Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-64] Tentu. Tidak Ada!


__ADS_3

Di hutan rimbun dengan pepohonan berbagai ukuran, di mana para penembak jitu tersebar, dan mereka sedang bertengger pada berbagai dahan pohon-pohon cukup besar; dengan dahan pohon tersebut sebagai pijakan mereka.


Saat Ruth mendengar Ruen keheranan karena Komandan Pria paruh baya musuh mereka, bisa mendengar dari jarak jauh, dia menjelaskan, “Itu tidak aneh sih .... Komandan Pria paruh baya itu perngguna listrik, kan?” Ruth menatap Ruen yang tidak jauh di depannya. “Tentu saja ia bisa dengar.”


Ruen masih dalam posisi menembak, kemudian dia menoleh ke belakang, di mana Ruth sedang memeriksa alat berbentuk nampanya, kemudian pemuda berambut silver itu perlahan berdiri, dan penembak jitu lainnya pun menengokkan kepala mereka menatap Ruth.


Ruth melihat Pria-pria di sekitarnya penasaran, kemudian dia mulai menjelaskan, “Kalian sudah tahu, kan, pada setiap tubuh manusia memliki listrik atau disebut elektron, atau medan magnet.”


“Meski elektron dalam tubuh manusia itu sedikit, tetapi dengan Energy yang entah kenapa mereka berdua menjadi sangat kuat,” kata Ruth sambil mengerucutkan bibirnya, “tentu ia bisa mendengar dengan sangat jelas ... seluruh situasi di medan perang, dengan menggunakan Energy yang ia bentuk menjadi listrik, dan kemudian Komandan Pria itu sebarkan.“


Lalu Pemuda berkulit sawo matang itu mengaktifkan alat berbentuk nampan digenggamnya, dan berkata, “Dalam informasi yang kuterima .... Energy Komandan musuh kita tersebar, sampai-sampai memenuhi seluruh jangkauan alat pemancar Energy miliku ini,” kata Ruth, “dan semuanya hampir tertutup oleh Energy listriknya.” Dia menujuk ke layar alat berbentuk nampan digenggamnya. “Lihat ini!”


Pemuda sappoter itu menunjukan Alat digenggamnya, yang berubah menjadi seperti radar, dan memancarkan warna ungu, serta terdapat berbagai warna titik dan lintasan-lintasan Energy, dan seluruh layar radar yang hampir tertutupi oleh Energy berbentuk listrik ungu.


“Aku tidak tahu sampai sejauh mana Komandan Pria paruh baya itu bisa mendengar,” kata Ruth sambil mengangkat bahu, “karena layar alat pemancarku ini, tertutup semua oleh Energy-nya.”


“Tapi menurutku asalankan ada manusia, atau makhluk hidup dengan tubuh memiliki elektron, ia pasti bisa mendengar percakapan kita,” lanjut Ruth, “dan itu juga tidak beda jauh sih, dengan Elk, atau pengguna esvta-T5221 lainnya.”


Ruth berkata sambil menaikan sudut bibirnya, “Maksudku, para pengguna elemen angin seperti kami, juga bisa melakukan hal sederhana seperti itu,” tambah Ruth, kemudian dia merentangkan lengannya secara acuh, sambil mengedutkan bibirnya, “Meskipun kami para Pria tidak bisa melakukannya pada malam hari.”


Saat mereka mendengar penjelsan Ruth, suara Komandan Lelaki muda musuh mereka terdengar, di panel biru milik Ruth, dan semua penembak jitu menatap tajam panel tersebut.


**

__ADS_1


Komandan Lelaki muda terus di serang oleh kedua Jenderal pertahanan serta prajurit-prajuritnya yang tersisa. Ia berada di dalam Energy tipis berbentuk tabung dengan diameter 100 meter, seperti tabung kaca antipeluru, dengan  Energy-shiled listrik ungu terus hancur, tetapi juga langsung terus bermunculan, dan menempel di tabung tersebut―melindungi Alta.


“Pencapaian manusia?” tanya Alta dengan nada sinis, dengan suaranya tiba-tiba berubah, menjadi gema suara bergetar seekor monster, “Tentu, itu tidak akan pernah ada!” kemudian ia perlahan menutup mata, dan lanjut berkata dengan lirih, “Itu hanya akan menjadi delusi kalian.”


“Kalian para manusia ...” kata Alta dengan nada suaranya semakin melemah, “akan terus menjadi ternak kami ....”


Tetapi, suara Alta yang bernada monster sampai menggema ke seluruh penjuru medan pedang, dan suara tersebut langsung mensdistorsi udara serta ‘ruang’ di sekitarnya. Tabung Enrgy tipis yang mengitari Alta pun sedikit bergetar―seolah akan hancur kapan saja.


Di dalam tabung berwarna ungu, seperti kaca ungu tipis, mengitari Alta yang perlahan berubah. Kemudian mulut Alta menganga, dan mengeluarkan kristal-kristal es putih―uap es.


Komandan Pria paruh baya, yang berada di atas Energy tipis berbentuk tabung berwarna ungu, terus diserang oleh Jenderal Moran serta prajurit-prajuritnya, juga prajurit Unit Pugulister. Namun, Komandan Pria paruh baya tersebut hanya tersenyum menyeramkan, tetap berdiri tegap, dan tidak bergeming sedikit pun―meskipun rahang dan tubuh Komandan Pria tersebut bergetar hebat―terus diserang manusia-mansuia yang mengelilinginya.


Uap es yang keluar dari mulut Alta, kemudian menyebar ke seluruh tubuhnya, dan uap es tersebut langsung menyelimuti seluruh tubuh Alta. Dengan uap es itu perlahan mengembung sampai menutupi seluruh Energy tipis berbentuk tabung ungu, yang mengitari Alta.


“Ia masih di dalam?!” gumam seorang prajurit Wanita Unit Pugulister sambil menyipitkan matanya, dia baru saja menghantam tabung, dan menghancurkan salah satu Energy-shiled listrik ungu. Kemudian dia langsung terjun, dan kembali melompat, dengan lompatan berbentuk kurva berwarna hitam.


Uap es kemudian langsung diserap kembali oleh Alta, dan tabung tipis berwarna ungu yang mengitarinya, berubah menjadi kaca es putih transparan, seakan kaca tersebut mudah pecah.


Lalu, kulit Komandan Lelaki muda itu berubah menjadi warna putih, seputih salju dengan uap dan kristal-kristal es mengitari tubuhnya. Sword Light digenggaman tangan kanannya pun perlahan menjadi partikel-patrikel kecil bercahaya putih, kemudian menyebar, dan menghilang.


Energy tipis berwarna putih transparan yang mengelilingi Alta pun, secara perlahan retak.


Alta kemudian menitikberatkan Energy-nya pada uap es disekujur tubuhnya. Lalu, uap es langsung berkumpul di kedua tangan Alta, yang perlahan-lahan tersebentuk dua Sword Ice, dengan es padat berbentuk pedang tajam di masing-masing tangannya.

__ADS_1


Uap es yang perlahan hilang dari kepala Alta, dan langsung menujukan wajah Komandan Lelaki muda itu. “Hahaha.... berbanggalah kalian, para manusia!!” tawa Monster es itu distertai uap es, dan ia bernapas berat sambil membuka mulut lebarnya, dengan gigi tajam berbentuk gergaji.


Alta berubah seutuhnya menjadi Monster es, dengan wajahnya seputih salju, dan hidung sangat runcing, serta ukiran tato aneh berwarna biru pada tubuh dan wajahnya, juga dua mata Monster es yang berubah menjadi bongkahan es berwarna biru.


Namun, Monster es tidak memiliki ekor seperti Sirius yang berubah menjadi Monster ungu. Dengan jubah hitam Alta, sepenuhnya berubah menjadi putih, seperti menyatu pada tubuhnya. Kemudian punggung Alta yang perlahan membentuk sirip berwarna biru, di tengah punggungnya, seperti sirip ikan hiu.


Komandan Lelaki muda yang hampir seutuhnya berubah menjadi Monster es, kemudian lanjut berkata, “Karena kalian akan mati―” Tetapi sebelum Monster es tersebut menyelesaikan perkataanya. Sebuah telapak tangan emas menggenggam seluruh Energy tipis yang membeku, dan ia langsung meremukan semua Energy tersebut yang


mengitari Alta.


*Buffhh!!!*


Telapak tangan emas dengan robekan ‘ruang’nya belum menghilang, dengan warna hitam berukuran sangat besar di samping Komandan Pria paruh baya. Kemudian, telapak tangan emas tersebut semakin erat menggenggam tubuh Alta yang telah menjadi Monster es.


Namun, di dalam genggaman telapak tangan emas tersebut, terdengar suara monster sedang terkekeh santai, dan berkata, “Gertakanmu gagal, Orang Tua.”


***


{N/A: Juga untuk ‘Aku’ yang disana, jika menurut ‘Aku’ cerita perangku ini bagus, ya, silahkan klik like, juga komentar, mungkin!?―yah, aku juga ngerti sih, like, komen itu membutuhkan Enerji sekitar 30 xs/Cd mungkin?! Itu memang sangat banyak!―kan, repot kalo ‘Aku’ harus makan dulu baru klik like―mana ‘Aku’ mungkin lagi puasa lagi?} {Namun, jika tidak, ya, tidak apa juga sih} {Yang pasti untuk ‘Aku’ yang di sana, jangan vote! Sebelum Arc/Part 3. Biar perlahan-lahan, aku satu minggu up cuma 3b, dan mungkin juga b aksen? Hahaha, aku suka aksen(‘)―mudah nge-revisi-nya; sekaligus juga aku mengerti, bahwa ‘Aku’ yang di sana enggak suka itu, kan?}


{Jika ‘Aku’ yang di sana vote cerita perangku ini, nanti aku jadi malah bersemangat, dan mungkin malah crezy up .... Karena, sial, semangat itu melelahkan!}


{Satu kali lagi .... Untuk ‘Aku’ yang ada di sana, ^Kedip-kedip^ Hohoho}

__ADS_1


__ADS_2