Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-18'] Jenderal Moran quz. III


__ADS_3

Setelah Gelombang Energy mereda, salah satu Sappoter melesat dengan bayangan hijau mengitarinya. Dia cepat sampai di hadapan seorang Pria Tua kekar, berkulit dan rambut putih, mengenakan pakaian jenderal compang-camping, dan dia terlihat kelelahan.


Energy emas mengitari Pria Tua itu perlahan menghilang. Meski aura Pria Tua yang terasa sangat kuat, tetapi terlihat jelas oleh Sappoter itu bahwa Pria Tua di hadapannya itu sangat kelelahan, dan kehabisan Energy.


“Kau datang di saat yang tepat ...!!” kata Pria Tua itu, tersenyum tipis.


“Ya, Jenderal!! Mewakili seluruh regu Sappoter ... kami mengucapkan terimakasih kepada Jenderal Moran yang telah menyelamatkan kami!” teriak Sappoter itu dengan tegas, lalu membungkuk hormat.


“Dan ini ...!!!” Sappoter itu memberikan batu memancarkan cahaya biru terang kepada Jenderal Moran, yang tidak lain adalah [StA.+T112] yang selalu di bawa oleh seseorang pemimpin grup Sappoter untuk pertolongan pertama ataupun keadaan darurat lainnya.


Jenderal Moran mengambil batu bercahaya biru terang dari tangan Sappoter, sambil tersenyum lemah. “Terima kasih ... kamu bisa kembali ketempat!”


“Ya, Pak!” jawab Sappoter itu, langsung melesat ke arah Batu Besar dengan bayangan hijau mengitari tubuhnya.


Jenderal Moran menggenggam erat batu bercahaya biru di gengaman tangannya, dan dia menutup mata berkonsentrasi dengan cepat menyerap Energy yang ada di dalam batu tersebut.


Tubuh Jenderal Moran diselimuti Energy hitam pekat, dengan ‘ruang’ di radius 100 meter di sekitarnya ‘terdistorsi’ oleh kilatan emas.


Energy hitam pekat yang mengitari Jenderal Moran dengan cepat menghilang, dan terserap olehnya. Dia pun setengah pulih dari kekuatan penuhnya.


Membuka matanya, Jenderal Moran menatap tajam Robot dengan kobaran api merah darah, setinggi gedung dua puluh lantai yang jauh di hadapannya, dan kemudian dia meremukan [StA.+T112] di genggamannya.


“Aku akan membantu Elk mengurus Robot Besar itu,” kata Jenderal Moran meregangkan tubuhnya.


Ruth yang telah berdiri, berkata, “Tapi Jenderal ... Jenderal Sez. dan dua Komandan musuh,” dengan gugup dia melihat pertempuran hebat jauh di depannya.

__ADS_1


Kilauan warna ‘sk’ dan "data" terpancar di mata Ruth yang cemas, terlihat jelas olehnya juga, berupa sambaran petir, hembusan angin dan tembakan Meteor-meteor kecil meskipun sangat jauh di hadapannya.


Lalu, dia melirik Jenderal Moran yang menatapnya, Ruth langsung menunduk dengan gugup.


“Itu ...” gumam Ruth. “Ini ....”


“Tenang ... Jenderal Sez. dan Komandan Batalion kita tidaklah lemah,” kata Jenderal Moran selesai meregangkan tubuhnya. “Dan Sappoter regu 1 akan mengurus Jenderal Sez. setelah kobaran api biru mengitarnya menghilang.”


Tersenyum tipis melirik Ruth, Jenderal Moran melesat ke arah Robot Besar yang jauh di hadapannya, dengan kilatan petir emas mengitari tubuhnya.


“Sudah kubilang mereka baik-baik saja ...” gumam Mark, sambil mengerucutkan bibirnya, dan terus menembaki roket kecil Robot yang jauh di depannya.


“Percayalah pada atasanmu ... sesekali,” Mark menengok Ruth yang tertegun kagum pada kedua Jenderalnya.


“Ya, Pak!” jawab Ruth dengan tegas.


“Hahaha...” Lalu Mark tertawa terbahak-bahak menggema di Medan Perang.


“Sudah cukup ... Tembak yang ada di depanmu!” Seruan orang tua terdengar oleh orang-orang di atas Batu Besar, yang tak jauh dari mereka semua.


“Jika kalian bercanda seperti lagi ... akan kuremukan kalian semua!” ancam Jenderal Moran.


“Aku ... juga?! Lagi?” gumam Ruth menghela napas panjang, frustasi.


“Cih ... aku serius dia manis, dasar kakek penyayang cucu, sialan ...” gerutu Mark, sambil melanjutkan menembaki roket-roket yang keluar di punggung Robot Besar.

__ADS_1


[RbX-M2314] terus menembaki dua musuh di hadapannya, dengan laser berapi merah keluar dari kelima jari lengan kirinya tak berhenti satu detik pun. Robot yang seluruh tangan kanannya membeku menjadi bongkahan es berasap putih.


Jenderal Moran sudah sampai tak jauh dari pertempuran sengit mereka ber-tiga, lalu dia langsung mengumpulkan Energy di tangan kanannya.


Robekan ‘ruang’ besar di atas Robot Besar itu terlihat jelas oleh semua orang, dan cahaya emas memancar terang, keluar dari dalam robekan itu.


Sirius dan Elk sedang menyerang di kedua sisi bahu Robot tersebut. Mereka mendongakkan kepala, mematap cahaya emas, terkejut, dan mereka langsung mundur dengan bayangan hijau mengitari tubuh mereka, dan melesat mundur ke kedua arah yang berbeda.


“Sial ... dia ingin membunuhku?!” gumam Sirius.


Sebuah Telapak Tangan Besar berapi emas muncul dari dalam robekan 'ruang', dan berada tepat di atas Robot di hadapan semua orang. Kemudian ia langsung menghantam ke bawah dengan sangat cepat.


Sirius dan Elk tak jauh dari Robot, terhempas ke kedua sisi berbeda, dengan tersebarnya Gelombang Energy yang sangat besar membuat mereka ber-dua berlutut, dan tidak bisa berdiri.


「-23.728.」


Pria tua itu juga semakin kuat?!


Apa ... apaan ini? Bukankah mereka melemah saat matahari terbenam?


Sirius kebingungan saat melihat kerusakan yang ditimbulkan oleh Jenderal Moran.


Terlapak Tangan dengan kobaran api emas itu perlahan padam, dengan partikel emas yang menyebar ke seluruh penjuru Medan Perang.


Perlahan partikel emas menghilang menampakan Elk yang cukup jauh dari Sirius. Wanita itu menatap tajam Sirius dan tersenyum lebar.

__ADS_1


“Wanita itu ... sudah tahu ini akan terjadi?!” gumam Sirius, mengerutkan kening.


¤¤¤


__ADS_2