![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Sword light sepanjang 1,2 meter digenggaman tangan kanan Alta, yang perlahan berubah warna menjadi abu-abu bulan: berubah dari genggaman tangan kanan Alta yang telah berubah bercahaya abu, menuju ke ujung bilah tajam pedang secara perlahan.
Lalu, Komandan Lelaki muda musuh menoleh ke belakang, melirik titik-titik lintasan peluru berbagai warna: dari arah batu besar di samping kanan belakangnya, yang ditembakan oleh Ruen dan penembak jitu lainnya, dan lintasan-lintasan menuju tepat ke arah Alta dan rekan paruh bayanya.
Alta langsung menebaskan sword light-nya secara horizontal, tepat ke arah lintasan-lintasan peluru berbagai warna tersebut, dan suatu lengkungan horizontal Energy cahaya muncul melesat maju dari tebasan sword light Alta: berupa Energy-slash lengkungan cahaya putih; seperempat abu; berbentuk seperti bulan sabit cahaya putih, dan Energy-slash tersebut melengkung secara horizontal—terus memanjang panjang, dengan lengkungan berbentuk bulan sabit yang mengikuti tebasan sword light digenggaman Alta: tebasan dari samping kanan ke kiri.
Lalu, Energy-slash tiba-tiba mempercepat lajunya, kemudian ia melahap semua lintasan-lintasan peluru berbagai warna yang dilaluinya.
“Apa itu ...?!” seru para penembak jitu di atas batu besar dengan serempak, mereka semua tercengang sambil melebarkan mata, melihat Energy-slash dengan cahaya putih seperempat abu yang melengkung secara horizontal, sangat cepat melahap semua lintasan peluru yang mereka tembak.
Komandan Lelaki muda musuh mereka—yang mengeluarkan Energy-slash tersebut, dengan posisi tubuh Alta setelah menebas secara horizontal: tubuhnya menyamping, dan sedikit membungkuk, dan ia langsung menegapkan kembali tubuhnya―Alta dengan bangga membusungkan dadanya kedepan―berdiri tegap melayang di udara.
Alta tersenyum sambil menengok kepada Jenderal Moran yang bersiap bertarung, dan senyum tipis di wajah Alta langsung berubah menjadi seringai menyeramkan. “Sudah kubilang ... apa kalian tidak melihat matahari?” tanya Alta sambil melambaikan sword light-nya ke samping, kemudian ia melesat cepat dengan cahaya putih mengitari tubuhnya, menuju tepat ke arah Jenderal Moran berada.
Jenderal Moran menggerakan giginya sambil menatap Alta menuju ke arahnya, dia sedang menyerang Komandan Pria paruh baya musuhnya: rekan Komandan Alta, yang mereka ber-dua terus bertambah kuat, sedangkan Pria tua itu hanya bisa merepalkan rahangnya kesakitan, tetapi dia terus menyerang dan bertahan―menggunakan Energy emasnya.
Pria tua berambut putih dan bertubuh kekar melayang di udara—dia mulai goyah, serta semua prajurit Pria batalionnya pun mulai mengerang; meringis, dan menjerit-jerit kesakitan.
Mereka semua menggertakan gigi, dan merepalkan rahang mereka, menahan rasa sakit karena semua prajurit Pria tidak bisa menyerap Energy .Yin: berasal dari bulan, prajurit Pria hanya bisa menyerap Energy .Yang: berasal dari matahari.
Namun, walaupun Jenderal Moran serta para prajurit Pria batalionnya sangat kesakitan menyerap Energy .Yin: berasal dari bulan bulan, mereka semua tetap menyerang sambil merepalkan rahang mereka sangat kuat.
Tubuh mereka semua sampai bergetar hebat menahan rasa sakit, dan belum termasuk rasa sakit tersambar, dan tersengat listrik ungu, ditambah terhantam pukulan Komandan Pria paruh baya musuh mereka.
Praurit-prajurit Pria di pimpin oleh Jenderal Moran, kemudian jadi semakin banyak dari mereka yang berguguran, dan para sappoter Pria pun sudah tidak bisa fokus lagi—saat mereka mengangkut prajurit-prajurit terluka, dengan kecepatan dan kekuatan mereka sangat berkurang.
Tetapi para prajurit Wanita dan beberapa Komandan Wanita, juga para sappoter Wanita—mereka menjadi sangat cepat: lebih cepat dari saat siang hari, mereka terus menyerang Komandan Pria paruh baya musuh mereka, dan menahan Alta menuju ke tempat di mana Jenderal Moran berada.
Namun, Power-Energy dan kapasitas Energy yang dimiliki para prajurit Wanita tersebut melemah.
Beberapa Komandan batalion Wanita yang tadinya melayang cukup lama udara, saat bulan telah muncul, mereka tidak bisa terus melayang―mereka hanya bisa melesat dan meloncat kesana-kemari: seperti Elk.
__ADS_1
Jenderal Moran terus melindungi regu penyembuh di belakangnya berkata, “Prajurit-prajurit Pria ... cepat mundur dan pergi ke tempat Unit sappoter!!” Jenderal Moran dengan suara Pria tua yang serak, dan lantang memberi perintah kepada prajurit batalionnya.
“Ah ...!” seru para prajurit Pria serempak terkejut, mereka baru menyadari bahwa matahari telah tenggelam, karena adrenalin tinggi dan semangat teguh mereka, sampai-sampai para prajurit Pria tersebut tidak menyadari bahwa sekarang sudah malam.
Para prajurit Pria dengan sigap langsung menuju ke arah regu sappoter bagian penyembuh, mereka mundur begitu saja, karena kapasitas dan Power-Energy mereka sedikit meningkat, menggantikan tubuh mereka yang sangat melemah, tetapi tetap sangat menyakitkan menyerap Energy .Yin: berasal dari bulan.
*
Namun, mereka juga tidak bisa menyembuhkan. Para prajurit pria hanya menjadi penyalur Energy yang di kendalikan oleh sappoter Pria atau Wanita: seperti
kantong darah saat transfusi darah, atau kantong infus―agar para sappoter Pria dan Wanita yang menyembuhkan, bisa tetap fokus dan menjadi lebih efektif.
Menyembuhkan luka dengan Energy sangatlah rumit, harus dengan fokus dan konsentrasi penuh, serta para sappoter Pria―meski mereka memiliki kapasitas dan Power-Energy yang cukup besar, tetapi mereka tidak bisa menyerap Energy .Yin: berasal dari bulan, karena rasa sakit pasti akan mengganggu fokus dan konsentrasi mereka.
Bagaimanapun, semua sappoter Pria tetap manusia, dengan tubuh mereka sangat melemah, ditambah semua rasa sakit yang mereka rasakan pada malam hari; empat kali lipat terasa sakit daripada saat siang hari, dan para sappoter Wanita yang kekuatan Energy mereka berkurang, menjadi sangat tidak efektif saat menyembuhkan, juga kapasitas Energy dalam tubuh mereka pun berkurang banyak.
Sekalipun sappoter Wanita menyembuhkan, dan mereka bergabung dengan sepuluh sappoter Wanita lainnya—
Prajurit Pria batalion tersisa garis depan kemudian mundur, mereka tertatih-tatih menuju ke arah regu penyembuh, luka dan rasa sakit mereka yang mereka abaikan begitu saja.
Mereka telah mengerti dan langsung berjalan menuju sirquit tambahan: berbentuk lingkaran hijau daun yang mengitari Jenderal Sez. dan para sappoter di sekitarnya, mereka saling terhubung ke lingkaran tersebut dengan garis cahaya hijau.
Para prajurit Pria terluka menggerakan gigi mereka terus berjalan, dan mereka duduk bersila sambil merepalkan rahang mereka, di sirquit rumit bercahaya hijau telah di persiapkan oleh sappoter, yang mengitari Jenderal Sez.
Jenderal Sez. melirik para praurit Pria, mereka terlihat sangat jengkel, dan dia berkata, “Huh, seharusnya kalian sembuhkan prajurit sedang dalam kirtis dulu ....” Wanita itu menutup matanya kembali, “maaf .... aku sangat merepotkan kalian.” Dia kemudian membuka matanya kembali menatap sappoter Wanita di depannya; menatapnya dengan tatapan hangat.
Para prajurit Pria menggertakan gigi mereka, saat mereka mendengar Jenderal mereka meminta maaf. “Ini bukan apa-apa .... Aku bukannya tidak mau menyembuhkanmu Jenderal,” kata salah satu Komandan batalion Pria, “kami prajurit Pria hanya ingin terus bertarung ... hanya itu. Namun, kami tahu .... Kami hanya akan mengganggu jika berada di garis depan.” Dia berkata sambil merepalkan rahangnya menahan rasa sakit.
“Ya! .... Hanya ini yang bisa kami lakukan ....” seru Komandan batalion Pria lainnya sambil merepalkan rahang.
Prajurit Pria sedang kritis yang terbaring tidak jauh dari mereka, dengan seluruh tubuhnya penuh luka berkata, “Tidak apa Jenderal ... dengan adanya anda berada di garis depan membantu .... Kita pasti akan menang!” dia berseru walaupun luka di tubuhnya termat banyak, yang serkarang bahkan tidak dilirik oleh satu pun sappoter.
__ADS_1
Jenderal Sez. menggigit bibirnya merasa iba, menoleh kepada prajurit Pria sedang kritis tersebut, dengan air mata di balik kacamata bulatnya yang dia tahan sekuat tenaga.
“Ya! Selagi anda sembuh .... Kita pasti akan menang!” prajurit Pria yang berada di dalam siquit berseru sambil merepalkan rahangnya.
“Ya ... itu benar!”
“Ya!!!”
. . .
“Ya!!”
Mereka berseru walaupun rasa sakit penyaluran itu terus menjalar ke seluruh tubuh mereka, dari ujung kaki sampai ke otak mereka: rasa sakit seperti tertusuk seribu jarum, dan ditebas seribu pedang.
“Rasa sakit ini ... bukan apa-apa ....” kata seorang prajurit Pria sambil merepalkan rahangnya, walaupun apa yang dia katakan berbanding terbalik, dengan apa yang dia rasakan―dia mencoba untuk tersenyum, dan seringai lebar prajurit tersebut menghangatkan suasana.
Namun, para prajurit Pria tetap diam sambil mencoba untuk tersenyum, meski tubuh mereka bergetar hebat, mereka tetap tidak berpindah posisi satu
sentimeter pun.
*Whuss!*
Hempasan Energy angin hijau mengitari Jenderal Sez. yang berada di pusat sirquit rumit, angin hijau tersebut mengembus sampai ke seluruh penjuru ruangan, kemudian menghembus ke wajah para sappoter, juga prajurit-prajurit Pria yang mengitari Wanita itu.
“Sudah selesai?” tanya sappoter Wanita yang berada di hadapan Jenderal Sez.
Jenderal Sez. membuka matanya sambil perlahan berdiri. “Ya .... Aku telah pulih sempurna,” dia menjawab sambil tersenyum hangat kepada sappoter Wanita di depannya, “dan kalian sekarang sembuhkan prajurit terluka lainnya!” perintah Jenderal Sez. sambil membalikan badannya, dan dia langsung berlari super cepat menuju keluar ruangan.
“Ya!” seruan tegas secara serempak, para sappoter dan prajurit-prajurit Pria, yang dilewati oleh Jenderal Sez.
Wanita menggunakan baju Jenderal utuh, dengan punggung baju berwarna hijau, yang di punggung bajunya terdapat angka emas [S3341]B2, dan bintang emas kecil terletak secara diagonal, berada di sudut-sudut angka emas tersebut.
__ADS_1
***