![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Sirius kemudian mengalihkan pandangannya kepada Alta yang masih melayang di atasnya.
Komandan Lelaki muda musuh itu langsung melemparkan kedua Meteor berapi merah yang melayang di telapak tangannya.
Masing-masing Meteor berapi merah darah itu melesat cepat dan menuju tepat ke arah Sirius dan Elk. “Tapi Orang tua bodoh itu menyuruhku membawamu hidu-hidup,” gumam Alta, menyipitkan matannya, menatap ke bawah sambil membentuk lagi Meteor berapi, di kedua telapak tangannya.
“Jadi," kata Alta, langsung melemparkan Meteor demi Meteor seukuran bola basket berwarna merah darah, "cobalah untuk tidak mati.” Dan semakin Lelaki itu melemparkan Meteor yang muncul dan melayang di kedua telapak tangannya; Meteor tersebut semakin mengecil, sampai menjadi seukuran kepala manusia dewasa.
Lalu, hujan serangan Meteor berapi merah darah yang terus terjun tepat ke arah Sirius dan Elk. Mereka ber-dua mendongakkan kepala, melihat Meteor tersebut mengarah tepat ke arah mereka.
Bahkan Jenderal Moran yang sedang disembuhkan pun menautkan alisnya, melihat banyaknya serangan Meteor menuju ke arahnya.
Para Sappoter yang mengelilinginya pun menjadi gugup dan tubuh mereka gemetar, ketakutan. Tetapi, Pria tua berambut putih dan bertubuh kekar yang berada di pusat lingkaran sirquit Energy aneh, berkata, “Tenang." Jenderal Moran menatap satu per satu dari Sappoter yang mengelilinginya. "Fokus saja. Dan lakukan saja, apa yang biasa kalian lakukan.”
“Selama aku ada di sini ..." lanjut Jenderal Moran berkata, dan tersenyum lebar, percaya diri sambil menoleh, menatap salah satu Sappoter di belakangnya, "kalian tidak akan ada yang mati.”
Salah satu Sappoter Wanita di belakang Jenderal Moran, melihat berbagai ukuran Meteor berapi merah darah yang menghampiri mereka semua, disertai senyum Pria Tua dengan sorot matanya yang memancarkan rasa percaya diri penuh.
Jenderal Sez. yang terus didorong mundur oleh Komandan Pria paruh baya musuh, menoleh ke belakang, dan dengan lengan kanannya terbakar Energy kobaran api berwarna biru, yang langsung dia arahkan ke belakang, ke tengah-tengah Sirius dan Elk.
Berbagai ukuran Energy-shields dengan kobaran api biru terus bermunculan di atas Sirius dan Elk.
Jenderal Sez. yang cukup jauh di hadapan mereka ber-dua, menggerakkan tangan kanannya kesamping dengan sangat cepat.
Sirius dan Elk menatap bebagai ukuran Energy-shields disertai kobaran api biru. Lalu Energy-shields tersebut langsung menahan beberapa Meteor yang terjun melesat menghampiri mereka ber-dua.
Dan beberapa Meteor berapi merah darah seukuran kepala manusia dewasa lolos dari pertahanan Jenderal Sez.
Meteor berapi merah tersebut mengarah tepat menuju ke arah Elk dan Sirius.
Wanita berambut hitam sebahu, bermata hijau, dan tubuhnya langsung dibaluti Energy angin hijau yang menyebar ke sekitarnya.
Wanita tersebut langsung merepalkan kedua tangannya, menjadi tinju yang sangat kuat, dan Elk pun menguatkan kakinya membentuk kuda-kuda sangat kuat. Lalu dia langsung
__ADS_1
menghantam semua Meteor yang
menghampirinya.
Sirius langsung bersiap menghindar. Namun, ia melihat Elk yang tak jauh di depannya. “Wanita itu menjadi semakin kuat lagi?!”
Bibir Pria muda itu berkedut, tertegun. Dan ia langsung menggunakan [sk-T003] yang ia salin dari kemampuan Elk.
Tubuh Sirius langsung dibaluti Energy hijau angin, seperti Elk. Pria berambut putih itu segera melesat. Dengan cepat ia menghindar ke samping. Tetapi, suara mekanisme wanita dan angka aneh yang terpampang di hadapannya berkurang sangat cepat:
「0,10 .Ark」
「0,8 .Ark」
. . .
「0,6 .Ark」
Bayangan hijau mengindari semua Meteor yang mengarah padanya. Tetapi ia dengan sangat gesit melesat menjauhi Elk. Dan Ledakan demi ledakan Meteor menghantam tanah di sekitar Sirius.
Para Sappoter yang mengitari Pria Tua itu mengela napas lega. Mereka semua menjadi tak kasat mata, dan langsung melesat ke tempat di mana regu penyembuhan berada.
Jeneral Moran langsung menitikberatkan Energy berwarna emasnya pada tangan kanannya. Kemudian, dia menjulurkan telapak tangannya kedepan. Dan tiba-tiba, ia terbakar kobaran api emas sampai ke ujung lengan Pria Tua itu. Lalu dia langsung dorong telapak tangannya sekuat tenaga, menuju ke arah Komandan Lelaki muda yang melayang cukup jauh hadapannya.
Telapak Tangan Energy emas yang muncul tiba-tiba di hadapan Jenderal Moran. Telapak tangan tersebut langsung melesat sangat cepat menuju tepat ke arah Alta.
「0,5 .Ark」
Sirius melihat hitung mundur di depannya, mengerutkan keningnya sangat dalam. “Apa tidak ada yang bisa kulakukan?”
Pria muda itu berhenti menghindari Meteor, lalu berdiri tegap di atas batu seukuran manusia dewasa.
Semakin aku menggunakan ‘sk’ ... hitung mundur ini jadi semakin cepat, Sial.
__ADS_1
Apalagi jika aku menggunakan 'Data'?!
“Apapun yang terjadi ..." Sirius berumam sambil mengerutkan bibirnya, dan menatap tajam angka yang menjukan hitung mundur di depannya, "aku tidak akan pernah mencobannya.”
Pria berambut putih dan bermata emas yang berdiri tegap di atas puing-puing batu, menatap tajam Energy berbentuk Telapak Tangan kobaran api emas yang tak jauh di hadapannya.
Telapak Tangan kobaran api emas tersebut melesat ke atas menuju ke arah Komandan Lelaki muda musuh yang melayang di udara—tetapi ia seperti tidak peduli, terus menembakan Meteor ke arah Telapak Tangan Energy berwarna emas di hadapannya.
Sirius kemudian mengalihkan pandangannya pada angka menujungkan hitung mundur lagi.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku ... tapi kupikir itu bukan hal yang bagus.
Cih ... dan ini benar-benar sangat merepotkan tidak bisa terus menggunakan ‘sk’ T003 ataupun "data".
Sirius berpikir keras mengerutkan keningnya sambil menyentuh dagunya, dan memperhatikan sekitarnya. Pria berambut putih itu pun menghentikan pergerakan pandangannya, dan ia tiba-tiba melebarkan matanya, menyadari sesuatu.
Pandangan mata emas gioknya tertuju kepada sorang Wanita berambut hitam sebahu bertubuh profosional. Wanita muda ideal berkulit putih mulus, mengenakan kemeja putih dan celana hitam yang sedang berdiri tegap.
Melihat dari atas rambut sampai ke ujung kaki wanita tersebut, dan kembali lagi ke atas, lalu Pria muda itu berhenti di leher putih mulus jenjangnya.
“Apa aku harus ...” Sirius menelan ludah sambil melebarkan matanya, melihat leher jenjang Elk, dengan rambut Wanita cantik itu terhempas angin.
Elk mengerutkan kening, menyadari bahwa dirinya sedang ditatap dengan tatapan aneh. “Apa yang kau lihat?!”
Sirius terkejut, dan ia tersenyum santai sambil menggelangkan kepalanya, berkata, “Tidak." Namun, ia masih menatap Elk yang tak jauh di depannya. "Tidak ada apa-apa.”
“Jangan menatapku dengan tatapan mesum seperti itu!” teriak Elk yang tiba-tiba marah, menatap tajam Sirius.
“Mesum?!" Sirius kebingungan, memiringkan kepalanya, "Apa itu mesum ...?” ia benar-benar tidak mengerti dengan istilah aneh ketiga yang Pria itu dengar.
Elk menyadari bahwa lawan bicaranya bukan manusia. Dia mundur selangkah sambil memalingkan mukanya yang memerah, dan berteriak, “Bukan apa-apa!" Elk melambaikan tangannya ke samping. "Urus saja urusanmu sendiri sekarang! Jangan ganggu aku.”
Sirius mengabaikan Elk yang memalingkan wajahnya. Pria itu mengalihkan padangannya ke angka hitung mundur di hadapannya lagi:
__ADS_1
「0,5 .Ark」
¤¤¤