik itu berkata dengan geram, “Kita harus memikirkan cara untuk menghentikan serangan berikutnya dari Robot bodoh itu.” .
“Dan ...”
“Bagaimana kau bisa tidak mati terkena serangan telak seperti itu?” tanya Elk, tersenyum kecil.
Lanjut Elk bergumam, sambil mengerucutkan bibirnya, “Jika itu Mark, kuyakin ia pasti sudah jadi Abu!”
“Seperti ... aku akan memberi ... tahumu ... saja?” jawab Sirius dengan lemah. “Hehe ... hee..”
“Cih ... kita harus sudahi candaan seperti itu! Kita har—”
Sebelum Elk selesai berbicara, dia melewati Batu Besar yang terdapat para Penembak Jitu di atasnya, sedang tengkurap tidak bisa bergerak sedikit pun.
Lalu teriakan Mark terdengar oleh Elk dan Sirius, “Hey kalian membicarakanku?! Bawa aku ... Elk!!”
Elk berhenti di hadapan Batu Besar itu, kemudian dia melompat ke atas Batu Besar itu dengan sangat cepat dia langsung berada di hadapan Mark.
Wanita cantik itu melirik ke bawah, sambil tersenyum lebar, dia menatap Mark, dan berkata, “Hohoho.... Lihat Pria sialan ini!!”
“Seolah-olah aku akan membawamu saja?!” tukas Elk, tersenyum santai, dengan tatapannya berubah tajam. Lemudian dia melesat menjauhi Mark, dengan bayangan hijau mengitari tubuhnya. “Daaahhh!!!”
“Elk, sialan ...!!!” teriak mark.
Suara Elk dan Mark menggema di udara, dan hanya bayangan hijau Elk yang terlihat oleh Mark serta Penembak Jitu lainnya.
“Jadi, kita harus bagaimana Mark?!” tanya salah satu Penembak Jitu.
“Aku tidak tahu!!!” jawab Mark menujuk Penembak Jitu yang menggantikannya menembaki roket. “Ini salah orang yang di sana!! Seharusnya, dia bisa menghentikan roket-roket bodoh itu dengan mudah!”
“Bagaimana dia tidak bisa melakukan hal yang bahkan orang idiot pun bisa lakukan?” gerutu Mark.
Yah ... itu memang sulit menembak roket yang baru keluar secara telak!
Jika orang idiot bisa melakukanya, lalu kami apa?!
Semua Penembak Jitu yang mendengar gerutu Mark, berwajah gelap.
Semua orang melihat Pria paruh baya itu mengeluarkan banyak Energy ungu dari tubuhnya; Energy ungu itu pun. berubah menjadi kilatan listrik yang mendesis, lalu ia menyebar sampai ke seperempat penjuru Medan Perang.
“Apa yang dia coba lakukan?” kata seorang Penembak Jitu.
“Sial!!! Kita harus cepat pergi dari sini!!!” desak Mark, dengan frustasi ia mencoba bangun, tetapi ia tetap tidak bisa.
“Apakah ia akan menghanguskan kita semua?!” kata seorang Penembak Jitu.
“Kurasa bukan!?” jawab Mark dengan tenang sambil menunjuk ke arah langit.
Kilatan listrik ungu menyambar ke atas langit sangat cepat; ke atas lingkaran biru yang dibuat oleh Komandan Pria muda. Kemudian Pria paruh baya itu mengumpulkan kilatan listrik di kedua tangannya, dan ia dorong dengan sangat kuat ke bawah.
“Sial!!! Kita harus benar-benar pergi dari sini!!” teriak Mark.
Kilatan listrik ungu itu menyelimut Meteor Besar berapi itu.
Meteor Besar berubah menjadi warna api ungu dengan kilatan merah mengelilinginya. Meteor berapi itu kemudian perlahan terdorong ke arah tebing.
Jenderal Moran dan Jenderal Sez. berusaha keras menahan Meteor Besar dengan seluruh kekuata mereka ber-dua.
“Apakah mereka akan melenyapkan semuanya?!” gumam Jenderal Sez. “Bersama dengan Robot itu?”
“Aku pikir tidak. Robot Besar itu mungkin masih bisa menggunakan Energy-shield biru ... seperti sebelum sebelumnya!!” jawab Jenderal Moran dengan cemas.
“Tapi ... Prajurit—” kata Jenderal Sez. terpotong saat dia terbatuk-batuk.
¤Uhuk!!¤
¤Uhuk!!¤
Sebelum menyelesaikan perkataanya, mereka ber-dua mengeluarkan seteguk darah. Mereka ber-dua terlalu banyak menyerap Energy .Yang, penyerapan Energy sudah diluar kapasitas yang bisa diatasi tubuh mereka.
__ADS_1
Kita tidak bisa terus seperti ini!!!
Saat Jenderal Moran dan Jenderal Sez. berpikir seperti itu ....
¤BOMMM!!!!¤
Ledakan sangat keras terdengar oleh semua orang di Medan Perang dari arah barat, diikuti tanah pijakan mereka berguncang.
¤BOMM!!!!¤
Utara?!
Semua pasukan pertahanan menjadi sangat cemas. Kedua Jenderal mengerahkan semua kekuatan yang mereka miliki untuk mendorong Meteor itu. Semakin banyak darah keluar dari mulut keduanya, semakin pelan pergerakan Meteor Besar berapi ungu itu.
Dengan sorot mata pantang menyerah, Mereka ber-dua mengeluarkan semua Energy yang tersisa dalam tubuh mereka.
“Aaarrggghh!!!”
Jeritan kedua Jenderal itu menggema ke seluruh penjuru Medan Perang.
Apa tidak ada yang bisa kami lakukan saat kedua Jenderal kami berjuang keras seperti itu?
Namun kemudian ....
¤BOMM!!!!¤
Selatan juga??!
Tatapan harapan semua orang meredup, seperti daun yang berguguran pada musim gugur. Para Prajurit pertahanan hanya melihat bongkahan Meteor Besar berapi ungu perlahan mendekati wajah mereka semua.
Kepalan Tinju Naga meninju Meteor dan dua Telapak Tangan berapi emas yang menghipit Meteor itu semakin melemah. Perlahan-lahan keduanya menjadi cahaya partikel biru serta partikel emas, yang menyebar ke segala arah Medan Perang.
“Kita tidak bisa terus seperti ini!!!” teriak Mark.
“Ya!!!”
Mereka semua mencoba untuk berdiri meskipun tidak bisa. Mark yang perlahan berdiri mengarahkan sniper-nya kepada Komandan muda musuhnya, dengan susah payah.
¤dor!!¤
¤dor!!¤
. . .
Tembakan demi tembakan terus bergema, meskipun mereka meleset. Ia terus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk berdiri sambil terus menembak.
¤dor!!!¤
"...!?"
Satu peluru melesat tepat ke arah Komandan muda, tetapi langsung ditangkis dengan mudahnya menggunakan satu tangan.
“Sudah kubilang, kalian hanyalah ternak bodoh!” kata Komandan muda.
“Ya! Lebih baik kalian dari awal menyerah saja!!” tambah Komandan paruh baya.
Dan kemudian ....
Tangan Naga berapi biru lenyap dengan sangat cepat, menghilang di udara. Diikuti partikel biru tersebar ke seluruh penjuru Medan Perang.
“Jenderal Sez ...!?“ gumam semua orang. Mata mereka terbuka lebar, menatap Jenderal Sez.
Mereka semua keheranan dengan keputusan Jenderal mereka.
Komandan muda musuh menggerutu, sambil mendecakan lidahnya, “Cih! Buang-buang waktuku saja!”
Lalu, kedua Komandan musuh itu mengeluarkan seluruh kekuata mereka, dan Meteor Besar berapi ungu disertai kilatan merah yang mengekorinya semakin cepat menuju tanah.
¤BOMMM!!!!¤
__ADS_1
Asap hitam yang membumbung tinggi ke atas langit, ditambah kilatan listrik merah menyebar ke segala arah penjuru Medan Perang, seperti badai pasir ditambah badai petir yang menyatu; serta menyelimuti seluruh penjuru Medan Perang.
¤¤¤