Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[ST1-A0] Tidak Semua Buah Jatuh Dekat Dengan Pohonnya I


__ADS_3

13 Juli 8724 Kalender Masehi


19.23.54 Waktu Bagian Tengah Benua [4], Bumi


[B4]-[A327], Hutan Rimbun Sekitar Gunung Besar


Jenderal Pongahar berdiri tegap menghadap ke arah timur, sambil terus menatap tajam Jenderal Besar Benua [2] yang menatap balik dirinya. Dia kemudian menyeringai tajam kepada Jenderal Besar Benua [2] itu, dan berbalik. Lalu dia dengan lirih berkata kepada Pria muda tampan di sampingnya, “Kita pergi dari sini, Nak.”


“Tapi―Ayah,” bantah Pria muda tampan itu, ”aku ....”


Pria paruh baya berkumis tipis itu menoleh, dan menautkan alisnya kepada Pria muda tampan di sampingnya. Namun, dia berpaling begitu saja dan menghadap Gunung Besar, lalu berkata dengan jengah, “Sudahlah. Ikuti saja aku!”


“Tapi ....”


“Kau hanya perlu mengikutiku,” tuntut Jenderal Pongahar, dan dia menunjuk dengan kepala sampingnya ke arah utara―menunjuk ke sebelah kanan, melewati tubuh Pria muda tampan itu. ”Jika kamu benar-benar ingin mendapatkan Wanita itu.”


Mendengar perkataan Ayahnya, Pria muda tampan itu mengerutkan kening. Dia menoleh, dan melihat ke arah yang ditunjukkan Jenderal Pongahar, di mana Jenderal Sez. dan U berada sangat jauh dari mereka ber-dua.


Wanita cantik berkacamata bulat dan Pria keren itu baru saja melindungi semua orang―Tetapi tidak termasuk Jenderal Perse dan Jenderal Pongahar. Karena kedua Jenderal itu berada di perbatasan antara wilayah selter terdalam dan Hutan Rimbun yang mengelilingi Gunung Besar―Terdapat penghalang kuat yang mengelilingi perbatasan antara kedua wilayah tersebut.


Penghalang yang hampir sama kuatnya dengan aurora di atas langit [A327]―yang bernama: [SS0-T/A]. Dan hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke dalam Hutan Rimbun yang mengelilingi Gunung Besar pusat [A327].


Sambil berseru, “Ayo! Pria Tua itu pasti sudah menyadari kita!” Jenderal Pongahar langsung berlari ke depan.


Jenderal Perse menggertakkan gigi saat mendengar perintah Ayahnya. Lalu dia merepalkan matanya saat berpaling dari Jenderal Sez.


Pria muda tampan itu mengikuti Jenderal Pongahar menuju tepat ke arah Gunung Besar, dan melalui Hutan Rimbun yang berada tepat di samping mereka. Mereka ber-dua akan menuju ke puncak Gunung Besar, tempat di mana Unit Übersicht dan sub-suport lainnya berada.

__ADS_1


Hutan Rimbun yang mereka ber-dua lewati cukup luas, dengan Pepohonan serta berbagai ukuran Tumbuhan di kedua sisi Jenderal Pongahar dan Jenderal Perse. Bahkan ada Pohon sebesar Gedung Pusat selter berlantai lima―mereka merupakan spot para Penembak Jitu atau bisa juga disebut: Unit Sniper.


Jenderal Pongahar dan Jenderal Perse melesat cepat, melalui Pepohonan dan Tumbuhan yang membentuk jalan di kedua sisi mereka ber-dua, menuju tepat ke puncak Gunung Besar. Lalu mereka ber-dua mendaki Gunung Besar di hadapan mereka dengan mudahnya, dan tanpa kehabisan napas sedikit pun.


Berlari, melompat antar Pohon ke Pohon, akhirnya mereka ber-dua sampai di hadapan Gerbang Torii berukuran cukup besar berwarna emas; Gerbang Besar berbentuk persegi, seperti gerbang kuil penganut agama hindu atau shinto pada umumnya.


Gerbang Torii Besar berwarna emas itu beraris rapih, dengan jalan setapak di tengahnya yang menuju ke tangga yang menjulang tinggi ke puncak Gunung Besar, dengan jumlah anak tangga seperti tak terhitung jumlahnya.


Mereka ber-dua turun dari dahan Pohon Besar pijakan mereka. Tetapi Jenderal Pongahar dan Jenderal Prese tidak langsung memasuki Gerbang Torii itu.


“Tidak ada orang di sini?” gumam Jenderal Pongahar. ”Aku akan langsung mengancurkan Torii ini, kalau begitu.”


Pria paruh baya berkumis tipis itu menggenggam batu-Energy yang memancarkan warna biru terang, dan berkata, “Nak, kau awasi sekitar!”


Jenderal Perese menggertakkan giginya, dengan enggan melompat kembali ke Pohon Besar untuk mengawasi keadaan sekitarnya.


Batu-Energy yang dihancurkan oleh Jenderal Pongahar langsung menjadi abu, dan tangan dia pun memancarkan Energy berwarna biru terang.


Pria paruh baya berkumis tipis itu langsung menitikberatkan Energy di tangan kanannya―agar ia tidak menyebar. Dan dia menijukan kepalan tinjunya ke ruang kosong persegi pada Gerbang Besar di hadapannya.


Tinju kuat Jenderal Pongahar langsung menabrak sesuatu di hadapannya; padahal di hadapan dia itu merupakan ruang kosong persegi. Seakan-akan dia meninju dinding tipis tak kasat mata.


Retakan ‘ruang’ langsung terbentuk di hadapan Jenderal Perse; dengan retakan ‘ruang’ berwarna biru yang terus menjalar ke segala arah.


Lalu, sampai retakan ‘ruang’ itu menutupi ruang kosong persegi pada Gerbang Torii di hadapan Jenderal Pogahar, ia langsung pecah dan Gerbang Torii di hadapannya pun berubah warna menjadi coklat-kayu secara perlahan.


Mengikuti Gerbang Torii terdepan, Gerbang Torii di belakangnya pun membentuk retakan ‘ruang’ yang sama, dan pecah begitu saja. Satu per satu dari mereka pecah dengan warna pada Gerbang Torii tersebut langsung berubah pula menjadi coklat-kayu. Sampai ke Gerbang Torii terakhir di hadapan anak tangga yang berada cukup jauh di hadapan Jenderal Pongahar yang berseru, “Ayo kita bergegas, Nak.”

__ADS_1


Jenderal Perse masih dengan enggan mengikuti Ayahnya.


Lalu mereka ber-dua menaiki anak tangga, dan dengan sangat gesit Jenderal Pongahar dan Jenderal Perse sampai di puncak Gunung Besar yang terdapat Kuil Dewa Matahari―Walaupun kedua Jenderal itu masih cukup jauh dari Kuil tersebut.


Meski disebut Kuil, tidak ada agama apapun di Benua dan Era perang ini. Para ‘Manusia’ membuat nama “Kuil Dewa Matahari” hanya agar selaras dengan Energy asal-muasal dari berkah, dan bencana yang ‘Manusia’ di Planet bernama Bumi ini, yakni: “Matahari”.


Kuil di mana pusat Unit Übersicht berada itu, terletak di ujung-pusat puncak Gunung Besar dengan halaman besar mengitarinya. Kuil tersebut menjulang tinggi ke atas langit dengan bangunan-bangunan di sekitarnya pun merupakan bagian dari Kuil tersebut, dan semua bangunan itu merupakan tempat tinggal serta tempat belajar yang tersedia khusus hanya untuk Unit Übersicht.


Mencari informasi maupun menerobos kubah Energy antar Benua Dunia bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan beberapa ribu /batu-Energy serta ribuan orang Unit Übersicht tingkat atas untuk melakukan hal tersebut.


Jenderal Pongahar dan Jenderal Perese berjalan di halaman Kuil Dewa Matahari. Di hadapan mereka berdua terlihat Kuil Besar, dengan artefak matahari besar yang memancarkan Energy kuat yang terletak di atas bangunan Kuil tersebut.


Halaman yang cukup luas, dan di hadapan kedua Jenderal itu terdapat Pohon-pohon di kiri dan kanan mereka ber-dua, yang berbaris rapih dan membentuk jalan ke arah pintu besar Kuil.


Pria muda tampan di samping Jenderal Pongahar, mendongakkan kepalanya, menatap artefak matahari di atas Kuil Besar di depannya, dan berkata, “Itu yang akan kita ambil, kan?”


“Ya.” Jenderal Pongahar menjawab singkat sambil menengok ke samping kiri, di mana terdapat Alula yang berukuran sangat besar.


Alua Besar yang merupakan satu-satunya bangunan yang menyaingi besarnya bangunan Kuil Dewa Matahari. Dan Aula Besar itu merupakan tempat di mana beberapa pengungsi berlalu-lalang; dan beberapa orang Unit Übersicht pun berlalu-lalang di sekitar Aula tersebut.


Orang-orang dari Unit Übersicht berbeda dari pengungsi, ada yang berambut plontos yang merupakan bagian dari Family-sad, ada juga yang berambut biasa dari keluarga biasa maupun keluarga kelas atas. Namun, mereka semua sama-sama mengenakan seragam putih.


Seragam putih yang mereka kenakan merupakan tanda bahwa mereka masih junior Unit Übersicht. Atau biasa disebut juga: Unit Tingkat Bawah. Hanya sedikit dari mereka yang terlihat mengenakan seragam kuning yang merupakan: Unit Tingkat Menengah Übersicht.


Beberapa dari mereka menatap kedua Jenderal yang berjalan menuju kuil, dengan tatapan kebingungan dan sedikit waspada―mereka itu pasti: Magang, Unit Tingkat Bawah, serta Unit Tingkat Menengah Übersicht. Namun, beberapa dari mereka menatap tajam Jenderal Pongahar sambil menganggukkan kepala mereka.


***

__ADS_1


__ADS_2